PROLOGMEDIA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, arus penumpang transportasi umum diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Untuk memastikan pelayanan publik dan keamanan berjalan optimal, Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, S.I.K., dari Korps Sabhara Baharkam Polri, melakukan pengecekan langsung ke dua stasiun utama di Jakarta pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Pagi itu, Brigjen Pol Fadillah tiba di Stasiun Gambir pada pukul 11.15 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Stasiun Gambir, Raja Husein Harahap. Dalam kesempatan ini, Brigjen Pol Fadillah memantau secara detail berbagai aspek mulai dari kesiapan personel keamanan, kelancaran operasional, hingga kesiapan sarana dan prasarana stasiun. Raja Husein menjelaskan bahwa kondisi Kamtibmas di Stasiun Gambir saat ini aman terkendali. Hingga Selasa siang, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu kelancaran aktivitas di stasiun.
“Pada hari biasa, Stasiun Gambir melayani sekitar 12.000 penumpang. Namun, saat libur Natal dan Tahun Baru, jumlah ini diperkirakan naik hingga 16.000 orang per hari,” ungkap Raja Husein.
Menyikapi potensi lonjakan tersebut, pihak stasiun telah menambah jadwal keberangkatan kereta dan memperpanjang jam operasional. Biasanya, kereta terakhir berangkat pukul 22.00 WIB, namun untuk periode Nataru diperpanjang hingga pukul 00.10 WIB. Penambahan jam operasional ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan penumpang yang datang dari berbagai wilayah.
Selain itu, keamanan di Stasiun Gambir diperkuat dengan sejumlah personel. Terdapat empat personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 44 personel security, dan tiga personel pos polisi yang berjaga untuk memastikan keamanan penumpang. Kehadiran Brigjen Pol Fadillah di Stasiun Gambir menjadi momen penting untuk mengecek kesiapan dan koordinasi antara pihak stasiun dan aparat keamanan.
Setelah melakukan pengecekan di Stasiun Gambir, Brigjen Pol Fadillah melanjutkan kunjungan ke Stasiun Pasar Senen pada pukul 12.00 WIB. Kepala Stasiun Pasar Senen, Leno, menyambut kedatangan rombongan dengan memberikan paparan terkait kondisi terkini stasiun. Menurut Leno, situasi Kamtibmas di kawasan dalam stasiun tetap aman terkendali dan nihil kejadian menonjol. Namun, ia menyoroti adanya sejumlah tindak kriminal yang terjadi di sekitar kawasan stasiun dan kemudian dilaporkan kepada pihak keamanan. Hal ini menjadi perhatian bagi pihak stasiun dan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan di area sekitar stasiun.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama libur Nataru. Salah satunya adalah penambahan jadwal keberangkatan kereta. Dari sebelumnya hanya 34 keberangkatan per hari, jumlah ini ditingkatkan menjadi 41 keberangkatan. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan dan memberikan lebih banyak pilihan waktu perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik atau berlibur bersama keluarga. Penambahan jadwal ini juga ditunjang dengan kesiapan kru kereta, perawatan sarana, serta koordinasi intensif antara pihak stasiun dan unit keamanan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Tidak hanya menambah frekuensi perjalanan, Stasiun Pasar Senen juga terus memperkuat layanan publik dengan penerapan teknologi terbaru. Leno menjelaskan bahwa sistem pemesanan tiket kini lebih terintegrasi melalui aplikasi KAI Access. Dengan aplikasi tersebut, penumpang tidak perlu lagi mengantre panjang di loket, sehingga mobilitas di area stasiun menjadi lebih tertib dan efisien. Penumpang dapat melakukan pemesanan, pembayaran, hingga check-in secara mandiri dari gawai masing-masing.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah penggunaan teknologi face recognition untuk proses identifikasi penumpang. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk mengenali identitas penumpang secara otomatis, sehingga mempercepat proses boarding dan meminimalkan risiko antrean panjang di pintu masuk peron. Selain efisien, teknologi ini juga meningkatkan aspek keamanan dengan memastikan hanya penumpang yang terdaftar yang dapat mengakses area peron.
Baca Juga:
BNN Sikat Jaringan Narkoba Sumbar-Banten, 8 Kg Sabu Diamankan!
Dalam aspek kesehatan, pihak stasiun juga tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat, terutama terkait potensi kelelahan perjalanan panjang. Selama masa libur Nataru, Posko Kesehatan Gabungan kembali diaktifkan. Posko ini melibatkan tenaga medis dari PMI, Puskesmas, serta petugas kesehatan dari kecamatan setempat. Posko tersebut menyediakan layanan pertolongan pertama, pengecekan kesehatan, hingga fasilitas istirahat sementara bagi penumpang yang membutuhkan.
Untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali, Stasiun Pasar Senen dikerahkan 6 personel Polsuska, 48 personel security, dan satu pos polisi yang aktif memantau setiap pergerakan di kawasan stasiun. Koordinasi antara personel keamanan stasiun dan aparat Polri dilakukan secara intensif, termasuk dalam hal monitoring CCTV, patroli area, serta antisipasi potensi tindak kejahatan seperti pencopetan, penipuan, dan aksi premanisme.
Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, dalam pengecekannya, menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak, baik internal stasiun maupun eksternal seperti Kepolisian dan petugas kesehatan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa periode libur Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu momen dengan mobilitas masyarakat tertinggi sehingga dibutuhkan antisipasi sejak dini dan kerja sama lintas instansi.
Kegiatan pengecekan ini juga bertujuan memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana pendukung telah siap menghadapi lonjakan penumpang. Brigjen Pol Fadillah tidak hanya memantau keamanan, tetapi juga meninjau kesiapan layanan seperti ruang tunggu, loket tiket, area boarding, dan jalur evakuasi. Setiap detail menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan informasi perjalanan, kelancaran alur masuk dan keluar penumpang, hingga kesiapan fasilitas umum seperti toilet dan ruang tunggu khusus disabilitas.
Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat kesiapan fisik, tetapi juga memastikan koordinasi komando di lapangan berjalan optimal. Diskusi dilakukan dengan petugas stasiun mengenai pola pengamanan, sistem komunikasi darurat, hingga pola pergerakan penumpang pada jam-jam padat. Brigjen Pol Fadillah menekankan pentingnya komunikasi cepat antar-unit serta kepekaan terhadap situasi lapangan agar potensi masalah dapat diatasi sebelum berkembang.
Tidak hanya itu, ia juga memberikan arahan khusus terkait langkah-langkah preventif yang harus dilakukan untuk menekan kasus kriminal di sekitar stasiun. Mengingat laporan adanya tindak kriminal di luar kawasan stasiun Pasar Senen, Brigjen Pol Fadillah mendorong personel keamanan dan aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli perimeter sehingga penumpang merasa aman sejak mereka tiba di kawasan stasiun.
Upaya PT KAI dalam meningkatkan kenyamanan penumpang turut menjadi perhatian. Mulai dari pembenahan fasilitas, penambahan kursi di ruang tunggu, hingga perbaikan jalur akses transportasi penunjang seperti ojek online dan taksi. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan penumpang yang datang dari berbagai daerah tidak mengalami hambatan sejak memasuki kawasan stasiun.
Setelah rangkaian pengecekan di dua stasiun tersebut, Brigjen Pol Fadillah menyusun laporan lengkap mengenai hasil evaluasi lapangan dan menyampaikannya kepada Kakorsabhara Baharkam Polri. Laporan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memastikan pengamanan Nataru 2025 berjalan sukses, aman, dan terkendali. Dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun, keberadaan aparat di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas serta memberikan rasa aman kepada setiap penumpang.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum dengan tingkat mobilitas tinggi, menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga keamanan publik. Kegiatan pengecekan seperti ini menunjukkan bahwa setiap aspek kesiapan, baik teknis maupun nonteknis, terus diperhatikan. Masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, tanpa rasa waswas, serta menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga.
Baca Juga:
SEMAJA: Restoran Indonesia Modern yang Wajib Dikunjungi di Menteng!
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh PT KAI, pihak stasiun, dan aparat keamanan, diharapkan pelayanan transportasi selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar. Polri akan terus melakukan monitoring dan pengawasan agar masyarakat dapat merasakan langsung dampak dari upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus transportasi nasional.









