PROLOGMEDIA – Klepon ubi ungu merupakan sentuhan kreatif pada jajanan tradisional yang tetap memikat selera. Kue kecil bulat ini tampil dengan warna ungu alami yang memanjakan mata, berasal dari ubi ungu yang dihaluskan dan dicampur dengan adonan tepung. Warna cantik dari ubi ungu tidak hanya memperindah tampilan, melainkan juga berkontribusi pada tekstur yang lebih lembut dan kenyal, menjadikan setiap gigitan terasa ringan sekaligus menggoda.
Pada intinya, klepon adalah perpaduan klasik: kulit yang kenyal, isian gula jawa yang lumer, dan taburan kelapa gurih. Namun, resep ini mengangkat versi klepon ke level baru. Alih-alih menggunakan tepung ketan semata, ubi ungu disertakan sebagai salah satu bahan dominan, menciptakan sensasi rasa baru sekaligus estetika menarik. Rasanya begitu seimbang — manis dari gula merah di dalam, gurih dari kelapa parut di luar — dan tekstur yang dipadu dengan kelembutan ubi menjadikan camilan ini spesial dan berkarakter.
Proses pembuatannya sebenarnya sangat sederhana, cocok untuk siapa saja, bahkan pemula. Pertama, ubi ungu dikukus hingga lunak, kemudian dihaluskan saat masih hangat. Hal ini penting agar adonan nantinya bisa menyatu dengan tepung secara merata. Setelah itu, adonan ubi ungu digabungkan dengan tepung ketan, tepung tapioka, garam, dan air hangat. Aduk perlahan hingga adonan menjadi kalis (tidak lengket dan bisa dipulung). Pada titik ini, warna ungu lembut dan aroma khas ubi sudah mulai terasa dan menebarkan daya tarik tersendiri.
Setelah adonan siap, proses kreatif dimulai: sejumput kecil adonan diambil, kemudian dipipihkan dan diisi dengan potongan kecil gula jawa. Gula jawa dipilih karena aromanya yang khas dan rasanya manis karamel yang pas ketika meleleh nantinya. Setelah diisi, adonan dibulatkan menjadi bola-bola seukuran bola pingpong agar mudah diolah dan tetap rapi saat direbus.
Langkah berikutnya adalah merebus klepon: didihkan air, lalu masukkan satu per satu bola adonan. Saat memasak, penting untuk memastikan air benar-benar mendidih agar klepon matang dengan sempurna dan tidak mudah pecah. Setelah beberapa saat, bola-bola klepon akan mengapung tandanya sudah matang — sebuah momen yang memicu rasa puas karena artinya isian gula jawa telah meleleh dengan baik di dalamnya.
Begitu matang, klepon diangkat dan ditiriskan. Di sisi lain, kelapa parut yang akan menjadi taburan dikukus terlebih dahulu dengan sedikit garam agar rasanya gurih optimal dan tidak mudah basi. Kukusan kelapa juga menjaga kelembapan dan kesegaran kelapa sebelum digunakan sebagai pelapis. Setelah itu, bola-bola klepon digulingkan di atas kelapa parut hangat hingga permukaannya tertutup rata.
Hasil akhirnya adalah klepon yang lembut, kenyal, dan berpadu sempurna dengan kelapa parut yang gurih. Saat digigit, sensasi gula jawa yang meleleh di dalam memberikan kehangatan manis, sementara ubi ungu menghadirkan rasa alami yang ringan dan warna memikat. Warna ungu yang dihadirkan dari ubi tidak hanya estetis tapi juga alami, tanpa pewarna buatan, menjadikan camilan ini sehat sekaligus menggoda.
Supaya hasilnya maksimal, ada beberapa tips tambahan yang bisa diikuti. Pertama, pilih ubi ungu yang tidak terlalu berair agar adonan tidak terlalu lembek. Ubi yang basah bisa membuat adonan sulit dibentuk dan kurang kenyal. Kedua, potong gula jawa menjadi bagian kecil agar lebih mudah meleleh saat direbus — ukuran kecil memungkinkan gula cepat larut dan menyatu di tengah klepon. Ketiga, pastikan air untuk merebus sudah mendidih benar sebelum memasukkan bola klopon; jika belum mendidih, bola bisa rusak atau retak. Keempat, uleni adonan hingga benar-benar kalis supaya adonan kenyal dan tidak mudah pecah. Dan kelima, kukus kelapa parut sebelum digunakan sebagai taburan agar kelapa lebih tahan lama dan rasanya semakin gurih alami.
