PROLOGMEDIA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng dua lembaga riset terkemuka, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS), untuk mengungkap fakta terbaru tentang penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Pertemuan penting yang digelar di Gedung Tan Satrisna BNN, Jakarta Timur, pada Selasa (18/11), menjadi ajang pemaparan laporan kemajuan pengukuran prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2025.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim peneliti dari BRIN dan BPS atas dukungan mereka dalam pelaksanaan penelitian yang sangat penting ini. Ia menekankan bahwa data hasil riset ilmiah memiliki peran krusial sebagai landasan setiap kebijakan pemerintah, khususnya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Setiap kebijakan pemerintah harus memiliki landasan kajian yang kokoh sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya.
Kepala BNN RI juga menyoroti bahwa penelitian prevalensi penyalahgunaan narkoba merupakan riset yang unik dan menantang. Pasalnya, penelitian ini berupaya mengungkap data dan fenomena yang bersifat tertutup, mengingat stigma dan anggapan negatif terhadap pengguna narkoba masih sangat kuat di masyarakat. Akibatnya, banyak orang merasa enggan atau tidak nyaman untuk memberikan informasi terkait perilaku penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu, pelaksanaan riset prevalensi membutuhkan kemampuan khusus dan kehati-hatian ekstra. Teknik pengumpulan data tidak bisa disamakan dengan penelitian pada umumnya. Diperlukan pengalaman, ketelitian, dan pendekatan yang tepat untuk menggali informasi yang sensitif, tertutup, dan bersifat rahasia.
“Dalam hal ini, Saya sangat menghargai dan mengapresiasi kemampuan tim peneliti yang sangat andal dan berpengalaman,” ungkap Kepala BNN RI.
Baca Juga:
Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana: Menghubungkan Harapan dan Keluarga
Terkait hasil penelitian prevalensi tahun 2025, Kepala BNN RI menekankan bahwa apa pun temuannya harus diterima sebagai fakta objektif. Ia meyakini bahwa penelitian ini dilaksanakan dengan metodologi ilmiah yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai situasi terkini penyalahgunaan narkoba di Indonesia, sehingga dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Saat ini, pengukuran prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2025 telah memasuki tahap pengolahan dan analisis data. Ketua Tim Peneliti, Drs. Masyhuri Imron, M.A., dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan pelaksanaan riset yang telah dilakukan hingga November 2025.
Ia mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data lapangan telah mencapai target yang ditetapkan, mencakup berbagai segmen populasi serta wilayah yang menjadi sampel penelitian. Tim juga telah melakukan serangkaian pengecekan kualitas data untuk memastikan hasil yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyhuri menuturkan bahwa tahap analisis awal menunjukkan sejumlah pola yang perlu ditelaah lebih lanjut. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah adanya kecenderungan peningkatan penyalahguna narkoba di wilayah pedesaan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan jumlah penyalahguna narkoba berjenis kelamin perempuan, baik pada kategori pernah pakai maupun setahun pakai. Temuan-temuan ini tentu menjadi perhatian serius dan perlu dianalisis lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor penyebabnya.
Setelah sesi pemaparan, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi antara Tim Peneliti dan jajaran BNN. Diskusi ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah pendalaman analisis serta penyempurnaan laporan akhir. Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, BNN berharap hasil penelitian prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2025 dapat diselesaikan secara komprehensif dan menjadi rujukan strategis dalam perumusan kebijakan nasional yang lebih tepat sasaran.
Dengan demikian, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia diharapkan semakin efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Data yang akurat dan terpercaya menjadi kunci untuk merumuskan strategi yang tepat dalam memerangi narkoba dan melindungi generasi muda dari bahaya laten ini.
Baca Juga:
5 Manfaat Teh Serai di Pagi Hari yang Bikin Tubuh Lebih Segar dan Sehat
Kolaborasi antara BNN, BRIN, dan BPS merupakan langkah maju yang patut diapresiasi dalam upaya menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba.









