CILEGON – Kota Cilegon bersiap untuk menjadi pusat perhatian dunia olahraga Provinsi Banten! Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon tengah bekerja keras mematangkan persiapan untuk menjadi tuan rumah tiga event olahraga bergengsi tingkat provinsi pada tahun 2026 mendatang.
Kepala Disporapar Cilegon, Sakri Jasiman, mengungkapkan bahwa Kota Cilegon telah resmi terpilih menjadi tuan rumah untuk tiga event olahraga sekaligus, yaitu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Banten, olahraga tradisional tingkat Provinsi Banten, dan Paralympic tingkat Provinsi Banten.
“Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi Kota Cilegon. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan event-event ini dengan sukses dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para atlet dan seluruh masyarakat Banten,” ujar Sakri Jasiman dengan semangat.
Namun, menjadi tuan rumah sebuah event olahraga bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan tentu saja, dukungan anggaran yang memadai. Disporapar Cilegon pun menyadari betul tantangan ini dan telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan tiga event olahraga tersebut.
Stadion Geger dan Alun-Alun Cilegon Siap Jadi Arena Pertempuran Para Atlet
Sakri menjelaskan bahwa pelaksanaan tiga event olahraga ini tidak hanya akan terpusat di Stadion Geger Cilegon saja. Beberapa lokasi lain di Kota Cilegon juga akan dimanfaatkan sebagai arena pertandingan, termasuk Alun-Alun Cilegon, Aula DPRD Cilegon, dan Aula Kominfo Cilegon.
“Kami ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Cilegon dalam perhelatan akbar ini. Dengan memanfaatkan berbagai lokasi, kami berharap dapat menghadirkan suasana yang meriah dan semarak di seluruh penjuru kota,” tutur Sakri.
Anggaran Terbatas Bukan Halangan, Disporapar Cilegon Optimis Bisa Sukses
Untuk mempersiapkan tiga event olahraga ini, Disporapar Cilegon telah mengajukan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Namun, karena adanya efisiensi anggaran dan keperluan lain-lain, anggaran yang disetujui hanya sebesar Rp 8,5 miliar.
Meskipun anggaran yang tersedia lebih kecil dari yang diharapkan, Sakri Jasiman tetap optimis bahwa Disporapar Cilegon mampu menyelenggarakan tiga event olahraga ini dengan sukses.
“Kami menyadari bahwa anggaran yang kami miliki terbatas. Namun, kami tidak akan menyerah. Kami akan bekerja keras, berinovasi, dan mencari solusi kreatif untuk memaksimalkan anggaran yang ada,” tegas Sakri.
Baca Juga:
Kapolres Serang Ikut Naik Mobil Komando Kawal Aksi Buruh Tuntut Kenaikan UMK
Sakri menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kebutuhan sebagai tuan rumah kepada Wali Kota Cilegon. Sebagai tuan rumah, Cilegon tidak hanya menyiapkan tempat atau acara saja tetapi juga harus menyiapkan atlet.
“Sudah kita sampaikan ke Pak Wali kebutuhan kita sebagai tuan rumah, kalau tuan rumah kan bukan hanya menyiapkan tempat atau acara saja tapi harus menyiapkan untuk atlet, jadi double,” jelasnya.
Anggaran Rp 8,5 miliar untuk tiga event tingkat Provinsi Banten tersebut murni berasal dari APBD Kota Cilegon. Namun, secara bertahap, Disporapar Cilegon akan menyasar kepada CSR (Corporate Social Responsibility) dari berbagai perusahaan untuk ikut serta meramaikan tiga event tersebut.
“Jadi, Rp 8,5 miliar itu sudah semua termasuk uang saku atlet, uang pelatih, termasuk persiapan acaranya juga. Ya, cukup ga cukup bakal dicukupi,” ujar Sakri dengan nada penuh keyakinan.
Dukungan Semua Pihak Sangat Diharapkan
Sakri Jasiman berharap agar seluruh pihak dapat mendukung Disporapar Cilegon dalam mempersiapkan tiga event tingkat Provinsi Banten ini. Ia menekankan bahwa kesuksesan penyelenggaraan event-event ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Disporapar saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Kota Cilegon.
“Ini bukan hanya event Disporapar saja, tapi menjaga nama baik Kota Cilegon. Semoga semua pihak dapat mendukung terutama dari sisi anggaran,” harap Sakri.
Jadwal Padat Menanti, UMKM dan OPD Siap Berkolaborasi
Sakri menyampaikan bahwa rentang waktu pelaksanaan tiga event tersebut cukup berdekatan. Popda akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026, diikuti oleh Paralympic pada bulan Juni juga dengan selisih waktu sekitar satu minggu. Sementara itu, olahraga tradisional akan dilaksanakan pada bulan November 2026.
Untuk mensukseskan agenda event olahraga ini, Disporapar Cilegon akan melibatkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan berkolaborasi dengan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berpartisipasi dalam event ini. Selain itu, kami juga akan menjalin kerjasama dengan OPD-OPD terkait untuk memastikan bahwa semua aspek penyelenggaraan berjalan lancar,” pungkas Sakri.
Baca Juga:
Manfaat Treadmill untuk Kesehatan Tubuh: Dari Pembakaran Kalori hingga Peningkatan Kualitas Tidur
Dengan persiapan yang matang, semangat yang membara, dan dukungan dari seluruh pihak, Kota Cilegon siap untuk menggebrak Banten dan menyelenggarakan tiga event olahraga bergengsi dengan sukses!









