Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Nov 2025 22:53 WIB

Distribusi MBG di Menes Tuai Sorotan: Mobil Bak Terbuka Dipakai, Layakkah?


 Distribusi MBG di Menes Tuai Sorotan: Mobil Bak Terbuka Dipakai, Layakkah? Perbesar

PANDEGLANG – Di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kejadian di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, mencoreng citra program tersebut. Salah satu Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di wilayah ini diduga menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut paket MBG ke penerima manfaat. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar kebersihan dan kelayakan makanan yang didistribusikan kepada masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sebuah mobil bak terbuka jenis pick up berwarna hitam terlihat membawa tumpukan paket MBG yang ditutupi dengan terpal biru. Kendaraan tersebut tampak melintas di wilayah Kecamatan Menes, Pandeglang, saat mendistribusikan paket makanan bergizi tersebut.

Anwar Nur, seorang tokoh masyarakat Desa Muruy, Kecamatan Menes, mengaku melihat langsung kendaraan tersebut tengah mendistribusikan paket MBG. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas penggunaan mobil bak terbuka yang dinilai tidak layak untuk mengangkut makanan.

“Iya, di jalan Kadutanggay, Menes, saya melihat ada salah satu mobil pick up jenis bak terbuka mengangkut paket MBG,” ungkap Anwar dengan nada prihatin.

Anwar Nur menilai bahwa penggunaan mobil bak terbuka tidak memenuhi standar kebersihan dan kelayakan untuk distribusi makanan. Ia khawatir makanan yang diangkut dengan mobil terbuka rentan terkontaminasi debu, kotoran, dan polusi udara.

“Puluhan paket MBG itu ditumpuk di bak mobil pick up dan hanya ditutup bagian atasnya saja dengan terpal. Itu kan sangat terbuka, sehingga kebersihannya diragukan,” katanya dengan nada khawatir.

Menurut Anwar, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut paket MBG seharusnya mobil tertutup (box), agar kebersihan dan kelayakan makanan tetap terjamin. Ia menekankan bahwa makanan yang didistribusikan kepada masyarakat harus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ketat.

“Kalau mobil bak terbuka itu kan rentan, apalagi sekarang ini tengah musim hujan. Jadi, kebersihannya tidak terjaga dengan maksimal,” ujarnya.

Anwar menambahkan bahwa ia belum mengetahui secara pasti SPPG mana yang menggunakan mobil bak terbuka tersebut, namun informasi yang beredar menyebutkan berasal dari wilayah Kadutanggay, Kecamatan Menes. Ia berharap pihak SPPG lebih teliti dalam menggunakan kendaraan untuk distribusi MBG.

Baca Juga:
Atasi Sembelit Alami dengan Kiwi: Efektif & Lezat!

“Pihak SPPG juga harusnya lebih teliti dalam menggunakan kendaraan untuk distribusi MBG itu. Harus mobil box supaya paket MBG lebih terlindungi dan steril,” tuturnya.

Menanggapi kejadian ini, Camat Menes, Usep Sudarmana, menegaskan bahwa kendaraan untuk mengangkut paket MBG tidak boleh menggunakan mobil bak terbuka. Ia menjelaskan bahwa sudah ada ketentuan mengenai spesifikasi kendaraan distribusi yang harus dipatuhi oleh setiap SPPG.

“Gak boleh pakai kendaraan bak terbuka. Karena sudah ada aturan spesifikasi kendaraan untuk mengangkut MBG,” ujarnya dengan tegas.

Usep Sudarmana memastikan akan menelusuri SPPG mana yang menggunakan kendaraan tidak sesuai ketentuan tersebut. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang melanggar aturan.

“Nanti saya akan cari tahu SPPG-nya. Karena mobil yang digunakan untuk mengangkut MBG itu harus mobil box yang tertutup,” tandasnya.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG. Standar kebersihan dan kelayakan makanan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan distribusi.

Penggunaan kendaraan yang sesuai standar merupakan salah satu cara untuk menjamin kualitas makanan yang sampai ke tangan masyarakat.

Pemerintah daerah dan pihak terkait harus lebih ketat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Pelanggaran terhadap standar distribusi harus ditindak tegas agar tidak terulang kembali di kemudian hari. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:
Angin Kencang Mengamuk: Angkot di Bogor Jadi Korban Pohon Tumbang!

Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kualitas gizi masyarakat dapat ditingkatkan, dan generasi penerus bangsa dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tragedi di Lereng Lawu: Dua Pelari Meninggal Saat Ajang Trail Run

7 Desember 2025 - 23:15 WIB

Akademisi Rusia Tegaskan Minyak Sawit Aman Dikonsumsi, Tolak Stigma Negatif

7 Desember 2025 - 23:12 WIB

10 Kota Terkotor di Dunia 2025 Menurut Wisatawan, Indonesia Tidak Masuk Daftar

7 Desember 2025 - 23:08 WIB

Sawit dan Hutan: Mengapa Monokultur Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem Alami

7 Desember 2025 - 22:13 WIB

Dugaan Intimidasi di Tengah Malam, Korban Pemerasan PT Nikomas Gemilang Panik

7 Desember 2025 - 22:09 WIB

PHK Sepihak untuk Karyawan Sakit, Oknum Serikat dan Perusahaan Diduga Bermain

7 Desember 2025 - 21:42 WIB

Trending di Berita