Menu

Mode Gelap

Berita · 26 Nov 2025 18:34 WIB

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto Raih Penghargaan Detikcom Awards 2025 atas Dedikasi Gerakan Indonesia Bersinar


 Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto Raih Penghargaan Detikcom Awards 2025 atas Dedikasi Gerakan Indonesia Bersinar Perbesar

PROLOGMEDIA – Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menerima penghargaan Detikcom Awards 2025 sebagai Tokoh Penggerak Masyarakat dan Generasi Muda Bersih Narkoba pada Selasa (25/11) di The Westin Jakarta, Jakarta Selatan. Momen tersebut menjadi sorotan penting, bukan hanya bagi institusi BNN, tetapi juga bagi gerakan nasional pemberantasan narkoba yang selama ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Penghargaan dalam kategori Anugerah Kontribusi Sosial, Budaya, dan Perlindungan Masyarakat itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Kepala BNN RI dalam menggerakkan langkah-langkah nyata pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di seluruh Indonesia, dengan pendekatan yang lebih inklusif, modern, dan melibatkan publik secara luas.

 

Penganugerahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa upaya BNN di bawah kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto telah menunjukkan dampak yang signifikan, baik dalam aspek penindakan maupun pencegahan berbasis masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, BNN mendorong lahirnya berbagai program inovatif yang memadukan edukasi, pemberdayaan, serta penguatan kapasitas kelembagaan di berbagai tingkat. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diperluas secara masif, tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pedesaan, kawasan perbatasan, serta pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti sekolah, kampus, lingkungan kerja, dan komunitas kreatif. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai sebagai salah satu faktor kunci yang membuat gerakan antinarkotika semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus semakin relevan dengan tantangan zaman.

 

Dalam kepemimpinan Komjen Pol Suyudi, BNN juga memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk bekerja sama dengan aparat TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi ini tidak hanya dalam bentuk kampanye, tetapi juga dalam pelaksanaan program rehabilitasi, pemberdayaan ekonomi mantan pengguna, hingga operasi penindakan yang terintegrasi. Pendekatan tersebut dikenal sebagai War on Drugs for Humanity, sebuah strategi yang menempatkan aspek kemanusiaan dan pemulihan sebagai bagian penting dalam perang melawan narkoba. Alih-alih semata-mata menekankan penindakan, strategi ini mengedepankan penyelamatan dan pemulihan masyarakat yang terdampak, sehingga mereka dapat kembali produktif.

 

Saat menerima penghargaan, Kepala BNN RI menyampaikan bahwa anugerah ini bukan hanya miliknya secara pribadi, tetapi merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh jajaran BNN serta dukungan masyarakat yang selama ini bahu membahu dalam gerakan P4GN. Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pegawai BNN, mulai dari pusat hingga daerah, untuk bekerja lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak akan pernah berhasil apabila hanya dilakukan oleh satu institusi. Keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas anak muda, serta dunia usaha sangat diperlukan agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

 

Ia pun kembali mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak mengenal batas usia, wilayah, maupun latar belakang sosial. Karena itu, gerakan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) harus diwujudkan dengan langkah kolektif dan berkesinambungan. Dalam pandangannya, semakin luas partisipasi masyarakat, semakin kuat peluang Indonesia membangun lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkotika. Tantangan tersebut, menurutnya, bukan sekadar tugas negara, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh warga bangsa yang menginginkan generasi masa depan tetap terlindungi dari ancaman narkotika.

Baca Juga:
Dugaan Korupsi Dana BOS di SDN 01 Adi Jaya Menguat, Warga Desak Pemeriksaan

 

BNN berharap bahwa apresiasi ini dapat memperkuat dukungan publik terhadap program P4GN, sekaligus mendorong perluasan implementasinya di berbagai daerah. Banyak daerah yang kini mulai mengembangkan regulasi lokal, seperti Peraturan Daerah tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba, pembentukan relawan antinarkoba, hingga penguatan Satgas Bersinar di desa-desa. Upaya ini menunjukkan bahwa gerakan antinarkotika telah berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak dan tidak lagi terbatas pada ranah penegak hukum. BNN menilai perkembangan tersebut sebagai momentum penting untuk menciptakan ekosistem pencegahan yang lebih kuat dan terstruktur.

 

Penghargaan Detikcom Awards 2025 juga menjadi pendorong bagi BNN untuk memperkuat strategi yang lebih humanis, inovatif, dan berkelanjutan. Salah satu fokus berikutnya adalah pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan menganalisis pola peredaran narkoba yang kini semakin canggih. BNN terus mendorong pengembangan sistem intelijen digital serta kerja sama dengan berbagai platform teknologi untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkoba yang memanfaatkan media sosial dan jaringan online. Di sisi lain, pendekatan edukasi digital juga diperluas agar pesan bahaya narkoba lebih mudah diterima oleh generasi muda yang sangat dekat dengan teknologi.

 

Selain itu, program rehabilitasi berbasis masyarakat terus diperkuat agar masyarakat tidak lagi takut atau enggan mencari pertolongan. BNN berupaya menghadirkan layanan yang lebih ramah, tidak menghakimi, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan ini diyakini mampu memutus rantai penyalahgunaan narkoba dari akar permasalahannya, yakni pemulihan individu dan reintegrasi sosial. Dengan dukungan keluarga dan komunitas, mantan pengguna memiliki peluang lebih besar untuk kembali produktif dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Kepala BNN RI menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut hanya dapat berjalan efektif melalui kolaborasi yang konsisten. Konsistensi menjadi kata kunci, mengingat peredaran narkoba merupakan kejahatan yang sangat adaptif dan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab itu, negara dan masyarakat harus bergerak bersama dalam ritme yang sama, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling menjaga agar lingkungan tetap kondusif dan aman dari bahaya narkoba.

 

Baca Juga:
Ngariung Iman Ngariung Aman: Kapolres Serang Jalin Silaturahmi dengan Petani, Wujud Kedekatan Polri dan Masyarakat

Dengan berbagai capaian dan apresiasi yang diterima, BNN optimistis bahwa Indonesia akan semakin maju menuju kehidupan yang lebih sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Gerakan antinarkotika tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun masa depan bangsa yang lebih kuat, produktif, dan berdaya saing. Penghargaan yang diterima oleh Kepala BNN RI menjadi simbol harapan baru bahwa perjuangan panjang melawan narkotika terus berlanjut dengan semangat yang lebih besar dan komitmen yang lebih kokoh demi Indonesia yang semakin bersinar.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita