Menu

Mode Gelap

Kuliner · 6 Nov 2025 18:03 WIB

Di Balik Program Makan Bergizi: Nasib Peternak Ayam Rakyat Makin Memprihatinkan!


 Di Balik Program Makan Bergizi: Nasib Peternak Ayam Rakyat Makin Memprihatinkan! Perbesar

JAKARTA – Kenaikan harga daging ayam dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Di satu sisi, konsumen menjerit karena harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Di sisi lain, para peternak ayam rakyat justru tidak merasakan manisnya keuntungan, bahkan sebagian besar dari mereka harus gigit jari karena merugi. Sebuah ironi yang terjadi di tengah gembar-gembor program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan baru.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan penjelasan terkait meroketnya harga daging ayam. Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan ayam untuk proyek MBG, program prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Ada pergerakan ekonomi di desa-desa,” ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Selasa, 4 November 2025.

Namun, benarkah program MBG menjadi satu-satunya penyebab kenaikan harga ayam? Atau adakah faktor lain yang lebih mendasar yang menyebabkan para peternak rakyat sulit mendapatkan keuntungan, bahkan ketika harga jual ayam sedang tinggi-tingginya?

Faktanya, para peternak ayam rakyat saat ini tengah menghadapi berbagai masalah pelik yang membuat mereka sulit bersaing dengan peternak skala besar.

Salah satu masalah utama adalah lonjakan harga pakan dan bibit ayam. Pakan ayam, yang merupakan komponen biaya produksi terbesar, terus mengalami kenaikan harga akibat berbagai faktor, seperti kenaikan harga bahan baku impor dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Sementara itu, harga bibit ayam (DOC/Day Old Chick) juga terus melambung, terutama saat permintaan sedang tinggi.

Dengan harga pakan dan bibit yang mahal, para peternak rakyat harus mengeluarkan modal yang lebih besar untuk memulai usaha. Padahal, sebagian besar dari mereka memiliki keterbatasan modal dan kesulitan mengakses sumber pembiayaan yang terjangkau.

Akibatnya, mereka terpaksa mengurangi jumlah ayam yang dipelihara atau bahkan berhenti beternak sama sekali.

Selain masalah pakan dan bibit, para peternak rakyat juga menghadapi masalah pemasaran. Mereka kesulitan menjual ayam mereka dengan harga yang pantas karena kalah bersaing dengan ayam dari peternak skala besar yang memiliki jaringan pemasaran yang lebih luas dan kuat.

Para peternak rakyat seringkali terpaksa menjual ayam mereka kepada tengkulak dengan harga yang rendah, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan sangat tipis, bahkan seringkali merugi.

Masalah lainnya adalah kurangnya akses terhadap teknologi dan informasi. Para peternak rakyat masih menggunakan cara beternak yang tradisional dan kurang efisien, sehingga produktivitas mereka rendah.

Mereka juga kesulitan mengakses informasi tentang teknik beternak yang modern, manajemen kesehatan ayam, dan strategi pemasaran yang efektif. Akibatnya, mereka sulit meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ayam mereka.

Baca Juga:
Siapa Pengganti PB XIII? Keluarga Inti Keraton Surakarta Akhirnya Umumkan Penerus Tahta!

Pemerintah sebenarnya telah berupaya untuk membantu para peternak ayam rakyat melalui berbagai program, seperti pemberian bantuan bibit dan pakan, pelatihan teknik beternak, dan fasilitasi akses terhadap pembiayaan.

Namun, program-program tersebut belum berjalan efektif dan belum mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh para peternak rakyat secara komprehensif.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah berencana untuk membangun peternakan ayam petelur dan pedaging. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan ayam dan menstabilkan harga di pasaran.

Namun, banyak pihak yang meragukan efektivitas rencana ini. Mereka khawatir bahwa pembangunan peternakan skala besar justru akan mematikan usaha peternak rakyat yang sudah ada.

Untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang lebih strategis dan terintegrasi.

Pertama, pemerintah perlu menstabilkan harga pakan dan bibit ayam dengan cara memberikan subsidi, mempermudah impor bahan baku pakan, dan mengembangkan produksi bibit ayam lokal yang berkualitas.

Kedua, pemerintah perlu membantu para peternak rakyat dalam memasarkan ayam mereka dengan cara membangun jaringan pemasaran yang adil dan transparan, memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran yang efektif, dan memfasilitasi akses terhadap pasar modern.

Ketiga, pemerintah perlu meningkatkan akses para peternak rakyat terhadap teknologi dan informasi dengan cara memberikan pelatihan tentang teknik beternak yang modern, memfasilitasi akses terhadap informasi tentang manajemen kesehatan ayam, dan mengembangkan aplikasi atau platform digital yang dapat menghubungkan peternak dengan pasar dan sumber informasi.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat kelembagaan peternak rakyat dengan cara mendorong pembentukan koperasi atau kelompok tani yang kuat dan mandiri.

Koperasi atau kelompok tani dapat membantu para peternak rakyat dalam membeli pakan dan bibit secara kolektif, memasarkan ayam mereka secara bersama-sama, dan mengakses sumber pembiayaan yang lebih terjangkau.

Dengan langkah-langkah yang komprehensif dan terintegrasi, diharapkan para peternak ayam rakyat dapat mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Program MBG, yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, juga harus dilaksanakan secara hati-hati dan tidak boleh merugikan para peternak rakyat yang menjadi tulang punggung produksi ayam nasional.

Baca Juga:
HP Bakal Punah? Era AI Ancam Dominasi Smartphone!

Jangan sampai program yang baik justru menimbulkan ironi dan membuat para peternak rakyat gigit jari di tengah melambungnya harga ayam.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cara Tepat Mengolah Daun Kelor agar Manfaat Gizinya Tetap Maksimal

30 November 2025 - 02:36 WIB

Cara Membuat Bubur Kacang Hijau Empuk Tanpa Harus Merebus Lama

30 November 2025 - 02:27 WIB

Ontbijtkoek, Kue Rempah Warisan Belanda yang Tetap Bertahan dan Dicintai di Indonesia

29 November 2025 - 15:59 WIB

3 Olahan Telur Puyuh yang Lezat untuk Lauk Makan Sehari-hari

28 November 2025 - 18:47 WIB

Manfaat Luar Biasa Mengonsumsi Bayam Setiap Hari dan Perubahan yang Terjadi pada Tubuh

28 November 2025 - 15:34 WIB

Nasi Goreng Seafood Ala Restoran: Gurih, Praktis, dan Nagih untuk Sarapan

28 November 2025 - 15:09 WIB

Trending di Kuliner