Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Des 2025 14:13 WIB

Harga Cabai Melonjak Tajam Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga dan Pedagang Tertekan


 Harga Cabai Melonjak Tajam Jelang Natal dan Tahun Baru, Warga dan Pedagang Tertekan Perbesar

PROLOGMEDIA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026, fenomena yang selalu menjadi sorotan utama masyarakat kembali muncul: lonjakan harga cabai. Komoditas bumbu dapur yang selama ini menjadi bagian penting dalam hampir setiap masakan khas Nusantara ini mengalami kenaikan harga secara signifikan di berbagai daerah di Indonesia. Dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat dan pelaku usaha merasakan langsung dampak dari gejolak harga yang tidak hanya menaikkan biaya belanja rumah tangga, tetapi juga memberi tekanan pada pelaku usaha kecil yang mengandalkan cabai sebagai bahan baku utama.

 

Di banyak pasar tradisional di kota-kota besar maupun daerah, harga cabai rawit merah dan cabai jenis lainnya melambung jauh dari harga biasanya. Di daerah-daerah tertentu, cabai rawit bahkan dijual di atas angka yang sebelumnya terasa mustahil hanya beberapa bulan lalu. Cabai rawit merah yang pada kondisi normal dijual di kisaran harga yang relatif stabil kini harganya mencapai puluhan ribu rupiah lebih tinggi, bahkan menembus angka yang membuat banyak konsumen terkejut dan segera melakukan penyesuaian terhadap anggaran belanja mereka.

 

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu lokasi saja. Di Yogyakarta, misalnya, pedagang di sejumlah pasar tradisional mencatat kenaikan harga yang cukup drastis dalam waktu singkat. Dalam beberapa hari saja, harga cabai rawit merah meningkat hampir dua kali lipat dari harga yang biasa dipasarkan. Kenaikan tajam tersebut membuat masyarakat yang berbelanja di pasar rakyat harus lebih berhati-hati dalam menyusun daftar kebutuhan pokok. Pedagang pun mengakui bahwa mereka sering kali harus menjual di harga tinggi karena pasokan yang masuk ke kota relatif terbatas, sementara permintaan masih tetap tinggi.

 

Salah seorang pedagang di Pasar Beringharjo mengatakan bahwa harga cabai rawit merah sempat naik bertahap dari level yang biasa sekitar setengah dari harga saat ini. Dalam hanya tujuh hari terakhir, harga sempat menanjak dari Rp50.000 per kilogram menjadi lebih dari Rp85.000 bahkan nyaris menyentuh angka di atas Rp90.000 per kilogram. Kenaikan ini membuat para pedagang terus memperbarui harga jual mereka setiap hari karena fluktuasi sangat cepat terjadi.

 

Fenomena lonjakan harga cabai juga terasa di Bekasi, Tangerang, Cianjur, dan sejumlah kota lainnya. Di Bekasi, dua pekan menjelang Nataru, harga beberapa jenis cabai meroket hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya. Hal serupa juga terlihat di Pasar Tradisional Mauk, Tangerang Banten, di mana cabai rawit merah kini dijual mendekati Rp100.000 per kilogram – angka yang mencerminkan kenaikan sekitar 40 persen dari harga beberapa minggu sebelumnya. Lonjakan ini juga disertai dengan kenaikan harga komoditas lain seperti telur ayam ras, meskipun tidak setinggi cabai.

 

Di Cianjur, petugas pasar setempat juga melaporkan bahwa tidak hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga, tetapi juga komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai keriting. Pedagang di Pasar Cipanas menyebutkan bahwa cabai rawit yang biasanya berharga Rp60.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp90.000–Rp100.000. Lonjakan harga ini dinilai sebagai reaksi terhadap perubahan pasokan di tingkat petani yang kerap terdampak oleh faktor eksternal seperti cuaca buruk dan gangguan logistik distribusi.

