Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Nov 2025 15:49 WIB

Harga Minyak Kembali Anjlok: Stok AS Naik, OPEC Pesimis?


 Harga Minyak Kembali Anjlok: Stok AS Naik, OPEC Pesimis? Perbesar

JAKARTA – Pasar minyak global kembali dirundung kekhawatiran. Harga minyak mentah dunia terpantau melemah pada perdagangan Kamis (13/11), melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Sentimen negatif kali ini dipicu oleh dua faktor utama: kenaikan stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS) dan proyeksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang dinilai kurang optimistis.

 

Mengutip data dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami penurunan sebesar 9 sen atau 0,1 persen, menjadi US$62,62 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate AS (WTI AS) juga terpeleset 11 sen atau 0,2 persen, ke posisi US$58,38 per barel. Penurunan ini memperpanjang tren negatif setelah sebelumnya kedua jenis minyak tersebut anjlok masing-masing 3,8 persen dan 4,2 persen.

Stok Minyak AS Menggunung: Kekhawatiran Pasokan Berlebih Kembali Mencuat

Salah satu faktor utama yang menekan harga minyak adalah laporan dari American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 1,3 juta barel dalam sepekan terakhir. Meskipun persediaan bensin dan distilat mengalami penurunan, kenaikan stok minyak mentah ini memperkuat kekhawatiran bahwa pasokan global masih berlebih dibandingkan dengan permintaan bahan bakar saat ini.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, mengingat bahwa kelebihan pasokan dapat memicu perang harga dan semakin menekan keuntungan perusahaan-perusahaan minyak.

OPEC Mulai ‘Pesimis’? Proyeksi Pasokan Global Tahun 2026 Jadi Sorotan

Baca Juga:
Rahasia Klepon Kenyal dan Empuk Tanpa Kapur: Resep Sederhana 300 Gram Tepung Ketan

Selain kenaikan stok minyak AS, faktor lain yang turut membebani harga minyak adalah revisi proyeksi pasokan global oleh OPEC. Dalam laporan bulanannya, OPEC memproyeksikan bahwa pasokan minyak global akan sedikit melebihi permintaan pada tahun 2026. Proyeksi ini didorong oleh peningkatan produksi dari aliansi OPEC+, yang mencakup anggota OPEC dan mitra seperti Rusia.

Proyeksi ini tentu berbeda dengan sikap optimistis yang selama ini dipegang oleh OPEC. Perubahan pandangan ini sejalan dengan keputusan organisasi tersebut untuk menunda pencabutan pemangkasan produksi sukarela pada kuartal I 2027.

Menurut Suvro Sarkar, analis energi senior dari Bank DBS, perubahan pandangan OPEC ini telah memicu reaksi berlebihan dari pasar. Meskipun demikian, Sarkar menilai bahwa fundamental pasokan belum berubah signifikan.

Menanti Data Resmi dari EIA dan Potensi Gangguan Ekspor Rusia

Para pelaku pasar kini tengah menantikan data resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA). Lembaga tersebut juga menyebutkan dalam laporan Short-Term Energy Outlook bahwa produksi minyak AS akan mencapai rekor tertinggi baru tahun ini, melebihi perkiraan sebelumnya. EIA memperkirakan bahwa persediaan minyak global akan terus meningkat hingga 2026 karena laju produksi tumbuh lebih cepat dibandingkan permintaan bahan bakar.

Meskipun demikian, sejumlah analis memperkirakan bahwa harga minyak akan bertahan di kisaran US$60 per barel, karena adanya potensi gangguan jangka pendek terhadap ekspor Rusia menyusul penerapan sanksi yang lebih ketat. Sarkar menambahkan bahwa akan ada dukungan yang cukup kuat terhadap harga minyak di sekitar US$60 per barel, terutama jika ekspor Rusia terganggu ketika sanksi baru diberlakukan.

Baca Juga:
Telur Kukus: Rahasia Sarapan Sehat, Praktis, dan Kaya Manfaat

Dengan berbagai faktor yang saling mempengaruhi, pasar minyak global diperkirakan akan terus bergejolak dalam beberapa waktu ke depan. Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan terbaru dan mengambil langkah-langkah antisipasi yang tepat untuk menghadapi risiko yang mungkin timbul.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Trending di Berita