PROLOGMEDIA – Gejala awal kanker kerap kali melayang tanpa disadari oleh banyak orang. Padahal, fakta yang tidak bisa disangkal adalah semakin cepat kanker terdeteksi, tingkat keberhasilan pengobatannya juga semakin besar. Umumnya, gejala awal pada kanker tidak selalu diawali dengan tanda-tanda yang khas atau mencolok. Sebagian besar kasus kanker baru menunjukkan gejala yang jelas ketika sudah berada pada stadium lanjut atau saat sel kanker sudah menyebar ke organ lain.
Hal ini yang membuat deteksi dini menjadi sangat krusial, dan memahami gejala-gejala yang sering diabaikan bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa. Berikut ini adalah lima gejala awal kanker yang tidak boleh dilewatkan, melansir informasi dari Hopkins Medicine.
Yang pertama adalah penurunan berat badan drastis. Banyak orang mungkin melihat penurunan berat badan sebagai sesuatu yang positif, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat. Namun, jika Anda mengalami penurunan berat badan tanpa alasan jelas – tanpa mengubah pola makan, olahraga, atau kebiasaan hidup lainnya – Anda perlu mulai curiga.
Penurunan berat badan sebesar 4,5 kg atau lebih dalam waktu singkat mungkin tidak selalu perlu dikhawatirkan, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, ini bisa merupakan tanda awal kanker. Penurunan berat badan pada penderita kanker terjadi karena sel tubuh sehat terus-menerus diserang oleh sel kanker. Sel kanker bersaing dengan sel sehat untuk mendapatkan nutrisi, sehingga tubuh tidak bisa mendapatkan cukup energi untuk memelihara berat badan yang sehat. Akibatnya, berat badan turun secara perlahan namun pasti tanpa alasan yang jelas.
Kedua, kelelahan yang berlebihan atau ekstrem merupakan salah satu gejala awal kanker yang paling umum, tetapi juga yang paling sering diabaikan. Banyak orang mengira rasa lelah hanya akibat terlalu banyak bekerja, kurang tidur, atau kelelahan fisik. Namun, kelelahan yang disebabkan oleh kanker berbeda dari kelelahan yang biasa Anda rasakan.
Rasa lelah ini seringkali tidak hilang meskipun setelah istirahat yang cukup, dan bisa membuat Anda sulit melakukan aktivitas sehari-hari yang seharusnya mudah. Penyebabnya adalah sel kanker yang menggunakan nutrisi tubuh secara berlebihan untuk tumbuh dan berkembang, sehingga nutrisi tersebut tidak lagi mengisi kembali sel-sel sehat Anda. Pencurian nutrisi ini dapat membuat Anda merasa sangat lelah sepanjang hari, bahkan ketika Anda belum melakukan aktivitas apapun.
Ketiga, demam yang berulang juga bisa menjadi gejala awal kanker yang perlu diperhatikan. Demam adalah gejala umum yang sering muncul akibat pilek, flu, atau infeksi lainnya, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, karakteristik tertentu dari demam yang berulang dapat mengindikasikan kemungkinan adanya kanker. Anda perlu memberi perhatian khusus jika demam Anda sebagian besar terjadi pada malam hari, tanpa adanya tanda-tanda infeksi lain seperti batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan.
Baca Juga:
Wagub Banten Tekankan Sinergi Lintas Sektor Jelang Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Selain itu, jika Anda juga mengalami keringat malam yang parah – sampai baju dan sprei basah – ini bisa menjadi tanda tambahan yang perlu diperiksa. Demam pada penderita kanker terjadi karena tubuh berusaha melawan sel kanker, atau karena sel kanker melepaskan zat kimia yang mengganggu sistem imun tubuh.
Keempat, nyeri yang terus-menerus juga dapat mengindikasikan adanya penyakit yang mendasarinya, termasuk kanker. Nyeri adalah gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, yang sebagian besar bukan kanker – seperti ketegangan otot, cedera, atau masalah sendi. Namun, jika nyeri yang Anda rasakan tidak kunjung hilang meskipun setelah diobati atau istirahat, dan Anda tidak yakin dari mana asalnya, maka segeralah periksakan ke dokter.
Kanker dapat menyebabkan nyeri dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui massa atau tumor yang menekan area lain di tubuh, seperti saraf atau organ terdekat. Selain itu, zat kimia yang dilepaskan oleh sel kanker juga dapat menyebabkan rasa nyeri. Ketika kanker menyebar (metastasis) dari tempat bermula ke organ lain, hal ini juga dapat menimbulkan nyeri di area yang terkena.
Kelima, perubahan di kulit juga tidak boleh diabaikan, karena kulit kita adalah organ terbesar tubuh dan dapat menjadi jendela kesehatan secara keseluruhan. Satu dari beberapa perubahan yang perlu diperhatikan adalah penyakit kuning, yang ditandai dengan menguningnya mata atau ujung jari. Penyakit kuning bisa menjadi tanda infeksi hati, tetapi juga dapat mengindikasikan kemungkinan adanya kanker hati atau pankreas. Hubungi dokter Anda segera jika Anda melihat tanda-tanda penyakit kuning, karena ini bisa menjadi gejala yang serius.
Selain itu, perubahan pada tahi lalat juga bisa menjadi penyebab kekhawatiran sebagai gejala awal kanker kulit. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika tahi lalat Anda menjadi tidak simetris, memiliki tepi bergerigi atau tidak teratur, berubah warna atau menggelap, atau tumbuh dengan cepat. Semua tanda ini bisa menjadi indikasi kanker kulit, yang jika terdeteksi dini akan memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang sangat tinggi.
Perlu diingat bahwa gejala-gejala ini tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker. Banyak gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang kurang serius. Namun, yang paling penting adalah tidak mengabaikannya dan segera mencari bantuan medis jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala ini secara terus-menerus.
Baca Juga:
Rahasia Simpan Alpukat Tetap Segar hingga Sebulan, Cukup Pakai Dua Bahan Sederhana
Dokter akan melakukan pemeriksaan yang sesuai untuk menentukan penyebab sebenarnya dari gejala yang Anda alami, dan mengambil langkah yang tepat jika diperlukan. Dengan memahami gejala awal kanker yang sering diabaikan, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mendeteksinya lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan kesembuhan.









