Menu

Mode Gelap

Wisata · 24 Nov 2025 17:55 WIB

Banten Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Lewat Infrastruktur, Pelayanan, dan Kolaborasi Masyarakat


 Banten Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Lewat Infrastruktur, Pelayanan, dan Kolaborasi Masyarakat Perbesar

PROLOGMEDIA -Pemerintah Provinsi Banten berada di ambang momentum penting menjelang libur akhir tahun. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa pariwisata di Banten kini tidak hanya soal keindahan alam atau budaya yang khas, tetapi juga soal pengalaman — wisatawan harus merasa aman dan nyaman sejak mereka tiba, hingga saat pulang kembali.

Untuk mewujudkan janji itu, Pemprov Banten mengambil langkah konkret. Akses menuju destinasi wisata diperbaiki secara menyeluruh; selain jalan, fasilitas pendukung seperti area parkir dan jalur pedestrian juga dibenahi. Pemerintah bahkan menggelar pelatihan layanan wisata kepada masyarakat lokal, agar kualitas interaksi wisatawan dengan penduduk setempat mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan penataan ini, Gubernur Andra berharap kawasan wisata, khususnya “Negeri di Atas Awan” di Gunung Luhur, akan menjadi pilihan yang semakin menarik saat musim liburan mendatang.

“Kami bukan hanya mengelola potensi wisata, tetapi memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan,” ujar Andra Soni beberapa waktu lalu. Ia meyakini bahwa saat fasilitas publik dan infrastruktur wisata semakin baik, tidak hanya jumlah kunjungan yang akan meningkat, tetapi ekonomi lokal sekitar destinasi pun akan terdongkrak.

Destinasi wisata budaya, seperti masyarakat adat Baduy di Leuwidamar, Lebak, juga jadi fokus pemerintah. Kehidupan tradisional Baduy, yang secara konsisten menolak alat-alat modern, menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Bagi Andra, kearifan lokal semacam ini adalah contoh nyata bagaimana tradisi dapat tetap hidup dan menarik di tengah modernisasi. Tradisi tersebut menjadi daya tarik unik yang membuat wisatawan semakin ingin datang.

Untuk menambah daya tarik sekaligus membuka peluang ekonomi, Pemprov Banten juga tengah mendorong reaktivasi jalur kereta Rangkas–Pandeglang. Jalur ini nantinya akan menghubungkan wisatawan ke lokasi-lokasi sejarah dan religi — destinasi yang tidak hanya menarik tetapi juga terjangkau. Dengan kereta, akses wisata menjadi lebih murah dan efisien, yang pada akhirnya bisa menarik lebih banyak pengunjung.

Lebih jauh, pembangunan pariwisata dilakukan secara kolaboratif. Andra menekankan pentingnya keterlibatan komunitas lokal serta pelaku usaha wisata. Menurutnya, pariwisata yang berkelanjutan harus tumbuh bersama masyarakat yang ikut mengelola dan melayani wisatawan. Bila penduduk lokal aktif, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mitra dalam perkembangan destinasi wisata.

Baca Juga:
Rahasia Hidup Sehat: Pola Makan Seimbang, Olahraga Rutin & Kesehatan Mental

Terkait dengan kenyamanan dan keamanan wisatawan, Gubernur Andra juga menyoroti soal transparansi harga di destinasi wisata. Ia mendorong agar pengelola wisata memperlihatkan tarif dengan jelas, agar tidak ada kesan pungutan tak wajar atau “getok harga” yang bisa memukul reputasi wisata Banten. Ini selaras dengan upaya menjaga pengalaman wisatawan tetap menyenangkan tanpa harus merasa dirugikan. Kebijakan ini diambil dalam semangat agar pariwisata terus berkembang, tetapi juga inklusif dan adil bagi semua pihak.

Tidak kalah pentingnya, Pemprov Banten juga menyiapkan Banten sebagai destinasi wisata ramah muslim. Dalam pandangan Andra, potensi wisata di provinsi ini sangat besar: alam yang indah, budaya yang kaya, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat memberikan kombinasi yang ideal untuk wisatawan muslim. Untuk itu, fasilitas pendukung seperti tempat ibadah yang layak serta kuliner halal semakin diperkuat, agar pengunjung merasa nyaman menjalani ibadah dan menikmati liburan.

Gubernur Banten tidak melewatkan aspek ekonomi dalam strategi pariwisata. Menurutnya, ketika destinasi pariwisata ramai, manfaatnya akan menyebar ke masyarakat lokal. Pengunjung yang datang menginap di hotel, vila, atau menghabiskan uang di usaha kecil akan memberi dampak positif ekonomi secara langsung. Karena itu, Andra terus mendorong pengelola wisata agar tidak menaikkan tarif secara ekstrim, terutama pada momen puncak kunjungan seperti libur Lebaran.

Salah satu langkah nyata dalam mendorong pariwisata olahraga atau sport tourism juga sedang digarap. Andra mengajak Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Provinsi Banten untuk mengembangkan event olahraga rekreasi massal, seperti fun run dan trail run, yang dikombinasikan dengan paket wisata. Rangkaian event semacam ini tidak hanya akan menarik wisatawan, tetapi juga membangun kerja sama lintas sektor dan memberdayakan masyarakat lokal.

Semua elemen ini — mulai dari perbaikan infrastruktur, penataan destinasi, penguatan kolaborasi masyarakat, hingga transparansi harga — dirancang agar wisatawan merasa betah dan aman. Pemerintah Provinsi Banten pun menjadikan pariwisata sebagai mesin penggerak ekonomi lokal, sekaligus memperkuat citra Banten sebagai tujuan wisata yang modern, hangat, dan ramah.

Baca Juga:
Polres Serang Peduli! Pantau Harga Beras Demi Stabilitas Ekonomi Daerah!

Dengan pendekatan semacam ini, diharapkan pariwisata Banten semakin berkelanjutan. Wisatawan yang datang tidak hanya sekadar menikmati panorama alam, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat lokal, menjalani pengalaman budaya yang otentik, dan merasakan keamanan sepanjang perjalanan dari saat datang hingga pulang. Pemerintah meyakini, ketika aspek layanan wisata ditangani dengan serius, maka destinasi Banten akan semakin diminati, dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar juga akan terus tumbuh.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Destinasi Wisata Ramah Anak di Jawa Timur untuk Akhir Pekan Keluarga

9 Desember 2025 - 02:16 WIB

Sejarah dan Misteri Desa Slangit: Pantangan Nasi dan Warisan Leluhur di Cirebon

9 Desember 2025 - 02:10 WIB

Empat Destinasi Wisata Tersembunyi di Sragen: Dari Museum Purba hingga Waduk Menawan

8 Desember 2025 - 19:53 WIB

Menyusuri Tugu Pahlawan Surabaya: Wisata Sejarah yang Menginspirasi dan Edukatif

8 Desember 2025 - 19:30 WIB

10 Wilayah Paling Ideal untuk Slow Living di Indonesia, Bukan Yogyakarta

8 Desember 2025 - 16:10 WIB

ASDP Optimalkan Mobilitas Jelang Nataru, Sistem Pengalihan Kendaraan dan Geofencing Diperketat di Sumatera–Jawa–Bali

8 Desember 2025 - 14:01 WIB

Trending di Wisata