Menu

Mode Gelap

Berita · 15 Nov 2025 20:28 WIB

Indonesia Ukir Sejarah! Militer RI Lampaui Jerman & Israel, Jadi Kekuatan Global yang Diperhitungkan!


 Indonesia Ukir Sejarah! Militer RI Lampaui Jerman & Israel, Jadi Kekuatan Global yang Diperhitungkan! Perbesar

JAKARTA – Di panggung dunia yang penuh intrik dan dinamika geopolitik, nama Indonesia kembali berkibar dengan gagah berani. Bukan dalam ajang seni atau budaya, melainkan dalam ranah yang penuh perhitungan dan kekuatan: militer. Laporan terbaru dari Global Firepower (GFP) 2025 telah mengumumkan bahwa militer Indonesia menduduki peringkat ke-13 terkuat di dunia, sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan di kawasan dan global.

Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen panjang dan investasi strategis dalam bidang pertahanan dan keamanan. Indonesia telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kedaulatan wilayah, melindungi kepentingan nasional, dan berkontribusi pada stabilitas regional. Peringkat ke-13 ini adalah bukti nyata bahwa upaya tersebut telah membuahkan hasil yang signifikan.

Yang lebih mencengangkan, Indonesia berhasil melampaui negara-negara maju yang dikenal memiliki kekuatan militer yang mumpuni, seperti Jerman dan Israel. Jerman, dengan teknologi dan industri maju, serta Israel yang dikenal dengan inovasi dan pengalaman tempurnya, harus mengakui keunggulan Indonesia dalam perhitungan GFP. Hal ini tentu menimbulkan rasa penasaran: apa yang membuat Indonesia begitu kuat?

Global Firepower (GFP), sebagai lembaga yang kredibel dalam mengukur kekuatan militer, menggunakan lebih dari 60 faktor untuk menentukan skor PowerIndex suatu negara. Faktor-faktor tersebut meliputi kuantitas unit militer, kondisi finansial, kapabilitas logistik, dan geografi.

GFP tidak hanya melihat jumlah alutsista, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor non-teknis yang memengaruhi kemampuan militer suatu negara.

Dalam perhitungan GFP, Indonesia unggul dalam hal jumlah personel militer yang sangat besar. Dengan sekitar 1.050.000 personel militer, Indonesia memiliki kekuatan manusia yang siap untuk menjaga keamanan negara. Jumlah ini terdiri dari 400.000 personel aktif, 400.000 personel cadangan, dan sekitar 250.000 personel paramiliter. Kekuatan personel yang besar ini memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam hal kemampuan mobilisasi, penanganan bencana alam, dan menjaga keamanan wilayah yang luas.

Selain jumlah personel, Indonesia juga memiliki total alutsista yang signifikan. Dengan sekitar 459 unit pesawat, lebih dari 20 ribu unit kendaraan lapis baja, dan 331 kapal laut, Indonesia memiliki kemampuan untuk menjaga wilayah udara, darat, dan lautnya. Alutsista ini terus ditingkatkan dan dimodernisasi untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan yang mungkin timbul.

Namun, kekuatan militer Indonesia bukan hanya tentang jumlah personel dan alutsista. Faktor geografis juga memainkan peran penting dalam menentukan kekuatan militer Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan strategis. Letak geografis ini memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam hal pengawasan wilayah, pengendalian jalur laut, dan proyeksi kekuatan ke kawasan sekitarnya.

Selain itu, kondisi finansial Indonesia yang semakin baik juga memungkinkan negara untuk terus berinvestasi dalam bidang pertahanan dan keamanan. Anggaran pertahanan Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, memungkinkan negara untuk membeli alutsista modern, meningkatkan pelatihan personel militer, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Meskipun GFP memberikan gambaran yang komprehensif tentang kekuatan militer suatu negara, penting untuk diingat bahwa metodologi GFP hanya menilai pada kekuatan konvensional. GFP tidak memasukkan faktor-faktor seperti senjata nuklir, kekuatan strategis khusus, atau kemampuan siber dalam penilaiannya.

Baca Juga:
Kilang Pertamina Tetap Beroperasi Penuh untuk Amankan Suplai BBM di Libur Nataru

Oleh karena itu, negara dengan senjata nuklir atau kemampuan siber yang mumpuni mungkin tidak mendapatkan peringkat yang tinggi dalam GFP, meskipun memiliki kemampuan yang sangat mematikan.

Selain itu, GFP juga tidak mempertimbangkan faktor-faktor seperti moral, kepemimpinan, dan doktrin militer. Faktor-faktor ini sangat penting dalam menentukan kemampuan perang suatu negara, tetapi sulit untuk diukur secara kuantitatif. Oleh karena itu, peringkat GFP harus dilihat sebagai salah satu indikator kekuatan militer suatu negara, bukan sebagai satu-satunya ukuran yang mutlak.

Meskipun demikian, peringkat ke-13 terkuat di dunia tetap merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil membangun kekuatan militer yang signifikan dan disegani di kawasan. Indonesia juga telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, serta berkontribusi pada keamanan global.

Ke depan, Indonesia perlu terus meningkatkan kualitas alutsista, meningkatkan kemampuan personel militer, dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain dalam bidang pertahanan. Indonesia juga perlu mengembangkan industri pertahanan dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan alutsista secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada negara lain.

Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan kemampuan siber dan mengembangkan strategi pertahanan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis. Ancaman keamanan di abad ke-21 semakin kompleks dan multidimensional, sehingga Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai jenis ancaman, baik yang bersifat konvensional maupun non-konvensional.

Kerja sama dengan negara-negara lain juga sangat penting dalam menjaga keamanan regional dan global. Indonesia dapat bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk mengatasi masalah-masalah seperti terorisme, kejahatan lintas negara, dan sengketa wilayah. Indonesia juga dapat berperan aktif dalam forum-forum internasional untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di seluruh dunia.

Peringkat ke-13 terkuat di dunia adalah awal yang baik, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Indonesia perlu terus berupaya untuk meningkatkan kekuatan militer dan memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam menjaga keamanan regional dan global.

Dengan komitmen yang kuat, investasi yang cerdas, dan kerja sama yang erat, Indonesia dapat mewujudkan visi menjadi negara yang kuat, aman, dan sejahtera.

Pencapaian ini juga menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk semakin mencintai tanah air dan meningkatkan rasa bangga terhadap negaranya. Kekuatan militer bukan hanya tentang alutsista dan personel, tetapi juga tentang semangat juang dan rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh seluruh warga negara.

Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan cita-cita bangsa.

Baca Juga:
Delapan Aplikasi Mata Elang Diduga Jual Data Nasabah Leasing Dihapus dari Platform Digital

Semoga dengan kekuatan militer yang semakin meningkat, Indonesia dapat terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban manusia.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita