Menu

Mode Gelap

Berita · 16 Nov 2025 10:24 WIB

Gunung Erebus: Antartika Punya Gunung yang Muntahkan Emas Setiap Hari!


 Gunung Erebus: Antartika Punya Gunung yang Muntahkan Emas Setiap Hari! Perbesar

JAKARTA – Di jantung benua Antartika yang membeku, tersembunyi sebuah gunung berapi yang unik dan luar biasa: Gunung Erebus. Bukan hanya karena ia merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Antartika dan yang paling selatan di Bumi, tetapi juga karena aktivitasnya yang luar biasa: setiap hari, gunung ini “memuntahkan” debu emas ke udara.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Gunung Erebus melepaskan sekitar 80 gram debu emas setiap harinya. Jika dikonversikan ke dalam nilai mata uang, jumlah ini setara dengan US$ 6000 atau sekitar Rp 94 juta. Sebuah angka yang fantastis, mengingat debu emas ini tersebar luas hingga ribuan kilometer dari pusat erupsi.

Tim peneliti yang melakukan penelitian di Antartika bahkan menemukan partikel emas beterbangan hingga sejauh 1.000 kilometer dari pusat erupsi. Sebuah fenomena yang menakjubkan, sekaligus menimbulkan pertanyaan: bagaimana mungkin sebuah gunung berapi di tengah benua es bisa menghasilkan emas?

Gunung Erebus sendiri memiliki ketinggian mencapai 3.794 meter. Nama “Erebus” diambil dari personifikasi kegelapan dalam mitologi Yunani. Sebuah nama yang cukup ironis, mengingat gunung ini justru memancarkan “cahaya” emas setiap harinya.

Sejarah mencatat, Gunung Erebus pertama kali dilihat oleh Kapten Sir James Clark Ross pada tahun 1841. Saat itu, gunung ini dikabarkan sedang mengalami erupsi. Sejak saat itu, Gunung Erebus terus menjadi objek penelitian para ilmuwan dari seluruh dunia.

Melalui pengamatan citra satelit, para ilmuwan menemukan sedikit warna merah di kawah puncak Gunung Erebus. Warna merah ini menandakan adanya danau lava yang sangat panas, yang telah “menggelembung” setidaknya sejak tahun 1972. Danau lava inilah yang menjadi sumber utama debu emas yang dikeluarkan oleh gunung tersebut.

Gunung Erebus secara teratur mengeluarkan semburan gas dan uap. Selain itu, gunung ini juga diketahui mengeluarkan bongkahan batu yang sebagian mencair, yang dikenal sebagai “bom vulkanik”. Namun, yang paling menarik perhatian adalah kandungan gas yang dikeluarkan oleh gunung ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa semburan gas dari Gunung Erebus mengandung kristal-kristal kecil emas metalik, dengan ukuran tidak lebih dari 20 mikrometer. Kristal-kristal emas inilah yang kemudian terbawa oleh angin dan tersebar luas di sekitar Antartika.

Baca Juga:
6 Manfaat Tak Terduga Memelihara Kucing, dari Redakan Stres hingga Tingkatkan Kualitas Hidup

Namun, di balik keindahan dan keunikan Gunung Erebus, tersimpan sebuah tragedi yang memilukan. Pada tanggal 28 November 1979, pesawat Air New Zealand 901 menabrak sisi gunung ini, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya.

Penerbangan tersebut merupakan bagian dari program Air New Zealand yang menawarkan penerbangan wisata selama 11 jam dari Auckland ke Antartika, sebelum kembali ke Selandia Baru. Tragedi ini menjadi catatan kelam dalam sejarah penerbangan dan menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di balik keindahan alam.

Terlepas dari tragedi tersebut, Gunung Erebus tetap menjadi objek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan. Fenomena “muntahan” debu emas ini menjadi daya tarik tersendiri, yang memicu rasa ingin tahu tentang proses geologis yang terjadi di dalam gunung tersebut.

Beberapa teori menyebutkan bahwa emas tersebut berasal dari dalam mantel bumi, yang kemudian terangkat ke permukaan melalui aktivitas vulkanik. Emas ini kemudian bercampur dengan gas dan uap, sebelum akhirnya dikeluarkan ke udara dalam bentuk kristal-kristal kecil.

Namun, teori ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan terus melakukan pengamatan dan analisis terhadap Gunung Erebus, dengan harapan dapat mengungkap misteri di balik fenomena “muntahan” debu emas ini.

Selain itu, penelitian terhadap Gunung Erebus juga dapat memberikan informasi berharga tentang aktivitas vulkanik dan perubahan iklim global. Dengan memahami lebih baik proses yang terjadi di dalam gunung berapi ini, kita dapat memprediksi potensi bahaya dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Gunung Erebus adalah contoh nyata bagaimana alam dapat menyimpan keindahan dan bahaya secara bersamaan. Di satu sisi, ia menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan fenomena alam yang unik. Di sisi lain, ia menyimpan potensi bahaya yang dapat mengancam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus melakukan penelitian dan pengamatan terhadap Gunung Erebus, serta gunung berapi lainnya di seluruh dunia. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kita dapat hidup berdampingan dengan alam dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Baca Juga:
Hilirisasi Kelapa Dikebut, Maluku Utara dan Morowali Disiapkan Jadi Pusat Industri Bernilai Tinggi

Gunung Erebus bukan hanya sekadar gunung berapi. Ia adalah laboratorium alam yang menyimpan banyak misteri dan potensi. Dengan terus menjelajahi dan memahami gunung ini, kita dapat memperoleh wawasan baru tentang bumi dan alam semesta.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita