PROLOGMEDIA – Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Serang Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Tiga Provinsi
Ajak Mitigasi Bencana Lokal, Fraksi PKS Serang Salurkan Bantuan Dana untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Serang – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Serang. Menyikapi bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), fraksi tersebut menggalang dana kemanusiaan melalui pemotongan gaji para anggotanya. Aksi ini menjadi bentuk nyata solidaritas sekaligus komitmen moral partai dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai daerah.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Serang, Zuliyanto, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden PKS kepada seluruh kader dan struktur partai di Indonesia. Menurutnya, aksi solidaritas melalui pemotongan gaji bukanlah hal baru di internal fraksi. “Hal ini bukan kali pertama kami lakukan. Sudah menjadi tradisi baik di Fraksi PKS ketika terjadi musibah kemanusiaan. Pemotongan gaji seperti ini pasti dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen kami,” ujarnya.
Program Rutin Dana Siaga Musibah yang Ditingkatkan dalam Situasi Darurat
Zuliyanto menjelaskan bahwa Fraksi PKS telah memiliki program rutin berupa dana siaga musibah yang dihimpun setiap bulan dari pemotongan gaji anggota fraksi. Dana tersebut biasanya digunakan untuk membantu penanganan bencana skala kecil maupun membantu persoalan kemanusiaan di wilayah-wilayah tertentu. Namun, untuk bencana berskala besar seperti yang menimpa Aceh, Sumut, dan Sumbar, besaran potongan gaji secara otomatis ditingkatkan.
“Tentu jumlah potongannya bergantung situasi dan kondisi. Karena bencana kali ini cukup besar, jumlahnya lebih besar dari biasanya. Kami ingin memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar berdampak bagi para korban,” tambahnya.
Menurutnya, mekanisme ini sudah berjalan lama dan terbukti efektif. Tidak hanya mampu menghimpun dana dalam waktu cepat, tetapi juga menjaga konsistensi kader fraksi dalam menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial. “Bencana bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Dan setiap kali itu terjadi, kita harus dapat bergerak cepat untuk membantu,” tegas Zuliyanto.
Ajak Publik Bersama Meringankan Beban Korban
Dalam kesempatan itu, politisi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 tersebut turut mengajak masyarakat luas untuk ikut membantu meringankan beban para korban. Ia menilai bencana besar yang terjadi di tiga provinsi tersebut bukan hanya musibah daerah, tetapi musibah bangsa yang membutuhkan empati bersama.
“Musibah tentu bukan sesuatu yang diinginkan oleh siapapun. Karenanya, ini menjadi momentum bagi kita semua yang tidak terkena musibah untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujarnya.
Zuliyanto menilai bahwa solidaritas masyarakat Indonesia yang dikenal tinggi harus terus dirawat. Setiap bantuan, sekecil apa pun, diyakininya sangat berarti bagi para korban yang tengah berjuang memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana melanda.
Penyaluran Bantuan Dikordinasikan Secara Terpusat
Baca Juga:
Perang Melawan Narkoba: BNN RI Sikat 53 Titik Rawan di Seluruh Indonesia
Terkait mekanisme penyaluran dana kemanusiaan, Zuliyanto menegaskan bahwa bantuan akan dikelola secara terpusat melalui struktur partai. “Pemotongan gaji ini nanti akan dikoordinasikan dengan DPD PKS Kabupaten Serang dan DPW PKS Banten untuk penyalurannya. Setahu saya, bantuan akan difokuskan untuk kegiatan tanggap bencana seperti pengadaan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lain,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran, sehingga benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana. Koordinasi dengan jaringan relawan partai di tiga provinsi terdampak pun sudah dilakukan agar penyaluran berjalan efektif dan sesuai prosedur kebencanaan.
“PKS memiliki relawan yang siap bergerak di berbagai daerah. Mereka yang berada di lapangan akan memberikan laporan berkala mengenai kondisi dan kebutuhan warga, sehingga bantuan dapat disesuaikan,” ujar Zuliyanto.
Serukan Mitigasi Bencana di Kabupaten Serang
Dalam konteks lokal, Zuliyanto juga menyampaikan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana di Kabupaten Serang. Mengingat kondisi cuaca yang memasuki puncak musim penghujan, ia meminta seluruh anggota fraksi untuk meningkatkan koordinasi dengan mitra kerja pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait.
“Saya sudah meminta semua anggota untuk berkoordinasi dengan OPD dan pihak terkait agar mitigasi bencana di Kabupaten Serang lebih optimal. Kita harus memastikan bahwa daerah-daerah rawan banjir, pohon tumbang, hingga longsor sudah dipetakan dan ditangani sejak awal,” katanya.
Menurut Zuliyanto, upaya pencegahan melalui mitigasi jauh lebih baik daripada hanya bergerak saat bencana terjadi. Ia menyinggung bahwa persoalan lingkungan seperti penumpukan sampah di aliran sungai, drainase yang tersumbat, hingga penebangan pohon yang tidak terkontrol bisa memicu bencana.
“Kita semua harus lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan sampai aliran air tersumbat hanya karena sampah. Mencegah bagaimanapun jauh lebih baik. Kita harus menjaga lingkungan agar tetap ramah bagi manusia. Dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan rumah,” tegasnya.
Harapan Serang Dijauhkan dari Bencana
Mengakhiri pernyataannya, Zuliyanto berharap agar Kabupaten Serang senantiasa dijauhkan dari bencana yang dapat mengancam keselamatan warga, terutama di kecamatan-kecamatan yang termasuk zona rawan banjir dan longsor.
“Mudah-mudahan Allah menjaga daerah kita. Semoga Serang tetap aman dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan tenang,” tutupnya.
Baca Juga:
Gubernur Banten Serahkan Kapal Baru, Nelayan Carita Optimistis Tingkatkan Hasil Tangkap
Aksi solidaritas Fraksi PKS ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu mereka yang sedang kesulitan. Di tengah meningkatnya risiko bencana akibat cuaca ekstrem, aksi kolektif seperti ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala kepentingan.









