Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 15:47 WIB

Inovasi Binar: Sistem Terintegrasi Penanganan Narkotika Dapat Apresiasi Dua Sestama


 Inovasi Binar: Sistem Terintegrasi Penanganan Narkotika Dapat Apresiasi Dua Sestama Perbesar

PROLOGMEDIA – Inovasi dalam penanganan permasalahan narkotika kembali mendapat angin segar melalui lahirnya sistem Pembangunan Konektivitas Basis Data Integrasi Narkotika atau yang disebut Binar. Sistem ini digagas untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini menjadi hambatan besar dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia, yakni belum adanya basis data terpadu yang menghubungkan seluruh informasi lintas sektor. Mulai dari data pemberantasan, proses hukum, layanan rehabilitasi, hingga riwayat asesmen pecandu, semuanya tersebar di berbagai instansi tanpa integrasi yang memadai. Kondisi tersebut kerap menimbulkan ketidaksinkronan data, lambatnya proses penanganan, bahkan berisiko menghambat pengambilan keputusan strategis.

 

Berangkat dari kegelisahan itu, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jambi, Rachmad Rasnova, menggagas sistem Binar sebagai proyek perubahan dalam Program Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXV Tahun 2025. Inovasi tersebut kemudian dipresentasikan dalam seminar implementasi proyek perubahan di ASN Corporate University LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12). Acara itu menjadi momentum penting bagi lahirnya dukungan luas terhadap upaya digitalisasi data penanganan narkotika di Tanah Air.

 

Salah satu bentuk dukungan paling kuat datang dari Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, yang hadir sebagai mentor pada seminar tersebut. Di hadapan peserta dan para pemangku kepentingan, ia menegaskan bahwa Binar merupakan inovasi yang tidak hanya relevan, tetapi juga strategis dalam mendukung arah kebijakan Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto. Menurutnya, digitalisasi merupakan keharusan yang tidak dapat ditunda lagi, terlebih dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan canggih.

 

Tantan menyampaikan bahwa BNN saat ini tengah fokus memperkuat kualitas sumber daya manusia serta melakukan modernisasi sistem kerja melalui pemanfaatan teknologi. Inovasi seperti Binar selaras dengan visi besar tersebut, sehingga layak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh jajaran BNN. Ia menilai bahwa integrasi data merupakan pondasi utama dalam mempercepat respons penanganan kasus, meningkatkan akurasi analisis, hingga memperkuat kerja sama antarlembaga.

 

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung karena inovasi ini sejalan dengan arah kebijakan Kepala BNN RI, khususnya pada poin penguatan SDM dan digitalisasi,” ujar Tantan. Ia berharap Binar dapat terus dikembangkan agar mampu menjadi sistem berbasis data yang tidak hanya memudahkan operasional BNN, tetapi juga membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran.

 

Selain memperoleh dukungan dari Sestama BNN RI, inovasi Binar juga mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Andi Taufik, yang hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut. Ia melihat bahwa sistem Binar tidak hanya sejalan dengan kebijakan internal BNN, tetapi juga relevan dengan arah pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita Presiden serta RPJMN, khususnya pada bagian penguatan inovasi sektor publik.

 

Menurutnya, inovasi publik tidak harus selalu berskala besar atau membutuhkan anggaran yang masif. Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata, memberikan solusi atas masalah yang sudah lama terjadi, dan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dalam hal ini, Binar dinilai memenuhi seluruh kriteria tersebut karena mampu memecahkan persoalan data yang selama ini menjadi salah satu kelemahan dalam pemberantasan narkotika.

Baca Juga:
Puluhan Aset Tanah Bupati Bekasi Masuk Radar KPK, Asal-usul Harta Jadi Sorotan

 

Lebih jauh, Andi Taufik menekankan bahwa kemampuan Binar dalam mengonsolidasikan data lintas sektor akan menjadi terobosan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Melalui satu pintu data yang dapat diakses oleh aparat penegak hukum terkait, proses pertukaran informasi dapat berlangsung lebih cepat, terukur, dan akuntabel. Hal ini tentu sangat membantu dalam proses penyidikan kasus narkotika yang sering kali membutuhkan kecepatan dan ketepatan informasi.

 

Sistem Binar sendiri dirancang untuk memiliki beberapa manfaat utama. Di tingkat organisasi, Binar dapat memangkas proses birokrasi, membantu pemetaan permasalahan, serta meningkatkan koordinasi antardirektorat. Di tingkat pemerintahan, Binar menjadi alat bantu strategis untuk analisis kebijakan, pemantauan program, hingga perencanaan lintas sektor. Sedangkan bagi masyarakat, kehadiran sistem ini secara tidak langsung membawa dampak positif berupa peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam aspek rehabilitasi dan asesmen terpadu.

 

Salah satu fitur penting yang dimiliki Binar adalah integrasi data Tim Asesmen Terpadu (TAT). Selama ini, petugas TAT kerap menghadapi tantangan dalam menelusuri riwayat hukum maupun proses rehabilitasi seseorang yang mengajukan asesmen, terutama ketika data tersebar di berbagai lembaga. Dengan Binar, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara cepat hanya melalui satu sistem. Hal ini tentu memudahkan petugas dalam melakukan analisa dan menyusun rekomendasi secara objektif dan komprehensif.

 

Dalam konteks penegakan hukum, integrasi data memungkinkan BNN bekerja lebih efektif dalam memetakan jaringan peredaran narkotika, memahami pola kasus, hingga mendeteksi hubungan antar pelaku lintas wilayah. Informasi yang sebelumnya memerlukan waktu lama untuk dihimpun kini dapat diperoleh dalam hitungan detik. Dampaknya tidak hanya pada efisiensi, tetapi juga pada peningkatan kualitas akurasi data sehingga keputusan operasional dapat diambil dengan lebih tepat.

 

Ke depannya, sistem Binar diharapkan dapat diperluas pemanfaatannya ke berbagai sektor lain yang masih berkaitan dengan penanganan narkotika, seperti kesehatan, sosial, hingga lembaga pemasyarakatan. Kolaborasi multisektor menjadi kunci untuk memastikan bahwa seluruh data benar-benar terintegrasi dan dapat mendukung upaya nasional dalam mengurangi penyalahgunaan narkotika.

 

Rachmad Rasnova sebagai penggagas berharap inovasi ini dapat menjadi model integrasi data nasional di bidang narkotika. Ia juga menyampaikan komitmen untuk terus menyempurnakan sistem Binar agar lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Dukungan kuat dari BNN RI dan LAN menjadi energi tambahan bagi dirinya dan tim untuk memastikan Binar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

 

Baca Juga:
Sejarah Terukir! Indonesia Akhirnya Bangun Pabrik Soda Ash Pertama Rp 5 Triliun

Melalui inovasi Binar, babak baru dalam pengelolaan data penanganan narkotika mulai terbuka. Sistem ini bukan hanya sekadar alat teknologi, tetapi representasi dari tekad kuat untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperkuat sinergi antarinstansi. Dengan adanya dukungan penuh dari dua Sestama, harapan untuk menghadirkan penanganan narkotika yang lebih efektif dan terintegrasi kini semakin nyata.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita