Menu

Mode Gelap

Berita · 11 Des 2025 17:04 WIB

Gubernur Andra Soni: Infrastruktur Desa dan SDM Unggul Kunci Pemerataan Ekonomi Banten


 Gubernur Andra Soni: Infrastruktur Desa dan SDM Unggul Kunci Pemerataan Ekonomi Banten Perbesar

PROLOGMEDIA – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perdesaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk mendorong pemerataan ekonomi di Provinsi Banten. Dalam pandangannya, kedua aspek tersebut tidak hanya penting untuk meningkatkan daya saing wilayah, tetapi juga sebagai strategi untuk menarik investor dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang merata hingga ke pelosok desa. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Andra dalam forum bergengsi Regional Forum 2025 yang mengangkat tema “Penguatan Investasi dan Pembiayaan untuk Menciptakan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru”, yang digelar di Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2025.

 

Dalam paparannya, Gubernur Andra menyoroti tantangan ketimpangan ekonomi yang selama ini masih menjadi persoalan di Banten. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, di mana infrastruktur memadai dan akses terhadap layanan publik lebih mudah. Sementara itu, wilayah perdesaan menghadapi kendala klasik berupa akses jalan yang terbatas, transportasi yang belum efisien, serta minimnya fasilitas pendukung lainnya. Kondisi ini menyebabkan minat investor untuk menanamkan modal di desa relatif rendah. “Kita melihat ketimpangan yang cukup nyata. Kota berkembang pesat karena infrastrukturnya lengkap, tetapi di desa, banyak potensi yang belum tergali hanya karena aksesnya terbatas. Inilah yang ingin kami ubah,” ungkap Andra.

 

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov Banten meluncurkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau yang akrab disebut Program Bang Andra. Program ini dirancang khusus untuk membangun jaringan jalan desa yang terhubung dengan jalan kabupaten dan provinsi, sehingga akses logistik, transportasi, dan mobilitas masyarakat meningkat. Gubernur Andra menjelaskan bahwa dengan membuka konektivitas antarwilayah, desa-desa potensial di Banten dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru. “Wilayah perdesaan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur sehingga minat investasi relatif rendah. Melalui Program Bang Andra, kami membuka akses investasi agar ekonomi merata, sehingga tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di desa-desa,” ujarnya.

 

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Andra juga menekankan pentingnya investasi pada manusia sebagai salah satu strategi jangka panjang. Peningkatan kualitas SDM dianggap sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan investasi. Dalam konteks ini, Pemprov Banten memperkuat pendidikan vokasi serta menjalin kerja sama dengan berbagai kawasan industri di provinsi agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar. Melalui langkah ini, tenaga kerja dari Banten tidak hanya mampu bersaing secara nasional, tetapi juga menjadi magnet bagi investor yang membutuhkan SDM berkualitas.

 

Sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM, Pemprov Banten juga meluncurkan Program Sekolah Gratis untuk jenjang pendidikan menengah swasta, meliputi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh). Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat tanpa terkendala biaya. “Investasi tidak hanya soal modal dan lahan, tetapi juga kesiapan SDM untuk menarik investor menanamkan modalnya. Program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” tegas Andra. Dengan adanya program ini, masyarakat desa di Banten memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi lokal yang berkembang.

 

Baca Juga:
7 Desa Wisata di Sleman, Liburan Keluarga Seru di Pedesaan

Strategi komprehensif yang dilakukan Pemprov Banten, mencakup pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM, serta kemudahan layanan perizinan, terbukti berdampak positif terhadap pertumbuhan investasi di provinsi tersebut. Menurut Gubernur Andra, hingga September 2025, realisasi investasi di Banten mencapai angka Rp91,5 triliun. Lebih dari setengahnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang menunjukkan kepercayaan tinggi investor lokal terhadap prospek Banten sebagai wilayah yang ramah investasi. “Capaian ini menempatkan Banten sebagai salah satu tujuan utama investasi nasional. Kami optimistis mampu menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Andra dengan penuh keyakinan.

 

Selain menitikberatkan pada aspek ekonomi dan infrastruktur, Gubernur Andra juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong investasi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, dunia usaha membawa modal dan teknologi, sementara masyarakat menjadi penerima manfaat sekaligus penggerak ekonomi lokal. Model kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang inklusif, di mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan keberlanjutan ekonomi dapat tercapai.

 

Regional Forum 2025 sendiri digelar oleh B-Universe dan dipandu oleh Pemimpin Redaksi Investor Daily, Jaka Susila. Forum ini menghadirkan narasumber dari berbagai provinsi, termasuk Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang memaparkan strategi investasi di wilayahnya. Acara ini menjadi ajang pertukaran pengalaman, pemaparan kebijakan inovatif, dan diskusi strategis mengenai penguatan investasi serta pembiayaan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Partisipasi Gubernur Banten dalam forum ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemprov Banten untuk berbagi praktik baik serta mengadopsi ide-ide inovatif dari provinsi lain.

 

Dalam penutupannya, Gubernur Andra menekankan bahwa upaya meningkatkan konektivitas desa dan kualitas SDM bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi strategis bagi masa depan Banten. Ia optimistis bahwa dengan kombinasi pembangunan fisik, pendidikan, dan kemudahan berinvestasi, Provinsi Banten dapat menempatkan diri sebagai provinsi yang sejahtera, adil, dan kompetitif. Pemerataan ekonomi tidak hanya akan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif, tetapi juga menciptakan masyarakat yang produktif, inovatif, dan siap bersaing di kancah regional maupun nasional.

 

Dengan visi yang jelas dan strategi yang terukur, Banten kini bergerak menuju masa depan yang lebih cerah, di mana desa dan kota tumbuh secara seimbang, SDM berkualitas tersedia di seluruh wilayah, dan investor memiliki kepercayaan tinggi untuk menanamkan modalnya. Program-program seperti Bang Andra dan Sekolah Gratis menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Banten untuk menjadikan pembangunan inklusif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Baca Juga:
Kasus Pembunuhan Dosen di Jambi: Bripda Waldi Berupaya Hilangkan Jejak, Masyarakat Geram!

Rabu, 10 Desember 2025, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, menandatangani press release resmi ini sebagai bentuk dokumentasi komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten secara merata.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita