Menu

Mode Gelap

Berita · 17 Des 2025 19:05 WIB

Gubernur Banten Pastikan Ketersediaan Beras Aman Hingga Awal 2026


 Gubernur Banten Pastikan Ketersediaan Beras Aman Hingga Awal 2026 Perbesar

PROLOGMEDIA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi Banten memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni saat melakukan peninjauan ke salah satu sentra penggilingan beras di Kabupaten Serang. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pangan strategis tetap terpenuhi, terutama pada periode akhir tahun yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi rumah tangga.

 

Peninjauan dilakukan di penggilingan beras PD Karya Muda Pring Mas 2 yang berlokasi di Jalan Nambo Singamerta, Kecamatan Ciruas. Di lokasi tersebut, Gubernur Andra Soni melihat secara langsung proses pengolahan gabah menjadi beras, mulai dari penerimaan bahan baku hingga tahapan akhir pengemasan. Dari hasil pemantauan di lapangan, proses produksi dinilai berjalan dengan baik dan lancar, tanpa kendala berarti yang dapat mengganggu pasokan beras ke pasar.

 

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menyampaikan bahwa stok beras di Provinsi Banten relatif stabil. Kestabilan ini didukung oleh ketersediaan gabah yang melimpah dari hasil panen petani di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau kondisi pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat, agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang berpotensi memberatkan warga.

 

Menurut Andra, upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan stok, tetapi juga dengan memastikan kualitas beras yang beredar di pasaran tetap terjaga. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menilai beras yang dihasilkan penggilingan memiliki mutu yang baik dan layak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banten. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa produksi beras lokal mampu bersaing dan menjadi andalan dalam menjaga pasokan daerah.

 

Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, terus berupaya memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha penggilingan beras serta petani lokal. Dengan menyerap gabah hasil panen petani Banten, rantai pasok pangan dapat berjalan lebih efisien sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah ini juga diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, sehingga ketahanan pangan regional semakin kuat.

 

Dari sisi pelaku usaha, pemilik penggilingan beras PD Karya Muda Pring Mas 2, Andi Darmandi, membenarkan bahwa kondisi stok beras saat ini berada dalam keadaan aman. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar gabah yang diolah di penggilingannya berasal dari petani lokal Banten, meskipun ada juga pasokan pendukung dari daerah lain untuk menjaga kontinuitas produksi. Dengan kondisi tersebut, produksi beras dapat berjalan stabil dan memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga:
 Anti Gagal! Resep Omelet Hotel yang Super Gampang, Cocok Buat Anak Kos!

 

Andi menambahkan bahwa kualitas beras hasil penggilingan di Banten tergolong baik. Hal ini tidak terlepas dari kualitas gabah yang dihasilkan petani serta proses pengolahan yang dilakukan secara optimal. Menurutnya, stok beras yang tersedia tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, tetapi juga diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki bulan puasa pada awal 2026.

 

Kondisi ini memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok pada momen-momen tertentu. Dengan stok yang memadai, diharapkan tidak terjadi gejolak harga yang signifikan di pasaran. Stabilitas harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

 

Selain memastikan pasokan dari sisi produksi, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menjaga cadangan beras pemerintah. Kepala Perum Bulog Cabang Serang, Eko Nugroho, menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Bulog untuk wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon berada dalam kondisi aman. Cadangan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan dan harga.

 

Eko menjelaskan bahwa jumlah stok yang tersedia dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, bahkan sampai memasuki awal bulan puasa. Dengan cadangan yang memadai, Bulog siap melakukan intervensi pasar apabila dibutuhkan, terutama jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan distribusi di lapangan.

 

Sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha penggilingan, dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan di Provinsi Banten. Melalui koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini. Pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi produksi pertanian sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kemandirian pangan.

 

Baca Juga:
Bonus Rp1 Miliar untuk Emas SEA Games 2025, Wujud Komitmen Pemerintah Dongkrak Prestasi Atlet Indonesia

Peninjauan langsung yang dilakukan Gubernur Andra Soni ini sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintah hadir dan aktif dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dengan stok beras yang aman, kualitas terjaga, serta distribusi yang berjalan lancar, masyarakat Banten diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran akan ketersediaan bahan pangan pokok. Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita