SERANG – Di sebuah puskesmas sederhana di Puloampel, Kabupaten Serang, seorang dokter gigi bernama drg. Erlitha Azhari Dewi memulai harinya dengan senyuman.
Lebih dari sekadar rutinitas, senyuman itu adalah cerminan dari hatinya yang tulus, sebuah komitmen untuk melayani dan membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.
Erlitha, yang lahir di Jakarta pada 17 Maret 1987, bukanlah sekadar dokter gigi biasa. Di balik keramahannya, tersimpan tekad baja untuk mengabdi tanpa mengenal batas.
Baginya, setiap pasien yang datang ke puskesmas adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik, sebuah bentuk ibadah yang membawa kebahagiaan tak ternilai.
“Bagi saya, melayani dengan hati adalah bentuk ibadah,” ujarnya dengan suara lembut namun penuh semangat. “Setiap pasien yang pulang dengan senyum sehat adalah kebahagiaan yang tak ternilai.”
Namun, pengabdian Erlitha tidak hanya terbatas pada dinding puskesmas. Ia memiliki panggilan yang lebih besar, sebuah komitmen untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan, bahkan jika itu berarti harus menyeberangi lautan.
Pulopanjang, sebuah wilayah terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan perahu, menjadi saksi bisu dari keteguhan hati Erlitha. Dengan semangat pantang menyerah, ia rela menempuh perjalanan laut yang tak selalu bersahabat demi membawa pelayanan kesehatan gigi ke daerah tersebut.
Ombak dan badai bukanlah penghalang, melainkan pemantap niat. Di sanalah esensi pengabdian sesungguhnya, hadir untuk mereka yang paling membutuhkan, memberikan harapan dan senyum sehat di tengah keterbatasan.
“Perahu dan ombak bukan penghalang, justru menjadi pemantap niat,” tuturnya dengan mata berbinar. “Di sanalah esensi pengabdian sesungguhnya—hadir untuk mereka yang paling membutuhkan.”
Kepedulian Erlitha terhadap kesehatan gigi anak-anak di wilayahnya mendorongnya untuk menciptakan inovasi yang berdampak besar. Ia melihat tingginya angka karies pada balita sebagai masalah serius yang membutuhkan solusi kreatif.
Maka lahirlah Program KLIK GITA (Konseling, Literasi, dan Komunikasi Kesehatan Gigi Balita), sebuah terobosan yang menggabungkan pendekatan edukasi interaktif di posyandu dan PAUD dengan komunikasi digital melalui grup WhatsApp.
Program ini tidak hanya memberikan informasi tentang cara menyikat gigi yang benar, tetapi juga memberikan konseling kepada orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Erlitha menggunakan media yang menarik dan mudah dipahami, seperti gambar, video, dan cerita, untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
Hasilnya sangat menggembirakan. Dalam waktu tiga bulan, persentase orang tua yang melaporkan anaknya menyikat gigi dua kali sehari melonjak dari 35% menjadi 78%. Program ini tidak hanya mengubah perilaku, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat sejak dini.
Baca Juga:
5 Wisata Dieng dan Sekitarnya yang Cocok untuk Liburan Keluarga
KLIK GITA menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Program ini telah menginspirasi banyak tenaga kesehatan lainnya untuk menciptakan solusi kreatif dalam mengatasi masalah kesehatan di daerah masing-masing.
Di balik kesibukannya melayani masyarakat dan berinovasi, Erlitha juga seorang ibu dan istri yang penuh kasih sayang. Ia berhasil menjaga keseimbangan antara pengabdian dan keluarga, sebuah tantangan yang tidak mudah bagi banyak wanita karir.
Dukungan penuh dari sang suami, Nur Kholis Febrianto, seorang pegawai BUMN, menjadi kekuatan terbesarnya. Bersama kedua putranya, Edsellando Azfar Fosteranto dan Emmeryl Fathee Savelianto, ia menciptakan momen-momen berharga di sela waktu senggang.
“Keseimbangan antara keluarga dan pengabdian adalah kunci,” ungkapnya dengan senyum bahagia. “Dari sanalah saya mendapatkan energi untuk terus berkarya.”
Erlitha membuktikan bahwa menjadi seorang pahlawan tidak harus selalu melakukan hal-hal besar dan heroik. Cukup dengan melakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita, memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan menjaga keseimbangan hidup, kita sudah bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Keteladanan drg. Erlitha Azhari Dewi dalam mengabdi tanpa pamrih, berinovasi dengan terobosan KLIK GITA, dan menjaga keseimbangan hidup menjadi inspirasi nyata bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Ia adalah contoh nyata bahwa dari daerah pesisir Serang, lahir pahlawan kesehatan yang dengan tulus membawa perubahan—satu senyum sehat pada satu waktu.
“Selama masih bisa memberi manfaat bagi sesama, di sanalah saya akan terus mengabdi,” pungkasnya dengan senyum tulus yang merepresentasikan hatinya yang penuh cinta dan dedikasi.
Kisah Erlitha adalah bukti bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas ruang dan waktu, dan bahwa setiap orang dapat menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing.
Ia adalah inspirasi bagi generasi penerus bangsa, bahwa dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan hati yang tulus, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Erlitha adalah bukti bahwa pahlawan tidak selalu mereka yang berjuang di medan perang, tetapi juga mereka yang berjuang untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, mereka yang berdedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi sesama, dan mereka yang menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Kisah drg. Erlitha Azhari Dewi adalah kisah tentang pengabdian, inovasi, dan keseimbangan. Ia adalah pahlawan kesehatan dari pesisir Serang yang telah menginspirasi banyak orang dengan ketulusan dan dedikasinya.
Baca Juga:
Operasi Zebra 2025 Dimulai! Polri Siapkan Jurus Jitu Amankan Natal & Tahun Baru
Ia adalah teladan bagi kita semua, bahwa dengan hati yang tulus dan tekad yang kuat, kita dapat memberikan perubahan positif bagi dunia.









