Menu

Mode Gelap

Wisata · 30 Nov 2025 19:38 WIB

Kapolres Serang Tebar Ribuan Ikan di Danau Puspemkab, Pemancing Antusias dan Ekonomi Warga Terbantu


 Kapolres Serang Tebar Ribuan Ikan di Danau Puspemkab, Pemancing Antusias dan Ekonomi Warga Terbantu Perbesar

PROLOGMEDIA – Suasana di area Danau Puspemkab Serang sejak pagi sudah tampak riuh oleh ratusan pemancing yang berdatangan dari berbagai penjuru. Udara masih terasa sejuk ketika mereka mulai menata peralatan, memasang umpan, dan mencari posisi terbaik di tepi danau. Ada yang duduk santai sambil berbincang, ada pula yang fokus menatap permukaan air. Namun menjelang siang, perhatian mereka sontak teralihkan ketika Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kembali hadir di lokasi, membawa kabar yang sejak beberapa hari terakhir selalu dinanti para penghobi pancing, yaitu penebaran ikan dalam jumlah besar yang kembali digelar.

 

Kedatangan Kapolres langsung disambut hangat. Para pemancing yang sudah menunggu sejak pagi seakan mendapatkan suntikan semangat baru. Mereka bertepuk tangan, tersenyum, dan sebagian mengabadikan momen tersebut melalui ponsel. Kegiatan penebaran ikan dalam beberapa pekan terakhir memang menjadi perbincangan positif di tengah masyarakat. Banyak pemancing menyebut bahwa upaya ini bukan hanya memberikan kegembiraan sesaat, tetapi juga menghadirkan keberkahan, khususnya bagi mereka yang rutin mencari hiburan dan tambahan penghasilan dari hasil memancing.

 

Bagi sebagian warga sekitar danau, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata aparat kepolisian, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat. Penebaran ikan membuat ekosistem danau tetap produktif, tidak hanya bagi ikan yang berkembang biak, tetapi juga bagi perekonomian kecil di sekitar lokasi. Setiap kali kegiatan ini digelar, pedagang kaki lima, penjual es minuman, makanan ringan, hingga penyedia alat pancing merasakan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.

 

Pada kesempatan kali ini, Kapolres kembali membawa ribuan ikan untuk dilepas ke danau. Sebanyak 1.000 ekor indukan lele Sangkuriang dengan berat rata-rata 2 hingga 4 kilogram per ekor diturunkan langsung dari tepi danau. Selain lele, 2 kwintal ikan bawal berukuran besar juga ikut dilepas, masing-masing dengan ukuran dua ekor per kilogram. Pemandangan ikan-ikan besar yang dilepaskan ke danau sempat membuat para pemancing bersorak karena ukuran tersebut dianggap sangat ideal untuk olahraga memancing sekaligus dibudidayakan lebih lanjut oleh warga.

 

Ikan-ikan tersebut merupakan hasil budidaya dalam program ketahanan pangan yang selama ini dikelola oleh jajaran Polres Serang. Penebarannya dilakukan secara bertahap untuk memastikan ekosistem di dalam danau tetap stabil, sehat, dan tidak terganggu oleh perbedaan jumlah populasi secara drastis. Banyak warga menilai bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus menciptakan ruang bagi masyarakat untuk bergerak dalam kegiatan ekonomi yang kecil namun berkelanjutan.

 

Kapolres juga mengingatkan para pemancing agar memanfaatkan ikan yang diturunkan dengan cara yang baik dan sportif. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian danau dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak seperti jaring, racun, atau setrum. Imbauan tersebut langsung disambut positif oleh para pemancing. Mereka menegaskan bahwa selama ini komunitas pemancing di Danau Puspemkab sudah saling mengingatkan untuk menjaga aturan bersama, karena keberlangsungan hobi memancing sangat bergantung pada kelestarian populasi ikan di danau.

Baca Juga:
Banjir Rob Genangi Jalan RE Martadinata di Depan JIS, Warga dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Genangan

 

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan bahwa indukan lele yang diturunkan sebenarnya bukan hanya untuk ditangkap dan dikonsumsi. Warga dipersilakan membawa pulang sebagian dari ikan tersebut untuk dipelihara di rumah sebagai tambahan usaha kecil. Pesan ini menambah antusias warga karena budidaya lele dikenal cukup mudah dilakukan dan memiliki nilai ekonomi yang stabil di pasaran. Banyak warga yang selama ini hanya fokus memancing mulai mempertimbangkan untuk mencoba beternak ikan sendiri, baik dalam kolam tanah, drum, bak semen, maupun sistem bioflok.

 

Pernyataan tersebut memberikan pandangan baru bagi masyarakat bahwa kegiatan memancing bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk bagi usaha mikro yang berkembang dari rumah. Beberapa pemancing bahkan sudah berdiskusi mengenai teknik perawatan indukan lele, cara memperbanyak benih, hingga kemungkinan membentuk kelompok budidaya kecil di lingkungan masing-masing.

 

Suryana, salah satu pemancing yang telah lama menghabiskan waktu di danau tersebut, mengatakan bahwa komunitas pemancing siap mendukung penuh upaya menjaga kelestarian ekosistem. Mereka sudah terbiasa saling menegur jika ada orang yang menggunakan cara-cara merusak. Hal itu dilakukan bukan hanya karena mengikuti aturan, tetapi juga karena mereka merasa memiliki danau tersebut sebagai ruang bersama yang harus dijaga. Sementara itu, pemancing lainnya, Andri, melihat kegiatan penebaran ikan sebagai momentum yang mendorong pertumbuhan ekonomi kecil. Ia menyebut bahwa setiap kali kegiatan seperti ini digelar, pedagang di sekitar danau selalu mendapatkan rezeki tambahan.

 

Masyarakat pun berharap agar kegiatan penebaran ikan dapat dilakukan secara rutin karena efek positifnya terasa langsung. Setiap pekan, ketika penebaran dilakukan, suasana danau menjadi lebih hidup. Para pemancing datang dari berbagai kecamatan sehingga menciptakan interaksi sosial yang hangat. Banyak di antaranya membawa keluarga, menjadikan kegiatan memancing sebagai ajang rekreasi ringan yang murah meriah namun tetap menyenangkan. Anak-anak bermain di sekitar danau, sementara orang dewasa menunggu kail mereka bergerak.

 

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kapolres juga telah melakukan kegiatan serupa. Pada Jumat 21 November, ia menurunkan 500 ekor indukan lele Sangkuriang berukuran besar. Seminggu kemudian, tepatnya Sabtu 29 November, sebanyak 2.000 ekor ikan nila merah juga dilepas ke Danau Puspemkab. Konsistensi inilah yang membuat masyarakat semakin merasa dekat dengan Polri. Kehadiran aparat tidak hanya dirasakan dalam konteks keamanan, tetapi juga melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

 

Baca Juga:
Manfaat Menaburkan Garam di Pintu Masuk Rumah: Trik Sederhana untuk Kebersihan dan Energi Positif

Kegiatan penebaran ikan diyakini mampu menarik minat masyarakat untuk lebih sering datang ke danau, berolahraga memancing, dan memanfaatkan waktu luang secara lebih positif. Selain itu, program ini menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun berkelanjutan, terutama jika melibatkan komunitas secara langsung. Danau yang terpelihara, populasi ikan yang stabil, serta masyarakat yang berdaya menjadi gambaran keberhasilan kecil yang dapat berdampak luas di masa mendatang. Dengan konsistensi kegiatan seperti ini, masyarakat semakin optimistis bahwa danau bukan hanya tempat memancing, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan warga, memperkuat ekonomi, dan menjaga harmoni lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Enchanting Valley Hadirkan Festival Kuliner dan Pertunjukan Spesial Sambut Libur Akhir Tahun

30 November 2025 - 19:35 WIB

Pulau Tidung Bersinar dalam Festival Cahaya Spektakuler Bright Island Fest 2025

30 November 2025 - 14:14 WIB

Kebun Raya Bogor: Museum Hidup dari Masa Kolonial hingga Pelestarian Alam

30 November 2025 - 14:12 WIB

Pulau Lima Resort, Destinasi Wisata Bahari Baru yang Mengangkat Potensi Pariwisata Banten

30 November 2025 - 02:50 WIB

Pulau Sabira: Surga Tersembunyi di Ujung Utara Jakarta dengan Alam Laut Spektakuler

30 November 2025 - 02:24 WIB

Fenomena Laut Dua Warna di Pantai Baron: Keindahan Alam Langka yang Menarik Wisatawan

29 November 2025 - 15:38 WIB

Trending di Wisata