Menu

Mode Gelap

Wisata · 12 Feb 2026 08:35 WIB

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern


 Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern Perbesar

PROLOGMEDIA – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meresmikan Green House dan melakukan panen perdana selada hidroponik yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Lestari Sejahtera, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, pada Rabu sore, 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi desa berbasis inovasi pertanian modern. Dalam kesempatan itu, Ratu Zakiyah—sapaan akrab Ratu Rachmatuzakiyah—secara resmi menetapkan BUMDes Cibojong sebagai pilot project atau percontohan pengembangan usaha desa berbasis hidroponik untuk desa-desa lain di Kabupaten Serang.

Peresmian green house yang berdiri kokoh di tengah hamparan lahan desa itu ditandai dengan pengguntingan pita dan panen simbolis selada segar yang telah siap dipasarkan. Suasana sore yang sejuk tidak menyurutkan semangat masyarakat yang hadir menyaksikan secara langsung hasil kerja keras para pengurus BUMDes bersama warga. Deretan instalasi pipa hidroponik yang tertata rapi dengan tanaman selada hijau segar menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian dapat tumbuh dan berkembang di desa.

Dalam sambutannya, Ratu Zakiyah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus BUMDes Bumi Lestari Sejahtera dan seluruh masyarakat Desa Cibojong yang telah berani berinovasi serta menggerakkan potensi desa melalui budidaya tanaman hidroponik. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi desa, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Serang.

“Secara pribadi dan atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BUMDes Bumi Lestari Sejahtera Desa Cibojong yang telah menggerakkan masyarakat untuk membangun usaha desa berbasis tanaman hidroponik. Ini adalah langkah maju yang patut dicontoh,” ujarnya kepada awak media.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi apabila dikelola dengan semangat kebersamaan dan inovasi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa BUMDes Cibojong layak dijadikan pilot project bagi 29 kecamatan di Kabupaten Serang.

Menurut Ratu Zakiyah, pengembangan BUMDes berbasis potensi lokal harus terus didorong agar mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ia juga mengaku sengaja meluangkan waktu hadir meski agenda padat, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ekonomi desa.

“Walaupun sore hari, saya tetap semangat hadir di sini karena ini bagian dari dukungan saya untuk warga desa. Jangan pernah malu menjadi orang desa. Saya juga berasal dari desa. Justru dari desalah kita bisa membangun kekuatan ekonomi yang kokoh,” tuturnya penuh semangat.

Lebih lanjut, Ratu Zakiyah mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Ia menekankan pentingnya membangun desa dengan konsep dari desa, oleh desa, dan untuk desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, jika setiap desa mampu mengidentifikasi potensi unggulannya—baik di sektor pertanian, perikanan, kerajinan, maupun sektor lainnya—dan mengelolanya secara profesional melalui BUMDes, maka kemandirian ekonomi desa bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Ia juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagaimana yang telah ditunjukkan masyarakat Desa Cibojong. Berdasarkan laporan Direktur BUMDes, pembangunan dan pengelolaan usaha hidroponik tersebut dilakukan dengan kebersamaan dan partisipasi aktif warga.

Baca Juga:
Jangan Sampai Ketipu! Waspada Modus Penipuan di WhatsApp

“Kalau semangat gotong royongnya kuat, saya yakin desa-desa di Kabupaten Serang akan semakin maju dan sejahtera. BUMDes ini bukan hanya tempat usaha, tetapi juga wadah kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Bumi Lestari Sejahtera, Ikmaludin, menjelaskan bahwa pengembangan selada hidroponik merupakan bagian dari komitmen BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Ia menyebutkan bahwa pengurus BUMDes didominasi oleh generasi milenial yang memiliki semangat inovasi dan adaptif terhadap teknologi.

“Kami memiliki komitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan desa melalui pertanian berbasis teknologi. Karena pengurusnya mayoritas anak muda, kami ingin menghadirkan inovasi pertanian modern yang lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurut Ikmaludin, sistem hidroponik dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti penggunaan lahan yang lebih efisien, pengendalian nutrisi yang terukur, serta hasil panen yang relatif lebih cepat dan berkualitas. Selain itu, metode ini dinilai lebih ramah lingkungan dan cocok dikembangkan di wilayah dengan keterbatasan lahan produktif.

Ia berharap green house hidroponik tersebut tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium edukasi bagi generasi muda. Dengan demikian, akan tercipta regenerasi petani yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi laboratorium pertanian modern bagi anak-anak muda. Regenerasi petani harus tetap berjalan. Kita tidak bisa terus bergantung pada generasi lama tanpa menyiapkan penerus,” katanya.

Ikmaludin juga mengajak para pemuda untuk tidak merasa gengsi terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, seluruh kebutuhan pangan yang dikonsumsi masyarakat berasal dari hasil pertanian. Oleh sebab itu, sektor ini memiliki peran strategis dan prospek yang cerah apabila dikelola dengan pendekatan inovatif.

“Jangan gengsi menjadi petani. Semua makanan yang kita makan berasal dari pertanian. Sekarang bertani tidak selalu identik dengan kotor dan tradisional. Dengan teknologi seperti hidroponik, pertanian bisa modern, bersih, dan bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.

BUMDes Cibojong, lanjut Ikmaludin, siap membuka diri sebagai tempat pembelajaran dan pelatihan bagi pemuda, baik dari Desa Cibojong maupun dari wilayah lain di Kabupaten Serang. Ia berharap ke depan semakin banyak desa yang mengembangkan usaha serupa sehingga tercipta jejaring ekonomi desa yang saling menguatkan.

Kegiatan peresmian dan panen perdana tersebut turut dihadiri Asisten Daerah (Asda) II Febriyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suhardjo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Rudy Suhartanto, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Adang Rahmat, serta unsur Muspika Kecamatan Padarincang.

Baca Juga:
Jangan Dibuang! 4 Kulit Buah Ini Ternyata Bergizi, Aman Dimakan

Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat, diharapkan model pengelolaan hidroponik di Desa Cibojong dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sehingga desa-desa di Kabupaten Serang semakin mandiri, inovatif, dan sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Alternatif Destinasi Liburan Tenang di Tengah Ramainya Nataru 2025

26 Desember 2025 - 19:35 WIB

Trending di Wisata