Baca Juga:
Retret Berubah Jadi Maut: Bus Rombongan Gereja Hantam Tebing, Puluhan Terluka di San Bernardino!
Selain itu, ada beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar pembuatan klepon ubi ungu. Misalnya, apakah bisa menggunakan ubi ungu bubuk? Jawabannya, memang bisa — tapi warna dan aroma yang dihasilkan tidak sekuat jika menggunakan ubi ungu segar. Jadi, untuk hasil yang paling “hidup” dan menarik secara visual, ubi segar tetap jadi pilihan terbaik. Kemudian, ada juga kasus di mana klepon retak saat direbus. Ini biasanya disebabkan adonan terlalu kering atau potongan gula merah terlalu besar. Jadi, menjaga proporsi adonan dan ukuran isian menjadi kunci agar bola klepon tetap mulus dan tidak pecah saat direbus.
Mengenai daya tahan, klepon ubi ungu bisa bertahan sekitar 8–12 jam pada suhu ruang jika sudah ditaburi kelapa. Namun, jika tidak menggunakan kelapa, kuliner ini bisa disimpan lebih lama. Untuk fleksibilitas, adonan klepon bahkan bisa disiapkan sehari sebelumnya. Caranya adalah simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas, lalu uleni kembali sebelum digunakan untuk membentuk bola dan direbus.
Resep ini sendiri terinspirasi dari buku “120 Resep Kue Cantik Hits di Instagram” karya Veronica Dhani. Buku tersebut memang menonjolkan resep-resep dengan bahan-bahan sederhana yang mudah dipraktikkan, sekaligus menghadirkan tampilan yang instagramable. Klepon ubi ungu cocok tidak hanya sebagai camilan keluarga di rumah, tetapi juga bisa jadi pilihan produk jualan karena warnanya yang eye-catching dan rasa klasik yang tak lekang oleh waktu.
Klepon ubi ungu menggabungkan nostalgia dan inovasi. Kita tetap merasakan pesona klepon tradisional — bola kenyal yang berpadu manis dengan gula jawa — namun dihadirkan dalam bentuk yang lebih segar dan modern dengan warna ungu alami. Warna ini tidak hanya membuat klepon terlihat lebih cantik, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk generasi muda yang menyukai camilan dengan visual yang unik.
Lebih dari sekadar camilan manis, klepon ubi ungu juga bisa dipandang sebagai simbol kreativitas kuliner tradisional. Dengan mengganti sebagian bahan dasar klasik (tepung ketan) dengan ubi ungu yang lebih kaya warna dan kandungan alami, resep ini memperlihatkan bahwa inovasi kuliner tidak harus mengorbankan identitas tradisional. Klepon masih tetap klepon — kenyal, manis, gurih — namun tampil dengan wajah baru yang segar.
Bagi pecinta kuliner rumahan, mencoba resep ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Mulai dari mengukus ubi, menguleni adonan ungu lembut, memasukkan isian gula merah, hingga merebus dan menaburi kelapa — setiap langkah menghadirkan kepuasan tersendiri. Dan setelah semua proses selesai, ketika klepon ungu itu guling-guling di kelapa parut dan kemudian meluncur ke mulut, kelezatan manis dari gula jawa yang lumer akan membuat semua usaha terasa sepadan.
Dalam konteks pelestarian kuliner tradisional, kreasi seperti klepon ubi ungu ini penting. Ia menunjukkan bagaimana resep lama bisa diperbarui agar tetap relevan dan menarik bagi generasi sekarang, tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Warna alami dari ubi ungu pun memberi sentuhan modern tanpa perlu pewarna sintetik, menjaga kualitas rasa dan kesehatan.
Baca Juga:
Kabupaten Serang Gelar Kebugaran Jasmani Meriahkan HKN: Sinergitas TNI, Polri, dan Masyarakat Terjalin Erat
Akhirnya, klepon ubi ungu adalah bukti bahwa camilan tradisional bisa terus berinovasi. Dengan bahan sederhana, langkah yang mudah diikuti, dan hasil yang menawan secara visual, resep ini layak menjadi favorit baru di dapur rumah — entah untuk dinikmati sendiri, bersama keluarga, atau dijadikan usaha kecil-kecilan yang menggugah selera. Ketika warna ungu alami berpadu dengan manisnya gula jawa dan gurihnya kelapa, terciptalah sebuah hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh karakter.









