Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Nov 2025 08:56 WIB

Cianjur Berduka: Banjir Longsor Landa 5 Kecamatan, Ulurkan Tangan!


 Cianjur Berduka: Banjir Longsor Landa 5 Kecamatan, Ulurkan Tangan! Perbesar

CIANJUR – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah lima kecamatan dilanda bencana banjir dan longsor pada Selasa (11/11/2025) petang. Bencana alam ini mengakibatkan akses jalan terputus, jembatan gantung ambruk, dan sejumlah rumah serta lahan pertanian warga tertimbun material longsor. Lima kecamatan yang terdampak bencana ini adalah Mande, Cugenang, Naringgul, Cidaun, dan Tanggeung. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari menjadi pemicu utama terjadinya banjir dan longsor.

Sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan bahwa banjir terparah terjadi di Kecamatan Tanggeung. Luapan Sungai Cibuni menyebabkan jembatan merah, yang merupakan jembatan gantung penghubung Desa Pageurmaneh dan Desa Karangtengah, ambruk dan terputus total. Akibatnya, akses transportasi warga di kedua desa tersebut lumpuh.

Asep Sudrajat menyampaikan bahwa luapan Sungai Cibuni menyebabkan jembatan gantung penghubung dua desa terputus hingga menyebabkan akses warga lumpuh. Selain di Tanggeung, banjir juga melanda Kecamatan Cidaun. Beberapa hektare sawah warga terendam air setelah tanggul penahan air jebol dihantam luapan sungai. Kerugian yang dialami para petani akibat banjir ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, longsor terjadi di Kecamatan Mande, Cugenang, dan Naringgul. Di Kecamatan Mande dan Cugenang, material longsor menimbun akses jalan kampung, sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas. Sedangkan di Kecamatan Naringgul, longsor menyebabkan sawah warga tertimbun material tanah dan batu. Asep Sudrajat menambahkan bahwa longsor terjadi di tiga kecamatan, dan khususnya di Mande, ada rumah yang terdampak tapi tidak sampai rusak berat.

Akibat bencana banjir dan longsor ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Cianjur telah mendirikan posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan, minuman, pakaian, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi. Selain itu, tim medis juga diterjunkan ke lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi.

Meskipun bantuan terus berdatangan, namun para pengungsi masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Mereka berharap agar para donatur dapat memberikan bantuan berupa uang tunai, bahan makanan, pakaian, atau perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.

Akibat jembatan gantung yang ambruk dan akses jalan yang tertimbun longsor, sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur terisolasi. Pemerintah Kabupaten Cianjur telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan perbaikan jembatan dan membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Proses perbaikan infrastruktur ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.

Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, BPBD mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga:
Pilot dan Kru Helikopter Bagikan Al-Qur’an untuk Anak Terdampak Banjir Aceh Tamiang

BPBD juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan, karena dapat menyebabkan BPBD juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan, karena dapat menyebabkan penyumbatan dan memperparah risiko banjir. Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya longsor, seperti menebang pohon di lereng bukit atau membangun rumah di daerah yang tidak stabil.

Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya untuk menanggulangi dampak bencana banjir dan longsor ini. Selain menyalurkan bantuan dan melakukan perbaikan infrastruktur, pemerintah juga akan melakukan kajian terhadap penyebab terjadinya bencana ini. Kajian ini akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana mitigasi bencana yang lebih efektif di masa depan. Pemerintah juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Cianjur ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti penebangan hutan dan alih fungsi lahan, dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana alam. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan agar terhindar dari bencana alam yang merugikan.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang menimpa warganya. Ia berjanji akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu para korban dan memulihkan kondisi wilayah yang terdampak bencana. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu membantu para korban dan meringankan beban mereka.

Bencana ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong antar sesama. Mari kita tunjukkan kepedulian kita kepada para korban bencana di Cianjur dengan memberikan bantuan dan dukungan semaksimal mungkin. Dengan bersatu padu, kita dapat melewati masa sulit ini dan membangun kembali Cianjur yang lebih baik.

Kejadian ini juga menyoroti perlunya penanganan yang lebih komprehensif terhadap masalah tata ruang dan lingkungan di wilayah rawan bencana. Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan terhadap pembangunan di daerah resapan air dan lereng bukit, serta memastikan bahwa setiap pembangunan telah memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan investasi dalam pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana, seperti sistem drainase yang baik, tanggul penahan air, dan sistem peringatan dini bencana.

Baca Juga:
Empat Destinasi Wisata Tersembunyi di Sragen: Dari Museum Purba hingga Waduk Menawan

Dengan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan Kabupaten Cianjur dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa depan. Mari kita belajar dari pengalaman ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri kita sendiri, keluarga kita, dan lingkungan kita dari dampak buruk bencana alam.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita