Menu

Mode Gelap

Wisata · 5 Nov 2025 20:30 WIB

Curug 3 Helipad: Liburan Singkat di Tengah Keindahan Alam Sukabumi


 Curug 3 Helipad: Liburan Singkat di Tengah Keindahan Alam Sukabumi Perbesar

SUKABUMI – Di balik rimbunnya kebun teh yang menghijau di kaki Gunung Salak, tersembunyi sebuah oase kesegaran yang menanti untuk dijelajahi. Curug 3 Helipad, atau yang juga dikenal dengan nama Curug Sentral III, menawarkan pelarian dari hiruk pikuk kota dengan keindahan alamnya yang masih alami dan terjaga.

Pagi itu, kabut tipis masih enggan beranjak dari lereng gunung, menciptakan suasana magis saat langkah kaki mulai menapaki jalan setapak yang menurun curam. Suara gemericik air semakin jelas terdengar, memecah keheningan pagi dan mengundang rasa penasaran untuk segera tiba di tujuan.

Setibanya di lokasi, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan air terjun yang megah. Dua aliran air besar mengucur deras dari tebing batu yang dipenuhi lumut hijau, membentuk tirai putih yang kontras dengan dinding alam di sekitarnya.

Di bawahnya, kolam dangkal berwarna kehijauan memantulkan cahaya mentari pagi, menciptakan efek visual yang menenangkan.

Pengunjung terlihat menikmati kesegaran air, bermain cipratan, dan mengabadikan momen indah dengan latar belakang curug yang mempesona. Di tepi sungai kecil yang menjadi aliran keluar, sandal dan sepatu tertata rapi, seolah berbaris menunggu pemiliknya kembali dari petualangan singkat di tengah alam.

Curug 3 Helipad terletak di kawasan kebun teh Jayanegara, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya yang terpencil menjadikannya tempat yang ideal untuk beristirahat dan menjauh dari keramaian kota.

Hamparan hijau kebun teh yang membentang luas sejauh mata memandang memberikan ketenangan dan kesegaran bagi pikiran.

Andri (35), pengelola Curug Sentral III, dengan ramah menyambut setiap pengunjung yang datang. Sambil duduk di bale-bale bambu, ia bercerita tentang asal usul curug dan keindahan alam yang ditawarkannya.

“Curug ini airnya langsung dari Gunung Salak. Banyak pengunjung datang untuk bermain air dan berfoto, apalagi pemandangan kebun tehnya jadi spot favorit,” ujar Andri.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelola selalu mengawasi kondisi air, terutama saat musim hujan. Jika debit air meningkat, pengunjung akan diingatkan untuk menjauh demi keselamatan.

Fasilitas di kawasan ini memang sederhana, namun cukup memadai. Beberapa warung kopi menyediakan mi instan, gorengan, dan teh hangat untuk mengisi perut setelah puas bermain air. Terdapat juga musala kecil dan MCK seadanya untuk kenyamanan pengunjung.

Baca Juga:
Benarkah Minum Kopi Bisa Bikin Gemuk? Simak Penjelasan Ahli

Curug 3 Helipad buka setiap hari hingga pukul 17.00 WIB. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang, ditambah Rp3.000 untuk parkir motor. Harga yang pantas untuk pengalaman menyegarkan di tengah alam yang indah.

Tidak hanya warga Sukabumi, pengunjung juga datang dari berbagai daerah, seperti Bogor, Bandung, Jakarta, bahkan hingga Papua. Ada yang datang bersama keluarga, teman, atau bahkan sendirian, hanya untuk menikmati keindahan Curug 3 Helipad.

Pada akhir pekan, suasana di sekitar curug semakin ramai. Tenda-tenda kecil berdiri di pinggiran kebun teh, sementara petugas rescue dari Cicurug berjaga di lokasi untuk memastikan keamanan pengunjung.

Nadia (17), warga Cibadak, datang bersama teman-temannya setelah menempuh perjalanan satu jam menggunakan sepeda motor. Wajahnya tampak cerah dan gembira setelah bermain air di curug.

“Senang banget bisa main air dan foto-foto bareng teman-teman di sini, pemandangannya keren,” ujarnya sambil tertawa.

Bagi warga sekitar, Curug 3 Helipad bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga sumber penghidupan. Airnya dimanfaatkan untuk mengairi kebun dan menyalakan turbin kecil pembangkit listrik rumahan.

“Dari dulu air curug ini yang kasih hidup kampung,” tutur Eman (52), warga Jayanegara yang rumahnya berada di sekitar curug.

Nama ‘Helipad’ sendiri berasal dari bentuk kawasan di atas curug yang lapang dan datar, menyerupai landasan helikopter. Warga setempat menyebutnya begitu sejak dulu, meskipun tidak pernah ada helikopter yang mendarat di sana.

Saat sore menjelang, kabut tipis mulai turun perlahan, menyapu pucuk-pucuk teh yang berbaris di lereng. Suara air terjun berpadu dengan canda tawa pengunjung, menciptakan harmoni yang menenangkan. Di sela gemuruh air, terdengar samar suara serangga dari balik rimbun dedaunan, menjadi pertanda bahwa alam masih hidup dan terjaga di kaki Gunung Salak.

Curug 3 Helipad adalah destinasi wisata yang cocok bagi mereka yang mencari kesegaran dan ketenangan di tengah alam. Dengan keindahan air terjun, hamparan kebun teh yang menghijau, dan suasana pedesaan yang asri, tempat ini menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Baca Juga:
Cara Meningkatkan Massa Otot dengan Aman dan Sehat

Jadi, tunggu apa lagi? Segera kemas barang Anda dan nikmati kesegaran tersembunyi di kaki Gunung Salak!

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata