Menu

Mode Gelap

Berita · 26 Nov 2025 18:39 WIB

BNN RI Gerebek Sarang Narkoba di Berlan, 24 Orang Diamankan Termasuk Seorang Bandar


 BNN RI Gerebek Sarang Narkoba di Berlan, 24 Orang Diamankan Termasuk Seorang Bandar Perbesar

PROLOGMEDIA – Operasi gabungan yang digelar Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia bersama unsur POM TNI AD, Bareskrim, serta Polda Metro Jaya di kawasan Berlan, Jalan Kesatrian, Matraman, Jakarta Timur, menjadi salah satu gerakan besar yang kembali menegaskan bahwa negara serius memerangi jaringan peredaran narkotika. Kawasan padat penduduk yang sejak lama disebut sebagai salah satu titik rawan ini kembali menjadi sasaran penindakan setelah berbagai laporan masyarakat dan hasil pemantauan intelijen menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan yang melibatkan transaksi narkoba, persembunyian bandar, serta tempat berkumpulnya para pengguna. Melalui operasi yang dilakukan pada Selasa malam itu, sekitar 250 personel gabungan diturunkan untuk memastikan tidak ada celah bagi para pelaku untuk meloloskan diri, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat.

 

Aksi penindakan tersebut berlangsung secara terkoordinasi. Pasukan gabungan masuk dari berbagai sisi untuk menyisir setiap blok, gang, dan ruangan yang dianggap berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang-barang terlarang. Dalam operasi intensif itu, sebanyak 24 orang berhasil diamankan. Mereka terdiri dari para terduga pengguna, kurir, serta individu yang diduga kerap membantu aktivitas peredaran di wilayah tersebut. Identitas mereka disamarkan sebagai R, D, I, F, NR, EP, N, A, FF, S, AS, DD, C, B, IS, Z, US, J, SM, ZC, AB, MF, EA, dan JO. Dari jumlah tersebut, satu orang berinisial F teridentifikasi sebagai bandar yang telah lama menjadi target penegakan hukum. Penangkapan F menjadi poin penting karena selama ini ia diduga mengendalikan sebagian jalur distribusi narkotika di wilayah Matraman dan sekitarnya.

 

Selain berhasil menangkap satu bandar, tim gabungan juga mengantongi identitas empat bandar lain yang kini berstatus daftar pencarian orang, yakni N, T, P, dan S. Keempat orang ini diduga terlibat dalam jaringan yang lebih luas dan memegang peran signifikan dalam rantai suplai. Penelusuran terhadap mereka dipastikan akan terus dilanjutkan, mengingat keberadaan mereka bisa menjadi kunci untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

 

Di lapangan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut memang dipakai sebagai titik operasi peredaran narkoba. Dari hasil penggeledahan, tim menyita narkotika berupa 124,39 gram ganja serta 62,77 gram sabu. Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas transaksi di wilayah tersebut bukan sekadar pada level kecil untuk penggunaan pribadi, melainkan telah masuk ke skala peredaran aktif yang melibatkan banyak pihak. Selain narkotika, barang-barang lain yang ditemukan juga memperkuat dugaan adanya kegiatan perdagangan terorganisasi. Tim menyita mesin penghitung uang yang biasanya digunakan untuk mempercepat proses transaksi, dua buah brankas yang diduga menyimpan catatan keuangan atau barang bernilai, tiga timbangan digital yang sering digunakan untuk menakar sabu atau ganja sebelum dijual, serta uang tunai sebesar Rp8.230.000 yang diyakini hasil transaksi pada hari-hari sebelumnya.

 

Baca Juga:
Posyandu Garda Terdepan: Tinawati Andra Soni Sentuh Hati Kader dengan Permainan Edukatif Ular Tangga BKB Emas

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan 31 unit telepon genggam yang kemungkinan besar digunakan para pelaku untuk berkomunikasi, mengatur transaksi, dan menghubungi pelanggan secara terpisah untuk menghindari pelacakan. Ada pula 13 unit CCTV yang terpasang di berbagai titik untuk memantau pergerakan orang luar dan memberikan peringatan cepat jika ada aparat mendekat. Sementara itu, ditemukannya tiga senapan angin serta 13 senjata tajam menunjukkan bahwa para pelaku memiliki persiapan untuk melawan atau mengintimidasi pihak-pihak tertentu apabila aktivitas mereka terancam. Fakta-fakta ini menjadi bukti bahwa lokasi tersebut telah berkembang menjadi area yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai wilayah pertahanan bagi kelompok-kelompok kriminal yang aktif beroperasi.

 

Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Aldrin Hutabarat, menegaskan bahwa operasi seperti ini merupakan bagian dari implementasi nyata mandat nasional dalam memberantas narkoba. Ia menyampaikan bahwa operasi gabungan akan terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rentan. Penegasan ini selaras dengan Asta Cita Presiden mengenai pemberantasan narkoba sebagai upaya menyeluruh untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman zat berbahaya yang dapat merusak masa depan. Aldrin menambahkan bahwa BNN, TNI, serta Polri tidak akan pernah berhenti mengejar pelaku dan sindikat narkoba di Indonesia. Menurutnya, operasi besar di Berlan adalah bentuk nyata dari upaya tersebut, dan tindakan seperti ini akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan situasi di lapangan.

 

Operasi semacam ini menjadi salah satu bentuk pendekatan yang menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui penindakan sporadis, tetapi harus dilakukan secara masif, terukur, dan berkelanjutan. Di kawasan padat penduduk seperti Berlan, pendekatan ini sangat penting karena wilayah demikian sering kali dijadikan tempat bagi jaringan narkotika untuk menyamar di antara aktivitas warga umum. Dengan hadirnya aparat dalam skala besar, diharapkan komunitas di sekitar lokasi dapat merasa aman serta menyadari bahwa pihak berwenang memantau dan siap bergerak kapan saja.

 

Namun, upaya penegakan hukum saja tidak cukup untuk mengakhiri peredaran narkotika. Masyarakat memegang peran besar dalam mendukung pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Karena itu, BNN mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila melihat aktivitas yang mencurigakan. Call Center BNN: 184 dan nomor 081221675675 disediakan sebagai kanal cepat untuk pelaporan. Dengan pelibatan masyarakat, upaya ini diharapkan semakin efektif karena warga setempat biasanya lebih memahami pola aktivitas yang terjadi di lingkungannya.

 

Baca Juga:
BPS Rekrut 190 Ribu Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 demi Pemetaan Usaha Nasional

Penindakan di Berlan tidak hanya menjadi operasi rutin, tetapi juga simbol dari langkah besar untuk membangun lingkungan yang aman serta mendukung visi Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba. Dengan keberhasilan mengamankan para pelaku, menyita barang bukti, serta memetakan jaringan yang lebih luas, operasi ini menjadi peringatan keras bagi para pengedar maupun pengguna bahwa seluruh aparat keamanan bersatu untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita