Menu

Mode Gelap

Kuliner · 21 Des 2025 22:11 WIB

Daging Meltique, Alternatif Wagyu yang Populer: Seberapa Sehat untuk Dikonsumsi?


 Daging Meltique, Alternatif Wagyu yang Populer: Seberapa Sehat untuk Dikonsumsi? Perbesar

PROLOGMEDIA – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kuliner Indonesia — terutama penggemar steak dan daging premium — diramaikan oleh hadirnya sesuatu yang disebut meltique. Di satu sisi, kata ini menjadi bahan perbincangan menarik di komunitas pecinta daging karena tampilannya yang sangat mirip wagyu. Di sisi lain, banyak pula yang penasaran apakah melahap daging meltique benar-benar sehat, atau sekadar ilusi premium yang mengaburkan fakta di baliknya.

Kalau selama ini wagyu identik dengan kemewahan — daging sapi yang terkenal dengan tekstur lembut, gurih, harga mahal, serta marbling alami khas yang membuatnya meleleh di mulut — maka meltique hadir sebagai versi yang lebih terjangkau dari pengalaman itu. Namun penting untuk memahami bahwa tampilan yang mirip itu bukan berasal dari proses alami seperti pada wagyu. Meltique sebenarnya adalah daging sapi biasa yang menjalani proses khusus agar menyerupai tampilan marbling khas wagyu yang sangat dicari oleh pecinta steak.

Proses pembuatan meltique termasuk teknik yang disebut dengan injeksi lemak atau dalam beberapa referensi dikenal juga dengan nama teknik pique, yakni menyuntikkan lemak ke dalam jaringan serat daging. Lemak yang digunakan dalam proses ini umumnya berasal dari minyak nabati seperti canola oil atau bahkan campuran lemak hewani tertentu. Tujuan utamanya adalah menciptakan pola garisan lemak putih yang tersebar di antara serat daging, sehingga tampak seperti marbling alami yang menjadi ciri khas wagyu.

Bagi banyak orang, hal ini tentu terasa menarik karena memberikan sensasi empuk seperti wagyu tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Harga meltique jauh lebih bersahabat dibandingkan wagyu asli yang bisa berharga beberapa kali lipat lebih tinggi. Karena itu, kini tak hanya restoran mewah yang menjualnya, tetapi juga warung steak, supermarket, dan toko daging modern pun mulai memasukkan meltique dalam daftar menu mereka.

Namun, muncul pertanyaan besar: apakah daging meltique aman dan sehat untuk dikonsumsi dalam jangka panjang? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Untuk memahami ini, pertama perlu dibedakan dulu antara sumber daging dan proses yang membentuknya.

Secara asal usul, wagyu adalah daging dari sapi jenis unggulan yang dibudidayakan dengan perhatian khusus. Sapi-sapi ini diberi pakan khusus, menjalani pemeliharaan terstandar tinggi, dan genetika mereka terjaga untuk menghasilkan lemak intramuskular alami. Lemak ini mengandung berbagai asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3 dan omega-6, yang secara ilmiah diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam keseimbangan yang tepat.

Berbeda halnya dengan meltique. Daging ini berasal dari sapi biasa dengan kandungan marbling minimal atau bahkan tidak ada sama sekali. Marbling yang terlihat pada meltique bukanlah hasil proses alami, tetapi hasil dari teknik injeksi lemak yang membuatnya tampak seperti potongan wagyu. Karena itu, secara struktur nutrisi meltique cenderung berbeda dengan wagyu asli.

Baca Juga:
Pupuk Subsidi Makin Mudah! Alur Dipangkas, Harga Turun, Petani Tersenyum!

Kandungan lemak dalam meltique umumnya lebih tinggi dibandingkan daging sapi biasa karena efek injeksi tersebut. Lemak tambahan ini menyumbang pada jumlah keseluruhan kalori dan lemak jenuh yang masuk ke tubuh ketika daging dimakan. Sementara tubuh manusia memerlukan sejumlah lemak dalam dietnya, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat berkontribusi pada peningkatan level kolesterol LDL — jenis kolesterol yang jika terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

Tidak hanya itu, dalam proses injeksi dan pengolahan meltique, sering kali juga ditambahkan sodium atau garam untuk meningkatkan citarasa. Asupan sodium berlebih diketahui dapat berdampak pada tekanan darah, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama bagi masalah kesehatan jantung. Oleh karena itu, perhatian terhadap jumlah garam dan lemak yang terkandung dalam konsumsi daging sangat penting.

Namun perlu diingat pula bahwa meltique bukanlah sesuatu yang secara intrinsik berbahaya untuk dimakan. Lemak yang disuntikkan — bila berasal dari sumber yang aman seperti minyak nabati yang tidak mengandung bahan berbahaya — tidak akan membuat daging ini langsung menjadi buruk atau tidak aman. Bahan-bahan ini umumnya telah memenuhi standar pangan di negara masing-masing, dan selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, tidak ada bukti kuat bahwa meltique menyebabkan efek negatif kesehatan ekstrim.

Tetapi penting untuk mengonsumsinya dengan bijak. Daging meltique tetap merupakan sumber protein hewani yang berkualitas, menyediakan zat besi, vitamin B12, dan protein penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Namun, karena kandungan lemak yang lebih tinggi, pola makan yang seimbang harus tetap dijaga. Menyeimbangkan konsumsi dengan sayuran segar, biji-bijian, dan sumber protein lain yang lebih rendah lemak dapat membantu mengurangi risiko kesehatan jangka panjang.

Bagi penderita kondisi medis tertentu seperti kolesterol tinggi atau hipertensi, perlu waspada dan sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum sering mengonsumsi daging berlemak tinggi seperti meltique. Dalam beberapa pedoman kesehatan, daging dengan kandungan lemak tinggi dianjurkan dibatasi agar tidak memperburuk profil kolesterol atau tekanan darah seseorang.

Selain aspek kesehatan, terdapat catatan lain yang tak kalah penting: aspek konsumen. Sebagian pengamat kuliner dan ahli gizi juga menyoroti bahwa banyak orang merasa tertipu karena meltique dipasarkan seolah-olah itu adalah wagyu. Padahal, meskipun tampilannya mirip, esensi dari kedua jenis daging ini sangatlah berbeda. Kesadaran dan pemahaman konsumen menjadi kunci agar tidak salah kaprah antara produk premium dan produk yang dimodifikasi secara teknis.

Sebagai kesimpulan yang seimbang, meltique dapat menjadi alternatif menarik bagi orang yang ingin merasakan tekstur steak yang lembut dan juicy tanpa perlu membayar harga layaknya wagyu asli. Dari sisi keamanan, daging ini aman dikonsumsi dalam takaran yang wajar, selama berasal dari sumber yang jelas dan memenuhi standar pangan. Namun, dari sisi kesehatan, konsumsi berlebihan terutama akibat tingginya kandungan lemak jenuh dan sodium memiliki risiko tersendiri jika tidak diiringi pola makan sehat secara keseluruhan.

Baca Juga:
BNN, BRIN, dan BPS Bersatu Ungkap Fakta Prevalensi Narkoba 2025: Apa Temuan Terbarunya?

Intinya, meltique bukanlah “makanan buruk”, tetapi juga bukan “makanan sehat sempurna”. Keputusan untuk mengonsumsinya perlu didasari kesadaran akan apa yang sebenarnya ada di piring kita, seimbang dengan tujuan kesehatan individu dan gaya hidup sehari-hari. Dengan begitu, pengalaman menikmati steak tetap menyenangkan tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner