Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 11 Nov 2025 21:21 WIB

Kemenkes Pilih Banten Jadi Percontohan TBC: Angka Penemuan Tertinggi, Keluarga Pasien Terlayani!


 Kemenkes Pilih Banten Jadi Percontohan TBC: Angka Penemuan Tertinggi, Keluarga Pasien Terlayani! Perbesar

JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari Provinsi Banten! Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi menunjuk Banten sebagai percontohan nasional dalam penanganan penyakit tuberkulosis (TBC). Pengakuan ini bukan tanpa alasan. Banten dinilai telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam memberantas TBC, melampaui provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan langsung kabar gembira ini saat berkunjung ke Kota Tangerang, Selasa (11/11/2025). Beliau mengungkapkan bahwa Banten memiliki pencapaian terbaik se-Indonesia dalam upaya pemberantasan TBC.

“Kita bicara tentang pemberantasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Ternyata, Provinsi Banten memiliki pencapaian terbaik se-Indonesia dalam upaya pemberantasan TBC. Karena itu, kami datang bersama tim dari Kementerian Kesehatan untuk mempelajari apa kelebihan Banten sehingga bisa mencapai hasil sebagus ini. Nantinya, hasil pembelajaran ini akan kita terapkan secara nasional pada tahun 2026,” ujar Wamenkes.

Pengakuan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten, serta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan TBC di wilayah tersebut.

Salah satu indikator keberhasilan Banten dalam memberantas TBC adalah tingginya persentase penemuan kasus TBC, yang mencapai 93 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Selain itu, persentase penanganan terhadap keluarga pasien TBC di Banten juga dinilai tertinggi dibandingkan provinsi lain.

“Di Banten ini kelebihannya luar biasa. Orang yang sakit diobati, tapi keluarganya juga ikut diobati – sudah mencapai 52 persen. Sementara di provinsi lain, rata-rata masih di bawah 10 persen. Jadi, Banten memang tertinggi dan terbaik. Itu karena punya Kadinkes dan Gubernur yang top,” jelas Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.

Keberhasilan Banten dalam menangani keluarga pasien TBC menunjukkan komitmen yang kuat untuk memutus rantai penularan penyakit ini. Dengan memberikan pengobatan dan pendampingan kepada keluarga pasien, diharapkan risiko penularan TBC dapat ditekan seminimal mungkin.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa masalah TBC menjadi perhatian serius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas TBC, karena itu upaya menemukan pasien menjadi hal yang penting.

“Kita ini peringkat nomor dua di dunia untuk jumlah kasus TBC. Kalau Indonesia mau jadi negara maju, maka TB harus diberantas habis, tuntas. Karena itu, kami belajar dari Banten yang punya pencapaian terbaik di Indonesia. Tadi Ibu Kadinkes sudah menjelaskan poin-poin pentingnya secara detail, dan itu akan kita adopsi untuk program nasional,” katanya.

Baca Juga:
Laut Natuna Utara Dijarah! Kapal Vietnam Curi Ikan Mahal, Negara Rugi Miliaran!

Target Indonesia bebas TBC bukanlah hal yang mustahil. Dengan mencontoh keberhasilan Banten dan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan Indonesia dapat mencapai target tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa angka penemuan TBC tertinggi se-Indonesia bukan hal yang buruk. Hasil tersebut justru membuktikan bahwa proses pencarian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) berjalan dengan baik.

“Temuan TBC di Provinsi Banten tertinggi nasional jangan diartikan paling tinggi kasus TBC, tapi upaya yang dilakukan untuk menemukan dan mengatasinya yang paling tinggi,” ujar Gubernur Andra Soni.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memiliki pemahaman yang baik tentang masalah TBC. Mereka tidak hanya fokus pada pengobatan pasien, tetapi juga berupaya aktif mencari kasus TBC di masyarakat agar dapat segera ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramuji Hastuti, menjelaskan cara yang dilakukan Pemprov Banten untuk menemukan kasus TBC. Menurutnya, dukungan dari kepala daerah dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting.

“Komitmen berbagai pihak ini penting, mulai dari bupati, wali kota, hingga Pak Gubernur yang turun langsung mewajibkan daerah untuk bergerak. Hadirnya Desa Siaga TB menunjukkan komitmen bersama. Selain itu, organisasi profesi dan fasilitas kesehatan, baik swasta maupun pemerintah, juga harus bergerak melayani,” katanya.

Selain komitmen, inovasi juga menjadi kunci keberhasilan Banten dalam memberantas TBC.

Di Banten terdapat lima kader TBC di setiap desa atau kelurahan yang menjadi ujung tombak penanganan. Selain itu, setiap petugas didorong untuk menjemput bola, tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

“Setiap kabupaten/kota wajib membuat inovasi pelayanan, mulai dari penemuan kasus secara aktif dan jemput bola. Dengan begitu, semakin banyak kasus bisa ditemukan dan ditangani,” ujarnya.

Baca Juga:
Harga BBM Terbaru per 1 November! Pertamina Umumkan, Dexlite dan Pertamina DEX Naik!

Keberhasilan Banten dalam memberantas TBC menjadi inspirasi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Dengan komitmen, inovasi, dan kerja keras, diharapkan Indonesia dapat segera mencapai target bebas TBC dan menjadi negara maju yang sehat dan sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan