PROLOGMEDIA – Sore itu, tepatnya pada Kamis, 25 Desember 2025, suasana di kawasan Gang Waru 1, Jalan Alur Laut, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara yang biasanya ramai oleh aktivitas warga dan kendaraan mendadak berubah menjadi mencekam saat sebuah bangunan parkir dua lantai runtuh secara tiba-tiba. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.10–15.25 WIB itu menggetarkan lingkungan sekitar dan menarik perhatian warga sekitar, terutama setelah puing-puing dan struktur besi berserakan serta menimpa sejumlah kendaraan yang tengah terparkir di bawahnya.
Bangunan parkir tersebut bukan fasilitas umum besar, melainkan struktur sederhana yang berdiri di lahan milik warga dan selama ini dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan oleh masyarakat sekitar. Meski demikian, bangunan itu memiliki dua lantai dan selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk memarkir mobil dan sepeda motor mereka saat beraktivitas di sekitar Koja. Sebagian warga bahkan sempat berfoto atau sekadar berdiri di dekat bangunan tersebut tidak lama sebelum kejadian.
Bukan hanya struktur beton yang roboh, tetapi suara gemuruh keras juga sempat terdengar oleh para anak-anak yang tengah bermain di sekitar area tersebut. Menurut Isnawa Adji, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, suara itu berasal dari retakan serius yang mulai muncul pada bagian bangunan sebelum akhirnya seluruhnya runtuh. Mendengar suara itu, anak-anak yang asyik bermain langsung berlari menjauh, mencegah kemungkinan terjadinya korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan. “Pada saat anak-anak bermain, terdengar suara retakan, lalu anak-anak berlari menjauh menghindari reruntuhan bangunan,” ujar Isnawa kepada wartawan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, meskipun tidak memakan korban manusia, dampak kerugian materi cukup besar. Bangunan parkir yang roboh tersebut menimpa empat unit mobil dan satu unit sepeda motor, merusak total kendaraan-kendaraan itu hingga ringsek di bawah tumpukan puing beton dan besi. Pemilik kendaraan yang menyaksikan kejadian tersebut dengan campuran perasaan kaget dan sedih harus menerima kenyataan pahit melihat mobil dan motor mereka menjadi korban ambruknya struktur bangunan. Banyak dari kendaraan itu yang terlihat penyok parah, kaca pecah, dan bodi tertekan oleh berat material bangunan.
Begitu informasi mengenai ambruknya bangunan itu menyebar, warga sekitar segera berkumpul di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang untuk membatasi area dan mencegah warga masuk terlalu dekat dengan sisa reruntuhan yang masih dianggap berbahaya. Pantauan di lokasi menunjukkan potongan-potongan besi yang bengkok, fragmen tembok yang terjatuh, dan sisa-sisa struktur bangunan yang saling bertumpuk, memberikan pemandangan yang cukup mengagetkan bagi siapa pun yang melihatnya.
Baca Juga:
Rebusan Daun Seledri: Rahasia Kesehatan Alami yang Tersembunyi di Balik Kesegaran Dapur
Salah satu hal yang membuat kejadian ini menjadi bahan perbincangan hangat adalah tanggapan langsung dari pemilik lahan tempat bangunan itu berdiri, seorang warga bernama Ridwan. Ia mengaku sangat terkejut saat mendengar bangunan parkirannya roboh. Menurut Ridwan, selama tiga tahun bangunan itu berdiri, tidak ada tanda-tanda bahwa struktur tersebut akan runtuh. Ia menjelaskan kepada wartawan bahwa lahan tersebut memang disewakan untuk parkir kendaraan warga dan bangunan kecil di atasnya pun menurutnya terlihat kokoh selama ini, lengkap dengan besi penyangga yang dipasang di bawahnya. “Saya juga nggak tahu (penyebab roboh). Karena selama ini kan memang nggak ada tanda-tanda dan itu kan baru tiga tahun. Ya kokoh kalau saya lihat,” terangnya.
Meski begitu, kejadian ini menunjukkan betapa tak terduganya risiko struktur bangunan yang tampak kuat sekalipun. Hingga kini, penyebab pasti ambruknya bangunan parkir tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Tim kepolisian setempat, bersama dengan petugas dari BPBD dan dinas terkait, telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai penyebab runtuhnya struktur. Polisi juga telah memintai keterangan sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi saat bangunan mulai retak hingga akhirnya roboh.
Menurut pengakuan beberapa saksi, runtuhnya bangunan ternyata sempat terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Video yang beredar menunjukkan momen bangunan tiba-tiba ambruk dengan cepat, sebelum warga atau siapa pun sempat bereaksi. Rekaman itu kemudian dipegang oleh pihak berwajib sebagai salah satu bukti awal untuk membantu penyelidikan mereka.
Di tengah proses pemeriksaan dan pembersihan, warga setempat terus berdiskusi tentang kemungkinan penyebab kejadian ini. Sebagian menyatakan kemungkinan adanya konstruksi yang kurang kuat, sementara yang lain berspekulasi bahwa faktor beban kendaraan yang diparkir di lantai atas dapat menjadi salah satu pemicu runtuhnya struktur. Ada pula yang menyinggung pentingnya pemeriksaan berkala terhadap bangunan di lingkungan permukiman, terutama yang berfungsi sebagai fasilitas umum atau komersial, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Petugas BPBD DKI Jakarta dan tim terkait terus menunggu hasil pemeriksaan teknis dari pihak kepolisian dan ahli bangunan untuk memastikan secara ilmiah apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama bangunan itu runtuh. Mereka juga menghimbau kepada pemilik bangunan dan warga pemilik struktur bangunan lain di area permukiman untuk mengevaluasi kondisi bangunan mereka, memastikan tidak ada potensi bahaya yang bisa mengancam keselamatan publik.
Baca Juga:
Kemenag Catat Sejarah: Untuk Pertama Kalinya Gelar Natal Bersama
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi banyak pihak, terutama warga kota besar seperti Jakarta, di mana keterbatasan lahan membuat banyak struktur bangunan didirikan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan ruang. Walau tampak sederhana dan kokoh, bangunan semacam itu tetap wajib melalui pemeriksaan teknis dan perizinan yang tepat demi keamanan semua pihak. Warga setempat berharap, di tengah penanganan kejadian ini, tidak hanya kerugian materi yang menjadi fokus, tetapi juga langkah preventif yang bisa mencegah tragedi serupa terjadi lagi di masa depan.









