Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 17 Des 2025 20:57 WIB

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin C agar Manfaatnya Maksimal?


 Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin C agar Manfaatnya Maksimal? Perbesar

PROLOGMEDIA – Vitamin C dikenal luas sebagai salah satu nutrisi penting yang tak boleh luput dari perhatian dalam upaya menjaga kesehatan tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengkonsumsi vitamin ini melalui makanan alami seperti buah dan sayuran, tapi tidak sedikit juga yang mengandalkannya dalam bentuk suplemen. Meski sudah familiar, ternyata masih banyak pertanyaan di masyarakat mengenai kapan waktu terbaik untuk minum vitamin C, berapa dosis yang tepat, dan bagaimana cara memaksimalkan penyerapan di dalam tubuh. Banyak dari kita mungkin pernah mendengar anjuran minum vitamin C pagi hari, atau sebelum tidur, namun benarkah hal tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh?

 

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, artinya tubuh tidak menyimpan nutrisi ini dalam jumlah besar di jaringan tubuh. Setiap hari kita perlu memastikan asupan vitamin C mencukupi, baik dari makanan maupun suplemen, agar tubuh dapat menjalankan fungsi pentingnya seperti menjaga sistem imun, membantu produksi kolagen, meningkatkan penyerapan zat besi, hingga bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Karena karakter larut air itulah, tubuh akan mengeluarkan kelebihan vitamin C melalui urin sehingga konsumsi dalam jumlah sangat tinggi bukan hanya tidak efektif, tetapi dapat memberi efek samping tertentu seperti gangguan pencernaan.

 

Berapa sebenarnya kebutuhan vitamin C setiap hari? Untuk orang dewasa, angka kecukupan yang direkomendasikan menurut panduan gizi umumnya adalah sekitar 75–90 miligram per hari. Pria dewasa biasanya dianjurkan hingga sekitar 90 mg, sedangkan wanita dewasa sekitar 75 mg. Ibu hamil dan menyusui memiliki kebutuhan sedikit berbeda dan cenderung lebih tinggi sesuai kebutuhan fisiologis tubuh mereka. Sementara anak-anak dan remaja memiliki rekomendasi yang lebih rendah, tergantung usia masing-masing. Perokok juga membutuhkan tambahan sekitar 35 mg per hari karena kebiasaan merokok cenderung menurunkan kadar vitamin C dalam tubuh.

 

Meski kebutuhan dasarnya sudah diketahui, kunci utama dari konsumsi vitamin C bukan hanya angka dosis — tetapi juga cara dan waktu konsumsi yang benar agar manfaatnya dapat dirasakan optimal. Banyak ahli nutrisi menyatakan bahwa karena tubuh tidak menyimpannya, konsumsi vitamin C bisa dibagi beberapa kali dalam sehari untuk meningkatkan penyerapan. Misalnya, jika kamu mengonsumsi suplemen lebih dari jumlah kecil, bisa lebih baik bila dosis besar tersebut dibagi menjadi dua atau tiga bagian yang diminum terpisah sepanjang hari. Dengan begitu, tubuh dapat menggunakan vitamin C secara lebih efektif sebelum akhirnya sebagian diekskresikan lewat urine.

 

Dalam hal waktu konsumsi, beberapa pendekatan bisa dipertimbangkan berdasarkan respons tubuh masing-masing. Secara umum, vitamin C bisa diminum di pagi hari, siang hari, bahkan sore hari karena sifatnya yang larut air. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:

 

Saat perut kosong: Mengonsumsi vitamin C sebelum sarapan, terutama 30–45 menit sebelum makan, bisa membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih cepat karena saluran pencernaan belum penuh makanan. Banyak orang memilih waktu ini agar tubuh mendapatkan asupan vitamin sejak awal hari.

