Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Des 2025 19:27 WIB

Indonesia Punya 127 Gunung Berapi Aktif, Ancaman dan Kesiapsiagaan Masyarakat Jadi Fokus


 Indonesia Punya 127 Gunung Berapi Aktif, Ancaman dan Kesiapsiagaan Masyarakat Jadi Fokus Perbesar

PROLOGMEDIA – Indonesia dikenal sebagai negeri yang berada di pertemuan lempeng-lempeng tektonik besar dunia, menjadikannya sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas geologi yang sangat tinggi. Selama berabad-abad, pegunungan vulkanik yang membentang di sepanjang Kepulauan Nusantara menjadi saksi bisu atas dinamika alam yang terus berjalan, mulai dari letusan gunung berapi yang memukau hingga gemuruh bawah tanah yang terus bergerak. Baru-baru ini, lembaga geologi nasional mengumumkan data terbaru yang menunjukkan bahwa kondisi gunung berapi di Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Dalam rilis resminya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa dari sekitar 500 gunung api yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, sebanyak 127 di antaranya berstatus aktif dan terus dipantau secara intensif oleh para ahli vulkanologi.

Angka 127 gunung berapi aktif ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas mitigasi bencana di tengah kondisi geologi yang dinamis. Gunung berapi aktif didefinisikan sebagai gunung yang menunjukkan aktivitas vulkanik terkini, baik melalui letusan, lontaran abu, gempa vulkanik, maupun bentuk-bentuk perubahan lain yang terdeteksi oleh sistem pengamatan ilmiah. Data ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan masyarakat yang tinggal di sekitar zona rawan. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar 15 juta jiwa tinggal di wilayah yang rentan terhadap dampak aktivitas gunung berapi, terutama di daerah yang berada di sekitar gunung dengan status waspada dan siaga.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, di antara 127 gunung berapi aktif tersebut terdapat sejumlah gunung yang masuk dalam kategori paling aktif, yang ditandai oleh seringnya aktivitas vulkanik dan variasi gejala yang diamati secara ilmiah. Dalam rentang waktu sepanjang tahun 2025, Badan Geologi mencatat adanya tiga gunung berapi yang berada pada status Level III atau Siaga, yang merupakan tingkatan menunjukkan peningkatan risiko erupsi dan potensi ancaman lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, terdapat puluhan gunung lain yang berada pada Level II atau Waspada, menunjukkan bahwa meskipun aktivitasnya belum sebesar status siaga, potensi risiko tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pihak berwenang.

Gunung Merapi, salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia dan dunia, telah lama menjadi objek perhatian para ahli serta masyarakat umum karena sejarah letusannya yang panjang dan kompleks. Gunung ini secara berkala menunjukkan peningkatan aktivitas, terutama dalam bentuk lontaran material vulkanik dan gempa vulkanik di bawah permukaan.

Kondisi ini mengharuskan Badan Geologi dan PVMBG untuk terus meningkatkan intensitas pemantauan melalui jaringan pos pengamatan yang tersebar di berbagai titik strategis di sekitar gunung. Merapi tidak hanya menjadi fenomena alam; ia juga merupakan bagian dari budaya lokal yang sejak lama dihormati dan dipahami sebagai kekuatan alam yang memiliki sisi spiritual bagi masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Gunung Semeru, yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, juga termasuk dalam daftar gunung berapi dengan tingkat aktivitas tinggi. Pada awal Desember 2025, tercatat beberapa kali erupsi yang menunjukkan meningkatnya aktivitas vulkanik di puncaknya. Dalam satu insiden, kolom letusan Semeru mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak, memuntahkan abu vulkanik ke udara dan mengirimkan aliran material pijar ke lereng gunung yang kemudian bergerak menuruni lereng dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga:
5 Cara Efektif Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan agar Masakan Lebih Lezat

Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, terutama karena Semeru berada di wilayah yang memiliki banyak pemukiman dan jalur transportasi penting. Akibatnya, pihak berwenang mengeluarkan arahan dan pembatasan bagi aktivitas manusia di zona berbahaya, termasuk larangan mendekati kawah dan pembatasan jarak tertentu dari puncak gunung karena potensi ancaman lontaran material vulkanik.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur terdapat Gunung Lewotobi Laki-laki, yang juga termasuk dalam daftar gunung berapi dengan status siaga. Meskipun mungkin kurang dikenal dibanding Merapi atau Semeru, gunung ini memiliki catatan aktivitas vulkanik yang signifikan dan oleh karena itu terus menjadi fokus pemantauan ilmiah. Aktivitas vulkanik di sini, sebagaimana di gunung lain, bukan hanya berkaitan dengan letusan besar, tetapi juga fenomena gejala awal seperti tremor vulkanik, deformasi tanah, perubahan gas, serta tanda-tanda lain yang menjadi indikator peningkatan potensi erupsi.

Selain ketiga gunung dengan status Siaga, 24 gunung lain berada pada status Waspada. Status ini berarti bahwa meskipun belum menunjukkan gejala setingkat siaga, gunung-gunung tersebut tetap memperlihatkan tanda-tanda aktivitas yang memerlukan kewaspadaan, seperti tremor vulkanik yang tinggi, perubahan pada bentuk tubuh gunung, atau peningkatan keluarnya gas vulkanik. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi bencana geologi tetap ada, dan kesiapan masyarakat serta kesiapsiagaan otoritas lokal menjadi sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Untuk mendukung kegiatan pemantauan, Badan Geologi telah mengoperasikan puluhan pos pengamatan gunung api di seluruh Indonesia, dengan jumlah mencapai 74 pos. Di antara gunung-gunung aktif tersebut, 69 gunung dipantau secara real time melalui sistem pengamatan modern yang terhubung dengan jaringan komunikasi dan teknologi informasi. Sistem ini memungkinkan para ahli vulkanologi untuk segera mendeteksi perubahan gejala vulkanik dan menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat secara cepat, sehingga langkah-langkah mitigasi dapat diambil tepat waktu.

Situasi ini diperkuat dengan kesiapan pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana untuk selalu memperbarui rekomendasi keselamatan dan arahan kepada warga di wilayah rawan. Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar zona berbahaya untuk selalu mengikuti informasi resmi, memperhatikan tanda peringatan dini, serta mematuhi rekomendasi dari otoritas setempat. Edukasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana, karena pengetahuan yang tepat tentang tanda-tanda gejala vulkanik dan langkah-langkah evakuasi dapat menyelamatkan nyawa ketika keadaan darurat terjadi.

Indonesia sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik memiliki risiko bencana geologi yang sangat tinggi. Fenomena alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan sekunder seperti lahar dan hujan abu dapat terjadi kapan saja dan di wilayah yang luas. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif dan kerja sama antara lembaga pemerintah, masyarakat, serta para ahli ilmuwan menjadi syarat utama dalam menghadapi tantangan geologi ini.

Baca Juga:
Rekomendasi Soto Terenak di Banten: Kuliner Hangat yang Wajib Dicoba Saat Musim Hujan

Pemahaman komprehensif mengenai aktivitas vulkanik, kesiapsiagaan yang matang, serta teknologi pemantauan yang terus dikembangkan akan menjadi faktor penentu dalam mengurangi dampak bencana bagi kehidupan masyarakat di masa mendatang.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita