Menu

Mode Gelap

Blog · 19 Des 2025 20:25 WIB

Cara Tepat Menyimpan Daging Ayam di Kulkas agar Tetap Segar, Aman, dan Tahan Lama


 Man taking package of fresh chicken thights out of refrigerator Perbesar

Man taking package of fresh chicken thights out of refrigerator

PROLOGMEDIA – Menyimpan daging ayam di dalam kulkas mungkin terdengar seperti rutinitas sederhana, tetapi sebenarnya ada banyak hal penting yang perlu diperhatikan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Daging ayam merupakan bahan makanan yang sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter, yang bisa menyebabkan keracunan makanan jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan ayam dengan tepat bukan hanya soal menjaga kesegaran, tetapi juga menjaga kesehatan keluarga secara keseluruhan.

 

Langkah pertama sebelum menyimpan ayam di lemari es adalah melakukan persiapan yang benar. Banyak orang bertanya-tanya apakah ayam mentah perlu dicuci sebelum disimpan. Para ahli justru menyarankan agar ayam tidak dicuci terlebih dahulu karena percikan air saat mencuci bisa menyebarkan bakteri ke permukaan dapur dan peralatan lain, yang berisiko menyebabkan kontaminasi silang. Jika ayam sudah terlanjur dicuci, pastikan untuk mengeringkannya dengan tisu dapur sebelum disimpan. Karena itu, beberapa orang memilih langsung memisahkan ayam mentah dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak. Dengan membagi ayam ke dalam porsi yang lebih kecil, kita bisa menghindari membuka dan menutup kemasan berulang kali, sehingga mengurangi perubahan suhu yang drastis pada daging yang tidak digunakan.

 

Setelah ayam dalam porsi yang tepat, langkah selanjutnya adalah memilih wadah yang tepat. Ayam sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara atau dibungkus rapat dengan plastik khusus makanan atau plastic wrap. Wadah yang rapat ini berfungsi untuk mencegah bakteri dari ayam menyebar ke makanan lain di dalam kulkas, sekaligus menjaga kelembapan dan kesegaran daging. Pastikan wadah yang digunakan tahan bocor agar cairan dari ayam tidak merembes dan mencemari rak atau makanan lain.

 

Salah satu aspek krusial dalam penyimpanan adalah pengaturan suhu di dalam kulkas. Daging ayam mentah sebaiknya disimpan di bagian chiller dengan suhu ideal antara 0°C hingga 4°C. Suhu yang rendah berfungsi memperlambat pertumbuhan bakteri tanpa membuat daging membeku. Penggunaan termometer khusus untuk kulkas bisa sangat membantu memastikan suhu selalu berada dalam kisaran aman ini.

 

Selain suhu, posisi penyimpanan ayam di dalam kulkas juga sangat penting. Tempat terbaik untuk menyimpan ayam mentah adalah pada rak paling bawah. Dengan menempatkannya di bagian bawah, tetesan cairan dari ayam tidak akan menetes ke makanan lain yang berada di bawahnya, terutama makanan yang sudah siap santap seperti sayuran, buah-buahan, atau makanan yang sudah dimasak. Hal ini sesuai dengan pedoman keamanan makanan yang menekankan pentingnya menghindari kontaminasi silang.

 

Baca Juga:
Budidaya Nemo dan Kuda Laut di Pulau Tidung Kecil Jadi Pusat Edukasi dan Konservasi Laut

Berbeda lagi dengan ayam yang sudah dimasak. Ayam matang harus didinginkan terlebih dahulu pada suhu ruang selama tidak lebih dari dua jam setelah dimasak. Setelah itu, simpan ayam matang dalam wadah tertutup rapat di bagian tengah atau atas kulkas. Dengan cara ini, kualitas rasa dan tekstur ayam matang tetap terjaga sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri.

 

Bagi yang ingin menyimpan ayam dalam waktu lebih lama, freezer menjadi solusi yang efektif. Suhu freezer yang ideal adalah -18°C atau lebih rendah, di mana pertumbuhan bakteri hampir sepenuhnya berhenti. Dengan kondisi beku ini, ayam bisa disimpan jauh lebih lama tanpa mengurangi keamanan konsumsinya. Namun, ada teknik khusus agar kualitas daging tetap terjaga, seperti membungkus daging ayam dengan rapat menggunakan plastic wrap lalu lapisi lagi dengan aluminium foil tebal. Selanjutnya, simpan dalam kantong plastik khusus freezer yang kedap udara. Teknik ini bertujuan untuk mencegah freezer burn, yaitu kondisi di mana permukaan daging menjadi kering dan berubah warna akibat paparan udara dingin secara langsung.

 

Dalam penyimpanan jangka panjang, memisahkan ayam menjadi porsi kecil sebelum dibekukan sangat dianjurkan. Selain memudahkan proses pencairan, hal ini juga menghindari kebutuhan untuk mencairkan seluruh stok ketika hanya ingin menggunakan sebagian saja. Ketika waktu memasak tiba, ada beberapa metode pencairan yang aman. Cara paling aman adalah memindahkan ayam dari freezer ke rak bawah kulkas dan membiarkannya mencair secara perlahan selama beberapa jam atau semalaman. Alternatif lain adalah merendam ayam yang masih terbungkus rapat di dalam air dingin, dengan mengganti air setiap 30 menit. Jika menggunakan microwave untuk mencairkan, pastikan ayam segera dimasak setelah proses ini selesai. Hindari mencairkan ayam pada suhu ruang karena hal ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang cepat.

 

Selain semua langkah penyimpanan di atas, penting juga untuk mengenali tanda-tanda ayam yang sudah tidak layak konsumsi. Ayam segar biasanya memiliki warna merah muda cerah dengan tekstur yang lembap dan bau yang sangat ringan atau hampir tidak berbau. Ketika ayam sudah mulai membusuk, aromanya akan berubah menjadi bau amis yang menyengat, asam, atau menyerupai amonia. Warna daging yang berubah menjadi abu-abu atau kehijauan, serta munculnya lendir atau tekstur yang licin saat disentuh, juga merupakan indikasi jelas bahwa ayam tersebut harus dibuang demi menghindari risiko kesehatan.

 

Tidak kalah penting adalah memahami berapa lama ayam aman disimpan. Untuk ayam mentah yang disimpan di chiller, umumnya aman dikonsumsi dalam waktu 1–2 hari. Sementara ayam matang bisa bertahan lebih lama, yaitu sekitar 3–4 hari di kulkas. Jika disimpan dalam freezer pada suhu yang tepat, ayam mentah utuh bisa bertahan hingga 1 tahun, sedangkan potongan ayam bisa bertahan antara 4–9 bulan. Ayam yang sudah dimasak dan dibekukan pun bisa bertahan antara 2–6 bulan. Untuk memudahkan pengelolaan stok, sebaiknya beri label tanggal pada setiap kemasan sebelum disimpan.

 

Baca Juga:
Pengamanan Kilang dan Terminal Pertamina Diperkuat: TNI AD Mulai Bertugas Mulai Desember

Dengan menerapkan semua panduan ini, Anda tidak hanya menjaga kualitas dan rasa daging ayam, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko penyakit bawaan makanan. Penyimpanan yang benar adalah investasi kecil yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan efisiensi dapur sehari-hari.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

7 Cara Efektif Mengusir Laron yang Sering Muncul Usai Hujan di Rumah

22 Desember 2025 - 22:42 WIB

Trending di Blog