Menu

Mode Gelap

Berita · 6 Des 2025 22:27 WIB

Keberanian Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter Bantuan ke Desa Terisolir di Tapanuli Tengah


 Keberanian Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter Bantuan ke Desa Terisolir di Tapanuli Tengah Perbesar

PROLOGMEDIA – Marlina Wiguna Lumban Tobing, istri anggota Satlantas Polres Tapteng, menunjukkan keberanian luar biasa di tengah krisis. Ia turun tangan langsung membantu pendistribusian bantuan ke desa-desa paling terpencil di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor. Dalam momen genting itu, Marlina tidak sekadar menjadi saksi. Ia ikut memandu helikopter bantuan, memastikan logistik bisa sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

 

Awal kisahnya bermula ketika akses darat menuju desanya putus total akibat longsor dan timbunan material yang membuat jalan tak lagi bisa dilalui. Warga terpisah dari jalur utama, dan Marlina pun mengambil keputusan berat: berjalan kaki menembus hutan menuju Kota Pandan, di Sibolga, untuk mencari bantuan. Perjalanan tersebut bukan sekadar soal jarak fisik, tetapi juga soal kemanusiaan. Tekadnya adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

 

Setibanya di Pandan, Marlina bertemu dengan unsur TNI-Polri dan pihak terkait yang tengah menyiapkan operasi udara untuk menjangkau desa-desa terisolir. Ia pun terlibat aktif, bukan hanya sebagai penumpang, melainkan sebagai pemandu lokasi. Bersama pilot dan tim logistik, Marlina ikut dalam penerbangan menuju Desa Bonandolok, salah satu wilayah paling parah terdampak yang sangat sulit diakses via darat.

 

Saat helikopter — jenis AS-332 C+1 Super Puma / H-3217 — melayang di angkasa, dari ketinggian tampak warga berkumpul, menanti dengan harap di mata mereka. Dengan arahan Marlina, pilot berhasil menemukan titik pendaratan aman, yakni sebidang lahan terbuka yang cukup untuk mendarat dengan stabil. Di sanalah bantuan mulai diturunkan, paket sembako dan kebutuhan pokok yang menjadi harapan baru bagi mereka yang lama terputus dari pasokan.

 

Baca Juga:
KGPH Puruboyo Gagal Ubah Nama, PN Solo Tunjukkan Kekuatan Hukum Administrasi

Suasana haru mewarnai ketika Marlina berjumpa dengan keluarganya di lokasi itu. Pelukan singkat di tengah misi pembagian logistik menjadi jeda kecil penuh emosi di antara debu, hujan, dan kekhawatiran. Namun Marlina tak membiarkan dirinya larut. Fokus utamanya tetap memastikan proses bantuan berlangsung aman dan tepat sasaran.

 

Peran Marlina menggambarkan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Bhayangkari bukan hanya tentang dukungan moral atau administrasi. Dalam situasi darurat, mereka bisa menjadi jembatan vital antara warga terdampak dan institusi. Marlina membantu menjembatani informasi: lokasi mana yang paling membutuhkan, bagaimana jalur terbaik mendistribusikan bantuan, dan memastikan distribusi berjalan dengan tenang dan terukur.

 

Operasi kemanusiaan di Tapteng melibatkan banyak pihak, dari unsur TNI dan Polri, tim relawan, hingga personel penerbang. Semua bersinergi untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat bisa menjangkau warga, meski medan berat dan akses darat tertutup. Keberhasilan operasi udara ini mendapat apresiasi, baik karena efektivitasnya maupun karena semangat kemanusiaan yang ditunjukkan oleh individu seperti Marlina.

 

Kisah ini mengingatkan bahwa dalam situasi bencana, respons tidak cuma tentang kebijakan atau instruksi resmi. Kadang, yang dibutuhkan adalah keberanian personal, empati, dan tindakan. Ketika seseorang seperti Marlina mengambil langkah sendiri, menembus hutan demi menemukan jalan bantuan, keberadaannya menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan institusi, ada manusia — istri, ibu, warga desa — yang bersedia turun tangan tanpa pamrih demi sesama.

 

Baca Juga:
Dada Kanan Sakit? Waspadai Gejala Serius Ini! Panduan Lengkap Penyebab & Penanganan!

Pada akhirnya, bantuan pun sampai ke tangan warga Desa Bonandolok dan desa-desa lain yang terisolasi. Melihat warga berkumpul, menerima bantuan dengan lega, berharap bisa bertahan sejenak hingga akses pulih, itulah makna dari misi ini. Bagi banyak korban bencana, kehadiran helikopter dan panduan Marlina bukan sekadar bantuan logistik, melainkan harapan bahwa kemanusiaan dan solidaritas masih nyata, bahkan di tengah situasi paling sulit.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita