Menu

Mode Gelap

Wisata · 26 Des 2025 18:09 WIB

Bus Pariwisata Bandel di Lembang, Klakson Telolet Dicopot Demi Keselamatan Wisatawan


 Bus Pariwisata Bandel di Lembang, Klakson Telolet Dicopot Demi Keselamatan Wisatawan Perbesar

PROLOGMEDIA – Sejak beberapa waktu terakhir, kawasan wisata Lembang di Kabupaten Bandung Barat tengah menjadi magnet bagi ribuan wisatawan yang ingin menikmati momen libur panjang Natal dan menjelang Tahun Baru. Iring-iringan kendaraan dari berbagai daerah membanjiri rute menuju lokasi-lokasi populer seperti Floating Market, Farmhouse Susu Lembang hingga tempat-tempat kuliner khas Bandung Utara. Namun di balik riuhnya kunjungan wisatawan, ada satu fenomena yang kembali mencuri perhatian pengunjung dan petugas jalur wisata: hadirnya bus pariwisata yang masih membunyikan klakson telolet meskipun sudah dilarang keras.

Fenomena bus berklakson telolet ini bukan hal baru di jalan-jalan wisata Nusantara. Lagu khas suara “telolet” yang akhir-akhir ini sempat viral menjadi bagian dari budaya jalanan yang disukai banyak orang, terutama anak-anak muda dan keluarga yang mengabadikan suaranya lewat video pendek. Namun di kawasan wisata Lembang, fenomena ini justru dianggap membahayakan keselamatan. Sebab klakson telolet pada bus pariwisata tidak hanya membuat bising jalanan, tapi menurut petugas, berpotensi memengaruhi fungsi pengereman kendaraan itu sendiri.

Pelarangan penggunaan klakson telolet pada bus pariwisata di Lembang sudah diberlakukan sejak beberapa waktu lalu. Aturan ini dibuat untuk melindungi keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain yang berbagi ruang dengan kendaraan besar seperti bus. Klakson jenis ini, kebanyakan dipasang dengan cara yang kurang aman, kadang dikaitkan dengan sistem rem angin sehingga jika digunakan berlebihan, bisa mengganggu performa rem ketika kendaraan berada di jalur menurun atau padat kendaraan.

Meski demikian, larangan tersebut tampaknya belum sepenuhnya dipatuhi oleh semua pengusaha bus dan sopir. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, petugas masih menemukan sejumlah bus pariwisata yang menggunakan klakson telolet di rute menuju kawasan wisata Lembang. Temuan itu terjadi saat petugas menggelar “ramp check” atau pemeriksaan kelayakan kendaraan, sebagai bagian dari persiapan keamanan lalu lintas menghadapi lonjakan wisatawan di periode liburan.

Kepala Dishub Kabupaten Bandung Barat menjelaskan bahwa pihaknya sengaja turun langsung mengecek kondisi bus pariwisata yang beroperasi di jalur tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak hanya soal dokumen dan kelengkapan administratif, tetapi juga aspek teknis kendaraan yang bisa berdampak pada keselamatan. Dari sepuluh unit bus dan elf yang diperiksa, semuanya dinyatakan laik jalan dan dalam kondisi aman secara umum. Namun satu hal yang cukup mengejutkan adalah masih adanya bus yang menggunakan klakson telolet padahal sudah sejak lama dilarang.

Menanggapi temuan itu, petugas tidak tinggal diam. Klakson telolet yang terpasang pada bus tersebut langsung dicopot dan disita sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pelanggaran. “Begitu ditemukan, kami langsung copot dan menyita perangkat klakson tersebut. Kami tekankan kepada semua pihak bahwa penggunaan klakson telolet dilarang karena dapat membahayakan,” ujar pejabat Dishub saat di lokasi pemeriksaan.

Baca Juga:
Resbob Dipecat GMNI dan Terjerat Kasus Hinaan: Pelajaran Bagi Kreator Konten

Pencopotan klakson tersebut bukan hanya sekadar tindakan simbolis. Menurut petugas, perangkat klakson yang disita itu dipastikan dapat berpengaruh pada sistem pengereman apabila masih terpasang secara langsung pada sistem rem angin bus. Kondisi seperti ini kerap muncul karena pemasangan klakson telolet oleh beberapa pengusaha bus dilakukan tanpa memperhatikan aspek teknis keselamatan yang benar. Ini menimbulkan risiko bagi penumpang bus sendiri, maupun pengendara lain di jalur wisata yang sering padat kendaraan.

Selain fokus pada klakson, pemeriksaan petugas juga melibatkan beberapa aspek tambahan. Petugas dari Dishub bersama Kepolisian melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, kondisi mesin, ban, rem, lampu, serta pemeriksaan dokumen pengemudi. Mereka memastikan seluruh bus pariwisata yang masuk ke kawasan wisata dalam kondisi yang benar-benar aman untuk membawa penumpang. Dalam pemeriksaan tersebut, seluruh sopir juga menjalani tes urine guna memastikan tidak ada yang berada di bawah pengaruh narkotika atau zat yang bisa memengaruhi kemampuan mengemudi. Hasilnya cukup menggembirakan, karena semua sopir dinyatakan bersih dari narkotika dan zat terlarang.

Pemeriksaan menyeluruh ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus wisatawan yang memadati kawasan Lembang. Di momen liburan Natal, tercatat puluhan ribu kendaraan masuk ke kawasan itu sejak dini hari hingga siang hari. Data sementara menunjukkan ribuan kendaraan yang datang dari berbagai wilayah seperti Jakarta dan sekitarnya, menjadikan arus lalu lintas semakin padat terutama di titik-titik tertentu seperti gerbang masuk objek wisata, Simpang Beatrix, dan Jalan Panorama di depan Pasar Lembang. Polisi dan petugas Dishub pun menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah secara parsial untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Keberadaan bus pariwisata yang masih membunyikan klakson telolet di tengah upaya pengaturan ini tidak hanya memunculkan isu keselamatan saja, tapi juga mencerminkan dinamika antara kebiasaan populer masyarakat dengan kebutuhan pengaturan lalu lintas yang lebih profesional. Di satu sisi, fenomena “telolet” sempat menjadi bagian dari budaya populer yang membawa hiburan bagi sebagian orang. Namun dalam konteks tempat wisata yang ramai dan jalur perjalanan yang padat, bunyi klakson yang tidak pada tempatnya bisa menambah kebisingan, mengganggu konsentrasi pengemudi lain, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Pihak kepolisian juga turut memberikan perhatian ekstra atas lonjakan kunjungan wisatawan. Personel lalu lintas disiagakan di sejumlah simpul kemacetan untuk mengatur arus kendaraan. Mereka terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan pengaturan lalu lintas agar perjalanan wisatawan lebih lancar dan aman. Pengunjung yang datang dari luar kota tampak memenuhi ruas jalan utama, terlihat dari dominasi plat kendaraan luar daerah terutama dari Jakarta dan sekitarannya.

Melihat perkembangan ini, pemerintah daerah kembali mengingatkan kepada semua pihak terkait pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara. Tidak hanya soal larangan klakson telolet, namun juga menaati batas kecepatan, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan memperhatikan keselamatan penumpang selama perjalanan. Dengan demikian, mereka berharap momentum liburan ini dapat dinikmati semua pihak tanpa hambatan berarti serta memperkecil potensi terjadinya kecelakaan.

Baca Juga:
Bencana Jadi Titik Balik, 22 Izin Usaha Kehutanan Dicabut di Sumatera

Upaya penegakan aturan seperti pencopotan klakson telolet ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan Lembang. Sementara itu, liburan panjang masih berlangsung dan diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat hingga memasuki puncak Tahun Baru. Semua pihak pun berharap koordinasi dan kesadaran masyarakat akan aturan keselamatan dapat terus ditingkatkan demi terciptanya perjalanan wisata yang aman dan menyenangkan.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Alternatif Destinasi Liburan Tenang di Tengah Ramainya Nataru 2025

26 Desember 2025 - 19:35 WIB

Trending di Wisata