 

Penyebab utama lonjakan harga ini beragam, namun para pelaku pasar dan analis ekonomi menyatakan bahwa kombinasi dari beberapa faktor telah menciptakan tekanan bagi harga cabai. Faktor cuaca yang tidak menentu, termasuk curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah, membuat proses tanam dan panen tidak berjalan maksimal. Hal ini menyebabkan produksi di tingkat petani turun dan berdampak pada volume pasokan yang tersedia untuk dipasarkan. Di sisi lain, meningkatnya permintaan menjelang hari libur besar seperti Natal dan Tahun Baru membuat pasokan yang terbatas menjadi cepat terserap pasar.

Baca Juga:
25 ASN Pemprov Banten Dikenai Sanksi Disiplin, Pemerintah Fokus Tingkatkan Profesionalisme

 

Pemerintah melalui sejumlah pejabat terkait juga memberikan tanggapan terhadap kondisi ini. Menteri Perdagangan menilai kenaikan harga cabai masih dalam batas yang wajar menjelang momentum akhir tahun, meskipun secara harga sudah sempat melampaui batas atas acuan harga yang ditetapkan untuk konsumen. Ia menyatakan bahwa produksi cabai secara keseluruhan sebenarnya cukup, tetapi kendala pada proses panen akibat cuaca yang buruk membuat distribusi menjadi kurang optimal. Dengan demikian, kenaikan harga terjadi bukan karena kelangkaan pasokan secara keseluruhan, tetapikah karena gangguan dalam rantai produksi dan distribusi.

 

Di tengah lonjakan harga tersebut, pemerintah dan sejumlah legislator di Dewan Perwakilan Rakyat mendorong tindakan pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai pasokan pangan. Legislator dari Komisi VI DPR menyampaikan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar seperti Nataru tidak boleh sepenuhnya diabaikan karena dapat membebani daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengawasi distribusi, memastikan stok tersedia merata di seluruh wilayah, serta mencegah adanya indikasi permainan harga atau penimbunan yang merugikan konsumen.

 

Keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga cabai juga tidak hanya datang dari pembeli di pasar tradisional. Pelaku usaha kecil seperti warung makan dan usaha kuliner lain mengaku merasakan dampaknya secara langsung. Cabai yang selama ini menjadi bahan baku penting dalam menu-menu favorit kini menjadi salah satu komponen biaya tertinggi dalam daftar belanja bulanan mereka. Ada yang mengatakan mereka terpaksa mengurangi porsi atau bahkan menyesuaikan resep agar tetap bisa mengelola biaya operasional tanpa harus menaikkan harga jual kepada konsumen.

 

Dampak dari harga cabai yang tinggi dirasakan pula oleh ibu rumah tangga di kota besar maupun pelosok daerah. Banyak yang merasa khawatir karena kenaikan harga cabai ini meningkatkan beban belanja bulanan mereka. Masyarakat yang terbiasa menggunakan cabai dalam hampir setiap masakan kini harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk komoditas tersebut. Hal ini secara tidak langsung memberi tekanan pada anggaran keluarga, terutama bagi mereka yang sudah mengatur pengeluaran dengan ketat.

 

Sementara itu, beberapa pedagang dan petani melihat kenaikan ini bukan semata kesulitan, tetapi juga peluang. Petani yang masih memiliki stok cabai yang cukup dapat memanfaatkan harga pasar yang tinggi untuk meningkatkan pendapatan mereka. Namun, bagi petani yang hasil panennya menurun akibat faktor cuaca, harga tinggi justru lebih terasa memberatkan karena biaya produksi sudah lebih besar sementara hasil panennya sedikit.

 

Analis pasar menyatakan bahwa fenomena lonjakan harga menjelang perayaan besar merupakan siklus yang hampir terjadi setiap tahun. Namun, besarnya lonjakan kali ini menjadi perhatian karena terjadi pada lebih banyak komoditas dan berlangsung lebih cepat dari biasanya. Mereka menyarankan agar ada langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pasokan komoditas penting seperti cabai, termasuk pengembangan teknologi pertanian, perbaikan distribusi logistik, dan dukungan terhadap petani lokal agar dapat memproduksi lebih stabil sepanjang tahun.

 

Baca Juga:
Trump Hapus Tarif, Petani RI Panen Berkah: Peluang Emas Kopi & Kakao di AS!

Dengan momen Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat, masyarakat diperkirakan akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Sementara itu, pemerintah, pedagang, dan para pelaku usaha diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini sehingga lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita