Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 3 Nov 2025 09:37 WIB

Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah!


 Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah! Perbesar

Dalam dunia olahraga lari, seringkali kita melihat para pelari, baik pemula maupun profesional, langsung memulai aktivitas mereka tanpa melakukan persiapan yang memadai.

Padahal, tahukah Anda bahwa salah satu kunci untuk memaksimalkan performa dan meminimalisir risiko cedera adalah dengan melakukan pemanasan yang tepat sebelum memulai lari? Pemanasan bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah investasi penting untuk kesehatan dan kebugaran tubuh Anda.

Salamah Harahap, melalui artikelnya di detikSport, mengingatkan kita akan pentingnya pemanasan sebelum lari. Pemanasan, atau warming up, memiliki manfaat ganda, baik secara fisiologis maupun psikologis.

Secara fisiologis, pemanasan membantu meningkatkan suhu tubuh dan melancarkan aliran darah ke otot-otot. Hal ini membuat otot menjadi lebih elastis, fleksibel, dan siap untuk menerima beban latihan yang lebih berat. Otot yang hangat dan lentur akan bekerja lebih efisien, sehingga Anda dapat berlari lebih jauh dan lebih cepat tanpa merasa cepat lelah.

Selain itu, pemanasan juga membantu meningkatkan suplai oksigen ke otot-otot. Oksigen adalah bahan bakar utama bagi otot untuk menghasilkan energi. Dengan suplai oksigen yang cukup, otot dapat bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko kram atau kelelahan otot.

Pemanasan juga membantu mempersiapkan sistem saraf untuk aktivitas fisik yang lebih intens. Sistem saraf berperan penting dalam mengontrol gerakan otot dan menjaga koordinasi tubuh. Dengan pemanasan, sistem saraf menjadi lebih responsif dan efisien dalam mengirimkan sinyal ke otot-otot.

Secara psikologis, pemanasan membantu mempersiapkan mental Anda untuk menghadapi aktivitas fisik. Pemanasan memberikan waktu bagi Anda untuk fokus, berkonsentrasi, dan memvisualisasikan tujuan latihan Anda.

Ini membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri Anda, sehingga Anda dapat memberikan yang terbaik selama latihan. Pemanasan juga membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan yang mungkin Anda rasakan sebelum memulai lari.

Namun, tidak semua gerakan pemanasan sama efektifnya. Ada beberapa gerakan pemanasan yang sangat direkomendasikan untuk pelari, karena menargetkan otot-otot yang paling sering digunakan saat berlari. Berikut adalah 8 gerakan pemanasan yang disarankan oleh Salamah Harahap dalam artikelnya.

Baca Juga:
Maskot HPN 2026 Banten Resmi Diperkenalkan: Si Juhan, Simbol Ketangguhan dan Kearifan Lokal

1. Dynamic Pigeon Pose: Gerakan ini sangat baik untuk meregangkan otot-otot lutut, pinggul, dan bokong. Otot-otot ini berperan penting dalam setiap langkah lari Anda. Dengan meregangkan otot-otot ini, Anda dapat meningkatkan fleksibilitas pinggul dan mengurangi risiko cedera pada lutut dan pergelangan kaki.

2. Calf Raise: Gerakan ini fokus pada peregangan otot betis. Otot betis adalah salah satu otot yang paling sering digunakan saat berlari. Dengan meregangkan otot betis, Anda dapat meningkatkan fleksibilitas pergelangan kaki dan mengurangi risiko cedera pada tendon Achilles.

3. Hip Circles: Latihan ini bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Pinggul yang fleksibel dan stabil akan membantu Anda menjaga keseimbangan dan mencegah cedera pada punggung bawah dan lutut.

4. Hip Flexor Stretch: Gerakan ini melatih otot paha dan betis, sehingga lebih dinamis saat berlari. Otot fleksor pinggul yang kuat dan fleksibel akan membantu Anda mengangkat lutut lebih tinggi dan meningkatkan langkah Anda.

5. Walking Lunge: Gerakan ini meregangkan otot utama yang bekerja saat berlari, seperti otot paha dan pinggul. Walking lunge adalah gerakan dinamis yang membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot-otot kaki.

6. Quadriceps: Gerakan ini berfungsi meregangkan otot paha depan dan samping, hingga mencegah cedera. Quadriceps sangat tepat dilakukan, khususnya bagi pelari yang melalui medan terjal. Otot paha depan yang kuat dan fleksibel akan membantu Anda menstabilkan lutut dan mencegah cedera saat berlari di permukaan yang tidak rata.

7. Bent-Knee Forward Swing: Gerakan ini mengoptimalkan otot fleksor pinggul agar bergerak dengan dinamis. Bent-knee forward swing adalah gerakan dinamis yang membantu meningkatkan fleksibilitas dan koordinasi otot-otot kaki.

8. Arm Circles: Gerakan ini melatih otot bahu, dada, dan punggung atas yang digunakan saat lari. Arm circles membantu meningkatkan postur tubuh dan mencegah ketegangan pada otot-otot bahu dan leher saat berlari.

Dengan melakukan 8 gerakan pemanasan ini secara rutin sebelum berlari, Anda dapat meningkatkan kebugaran, mencegah cedera, dan memaksimalkan performa Anda. Ingatlah, pemanasan adalah investasi penting untuk kesehatan dan kebugaran tubuh Anda.

Baca Juga:
Limbah Sawit Jadi Berkah? Dosen ITB Temukan Cara Ubah Jadi Air Bersih & Biofuel!

Jangan pernah mengabaikannya! Jadi, sebelum Anda mulai berlari, luangkanlah waktu sejenak untuk melakukan pemanasan yang tepat. Tubuh Anda akan berterima kasih.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan