Menu

Mode Gelap

Blog · 24 Nov 2025 18:16 WIB

Inovasi Beras Presokazi: Terobosan UGM untuk Perbaikan Gizi Anak dan Ibu Hamil


 Inovasi Beras Presokazi: Terobosan UGM untuk Perbaikan Gizi Anak dan Ibu Hamil Perbesar

PROLOGMEDIA – Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan sebuah inovasi pangan yang dinilai sangat penting bagi masa depan gizi masyarakat Indonesia. Inovasi ini berupa beras bernama Presokazi, sebuah beras premium yang diperkaya dengan kandungan zat besi dan seng melalui teknik biofortifikasi. Kehadiran Presokazi diharapkan mampu menjawab tantangan kekurangan gizi mikro yang masih banyak dialami oleh anak-anak dan ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia.

 

Presokazi dikembangkan dari varietas padi unggul Gamagora 7. Pada awalnya, Gamagora 7 dirancang sebagai varietas yang tahan terhadap perubahan iklim dan kondisi lahan yang kurang ideal. Padi ini mampu tumbuh dengan baik meski berada di lahan kering, serta memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap serangan hama. Selain itu, masa panennya tergolong cepat, yaitu sekitar 104 hari, dengan hasil panen yang bisa mencapai hampir 10 ton per hektar. Namun, potensi terbesar varietas ini justru ditemukan dari kemampuannya menerima biofortifikasi, yaitu proses peningkatan kandungan nutrisi pada tanaman melalui pemupukan tertentu.

 

Untuk mengembangkan Presokazi, para peneliti menggunakan pupuk khusus bernama Super Smart Fertilizer. Melalui pupuk ini, kandungan zat besi dan seng dalam tanaman padi dapat ditingkatkan secara signifikan. Teknik ini tidak hanya menargetkan peningkatan nutrisi selama masa tanam, tetapi juga memastikan bahwa kandungan gizi tersebut tetap terjaga hingga tahap pascapanen. Mulai dari proses pemanenan, pengeringan, seleksi gabah, hingga penggilingan menjadi beras, semuanya dilakukan dengan prosedur ketat agar nutrisi yang ditingkatkan tidak hilang. Dengan demikian, setiap butir Presokazi yang sampai ke tangan konsumen tetap mengandung zat besi dan seng dalam kadar tinggi.

 

Pengembangan Presokazi tidak hanya berhenti pada laboratorium. Tim peneliti UGM turun langsung ke lapangan untuk bekerja sama dengan para petani. Para petani diberikan pelatihan dan pendampingan agar mereka mampu menerapkan teknik budidaya Gamagora 7 sesuai standar yang dibutuhkan. Pendampingan ini mencakup cara pemupukan, pengelolaan air, hingga praktik panen yang benar. Melalui kolaborasi semacam ini, kualitas tanaman dapat dijaga, dan hasil beras tetap memenuhi standar gizi yang diharapkan.

 

Selain aspek gizi, kualitas konsumsi Presokazi juga mendapat perhatian khusus. Beras ini dirancang agar tetap memiliki karakteristik yang disukai konsumen Indonesia, seperti rasa pulen, tekstur lembut, serta aroma yang bersih dan enak ketika dimasak. Hasil evaluasi dari berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bahwa nasi yang dihasilkan Presokazi terasa lebih ringan namun mengenyangkan, dengan tampilan butiran yang rapi dan menarik. Hal ini penting karena penerimaan konsumen menjadi faktor kunci agar inovasi ini bisa meluas secara nasional.

 

Presokazi diperkenalkan kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui sebuah acara yang digelar di wilayah Sleman. Acara tersebut menghadirkan peneliti, warga, dan pemerintah setempat untuk berdiskusi mengenai potensi Gamagora 7 dan peluang konsumsi Presokazi di masa depan. Dalam forum itu, tim peneliti menegaskan bahwa Presokazi bukan hanya sebuah produk riset semata. Lebih dari itu, Presokazi merupakan bentuk nyata hilirisasi riset kampus, yaitu usaha untuk membawa hasil penelitian menjadi produk yang benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga:
Penyelamatan Dua Kucing yang Terjebak Empat Hari di Zona Erupsi Semeru

 

Salah satu peneliti yang terlibat menjelaskan bahwa keberhasilan Presokazi bergantung pada sinergi antara berbagai pihak. Universitas menyediakan riset dan inovasi, petani menyediakan tenaga dan keterampilan budidaya, sedangkan industri bisa berperan dalam produksi massal dan distribusi. Menurutnya, ketika ketiga pihak ini bekerja bersama, maka inovasi pangan seperti Presokazi tidak hanya berhenti sebagai proyek penelitian, tetapi juga menjadi produk yang berkelanjutan.

 

Proses pengujian Presokazi dilakukan secara ketat. Setiap batch beras diuji kandungan zat besi dan sengnya, termasuk setelah proses penggilingan. Hasilnya menunjukkan bahwa nutrisi yang ditingkatkan tetap bertahan hingga ke tahap akhir. Ini menjadi bukti bahwa metode biofortifikasi yang diterapkan efektif dan dapat diandalkan. Pengujian organoleptik, yakni penilaian rasa dan tekstur, juga dilakukan untuk memastikan pengalaman konsumsi yang menyenangkan bagi masyarakat luas.

 

Meski memiliki potensi besar, komersialisasi Presokazi tetap menghadapi sejumlah tantangan. Produksi beras ini membutuhkan biaya tambahan, terutama karena penggunaan pupuk inovatif dan proses pascapanen yang lebih teliti. Selain itu, varietas Gamagora 7 masih relatif baru sehingga petani membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknik budidayanya. Kendati demikian, peluang pasar untuk Presokazi tetap terbuka lebar karena makin banyak pihak yang menyadari pentingnya pangan bergizi untuk mencegah stunting dan malnutrisi.

 

Beberapa perusahaan diketahui mulai menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama produksi dan distribusi. Jika kerja sama ini berhasil diperluas, Presokazi berpeluang menjadi salah satu komoditas beras premium nasional dengan nilai tambah yang tinggi. Keberadaan industri dalam rantai produksi dapat membantu menekan biaya sekaligus memperluas jangkauan distribusi hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

 

Para peneliti UGM menegaskan bahwa inovasi seperti Presokazi merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menyumbang solusi nyata terhadap persoalan nasional. Mereka berharap bahwa kehadiran beras ini dapat membantu memperbaiki kondisi gizi masyarakat, terutama pada kelompok yang paling rentan. Dengan menyediakan beras yang tinggi zat besi dan seng, mereka ingin masyarakat memiliki pilihan pangan yang lebih berkualitas tanpa harus mengubah pola makan yang sudah menjadi budaya, yaitu mengonsumsi nasi setiap hari.

 

Baca Juga:
Cilegon Jadi Pusat Perhatian Olahraga Banten! Persiapan Matang untuk 3 Event Sekaligus

Pada akhirnya, Presokazi bukan hanya sekadar beras yang diperkaya nutrisi, tetapi juga simbol bahwa riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi, petani, dan industri, Presokazi diharapkan menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Burung Nasar: Dari Stigma Pembawa Sial Menjadi Pahlawan Tak Terlihat Penjaga Ekosistem

5 Desember 2025 - 15:12 WIB

Penyebab Rasa Kantuk Setelah Makan dan Cara Efektif Mengatasinya

5 Desember 2025 - 11:07 WIB

7 Penyebab Tubuh Terasa Lelah tetapi Sulit Tidur Serta Cara Efektif Mengatasinya

5 Desember 2025 - 09:42 WIB

Ampas Kopi Jadi Pupuk Alami: Cara Kerja, Manfaat, dan Tips Aman untuk Tanaman di Rumah

5 Desember 2025 - 01:18 WIB

Liburan Singkat ke Pulau Pari: Jelajah Pantai, Snorkeling, dan Camping 2 Hari 1 Malam

5 Desember 2025 - 00:37 WIB

Sering Disangka Sama, Inilah Perbedaan Aspal dan Hotmix yang Perlu Dipahami

5 Desember 2025 - 00:20 WIB

Trending di Blog