PROLOGMEDIA – Polda Banten mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten. Peringatan tersebut berkaitan dengan potensi hujan dan angin kencang yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Banten pada Senin (15/12). Kondisi cuaca yang dinamis ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan, mulai dari gangguan aktivitas harian hingga ancaman keselamatan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, AKBP Meryadi, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca di wilayah Banten diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat terjadi di beberapa daerah, terutama pada waktu-waktu tertentu sepanjang hari. Menurutnya, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Banten diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Cibeber, Sobang, Cigemblong, Wanasalam, Sumur, Cimanggu, Cibitung, Angsana, Munjul, serta beberapa wilayah lain seperti Serang, Cilegon, Anyar, Mancak, Pontang, Tirtayasa, Tanara, dan Binuang. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat yang memulai kegiatan sejak pagi hari, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun aktivitas lainnya.
Memasuki siang hari, cuaca diprakirakan masih cenderung berawan dengan potensi hujan sedang di wilayah Bojongmanik, Gunung Kencana, Cibeber, dan Cileles. Sementara itu, hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah Curugbitung, Cimarga, Malingping, Bayah, Labuan, Carita, Mandalawangi, Mauk, dan Rajeg. AKBP Meryadi menjelaskan bahwa perubahan cuaca pada siang hari ini perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Pada malam hari, kondisi cuaca di wilayah Banten diprakirakan berawan, namun masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang di sejumlah daerah. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Wanasalam, Malingping, Cibeber, Sumur, Cimanggu, Cikeusik, Carita, dan Mandalawangi. Sementara itu, pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Cimanggu, Cibitung, Bojongmanik, Gunung Kencana, Sajira, Cibeber, dan Panggarangan. Kondisi ini dapat berdampak pada masyarakat yang melakukan perjalanan malam atau aktivitas dini hari.
Selain prakiraan hujan, AKBP Meryadi juga menyampaikan bahwa suhu udara di wilayah Banten berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni antara 60 hingga 95 persen. Angin diprakirakan bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 45 kilometer per jam. Kecepatan angin yang cukup signifikan ini berpotensi menimbulkan gangguan, terutama di wilayah terbuka dan pesisir.
Baca Juga:
Revitalisasi Gerbang Gedung Sate dan Polemik Publik: Antara Identitas Budaya dan Prioritas Anggaran
BMKG Banten juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Kabupaten Lebak bagian Tengah dan Selatan. Selain itu, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian Utara, Kabupaten Serang bagian Utara dan Barat, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang bagian Utara dan Selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kabupaten Lebak bagian Utara.
Tak hanya kondisi di daratan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi tinggi gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang. Potensi gelombang tersebut diprakirakan terjadi di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, serta Perairan Selatan Lebak. Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional yang beroperasi di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti peringatan dini tersebut, Polda Banten mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. AKBP Meryadi mengingatkan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan longsor agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang dan petir, karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mengamankan barang-barang di sekitar rumah yang berpotensi terbawa angin, seperti pot tanaman, papan, atau benda ringan lainnya. Bagi pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, diimbau untuk lebih berhati-hati karena kondisi jalan licin dan jarak pandang yang berkurang akibat hujan.
Bagi para nelayan dan masyarakat pesisir, Polda Banten menekankan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut. AKBP Meryadi mengingatkan agar tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
Baca Juga:
Sering Buang Air Kecil? Kenali Penyebabnya Mulai dari ISK Sampai Diabetes dan Cara Mengatasinya
Di akhir keterangannya, AKBP Meryadi mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi dan terpercaya. Menurutnya, perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu dan informasi terkini sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan dalam beraktivitas. Dengan kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, diharapkan potensi dampak buruk akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Banten tetap terjaga.