 

Bersama makanan: Jika kamu memiliki lambung yang sensitif atau mudah merasa mual ketika minum suplemen vitamin C saat perut kosong, sebaiknya minum setelah makan atau bersamaan dengan makanan. Vitamin C bersifat asam, dan bagi sebagian orang, mengambilnya setelah makan dapat mengurangi risiko iritasi lambung dan ketidaknyamanan pencernaan.

Baca Juga:
Sunset di Borobudur: Destinasi Ikonik Tawarkan Sensasi Baru, Dukung UMKM

 

Hindari malam hari: Beberapa sumber menyarankan untuk tidak meminum vitamin C tepat sebelum tidur terutama jika dosis yang diminum cukup tinggi. Meski belum ada bukti kuat yang menunjukkan efek negatif besar, beberapa individu melaporkan gangguan tidur atau peningkatan energi yang membuatnya sulit tidur jika vitamin C dikonsumsi menjelang malam. Oleh karena itu, pilihan waktu pagi atau siang hari sering menjadi rekomendasi praktis.

 

 

Tidak kalah penting adalah memahami bahwa mengonsumsi vitamin C tidak harus selalu bergantung pada suplemen. Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, kiwi, belimbing sayur, paprika, dan sayuran hijau merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Mengonsumsi vitamin dari makanan alami memberikan keuntungan tambahan berupa serat dan nutrisi lain yang juga mendukung kesehatan. Bahkan, dibandingkan dengan suplemen, vitamin C yang berasal dari makanan umumnya lebih aman untuk tubuh dan tidak berisiko menyebabkan efek samping jika dikonsumsi secara teratur dalam jumlah yang wajar.

 

Walaupun vitamin C memiliki banyak manfaat positif, kelebihan konsumsi juga bisa memberikan dampak kurang ideal. Karena tubuh hanya mampu menyerap vitamin C dalam jumlah tertentu setiap kali konsumsi, dosis besar yang dikonsumsi sekaligus dapat berujung menjadi limbah yang dikeluarkan melalui urin. Ini artinya kamu membuang sebagian besar vitamin yang sebenarnya tidak terpakai oleh tubuh. Bahkan dalam kasus dosis sangat tinggi yang rutin dikonsumsi, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau kram perut. Bahkan dalam kondisi tertentu, konsumsi vitamin C dalam jumlah sangat besar terus-menerus dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada individu yang rentan.

 

Karena itu, penting bagi setiap individu untuk menyesuaikan asupan vitamin C dengan kebutuhan tubuhnya sendiri, dan jika perlu, berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau dokter sebelum mulai rutin mengonsumsi suplemen vitamin C, terutama jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain. Konsultasi ini membantu menentukan dosis yang paling tepat dan aman, serta memastikan tidak ada interaksi yang merugikan.

 

Dalam praktiknya, konsistensi juga menjadi faktor penting. Mengonsumsi vitamin C secara teratur pada waktu yang sama setiap hari membantu tubuh ‘mengenali’ pola asupan yang stabil, sehingga dukungan nutrisi yang diberikan bisa lebih optimal. Kombinasi antara sumber makanan yang kaya vitamin C dan suplemen (jika diperlukan) dapat membantu memenuhi kebutuhan harian tanpa berlebihan.

 

Baca Juga:
Modus Penyelundupan Tekstil Masih Mengintai, Industri Lokal Terancam

Kesimpulannya, waktu konsumsi vitamin C yang ideal tidaklah kaku, tetapi tergantung pada respons tubuh dan gaya hidup masing-masing. Kamu bisa memilih pagi hari, siang, atau membagi beberapa kali sepanjang hari, asalkan dosisnya sesuai rekomendasi dan dilakukan secara konsisten. Cara ini membantu memastikan tubuh mendapatkan segala manfaat vitamin C, dari dukungan sistem imun hingga pemeliharaan jaringan tubuh, sambil meminimalkan risiko efek samping. Yang tak kalah penting adalah mendahulukan sumber makanan alami dan menjadikan vitamin C sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sekadar suplemen yang dikonsumsi sembarangan tanpa panduan.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan