Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 20:45 WIB

Kota Tangerang Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


 Kota Tangerang Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Perbesar

PROLOGMEDIA – Pemerintah Kota Tangerang resmi menyatakan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, menyusul peringatan dini dari BMKG mengenai potensi curah hujan yang diprediksi akan meningkat akhir 2025 hingga awal 2026 akibat anomali iklim global.

 

Keputusan ini diumumkan oleh Sachrudin, Wali Kota Tangerang, usai apel siaga bencana yang digelar di kawasan Situ Cipondoh pada hari Rabu. Ia menegaskan bahwa status siaga darurat itu bukan semata-mata formalitas administratif — melainkan panggilan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara kolektif. “Jika kita sudah siap, biasanya musibah memilih jalan lain. Tapi kalau kita lengah, genangan kecil pun bisa berubah jadi bencana,” ujarnya.

 

Menurut Sachrudin, penetapan status ini didasari oleh tren peningkatan frekuensi banjir, genangan, dan angin kencang sepanjang tahun, sehingga pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif sebelum cuaca ekstrem melanda. Pendekatan ini mencerminkan paradigma baru dalam penanganan bencana: bergerak lebih awal, bukan menunggu pascakatastroph.”

 

 

Baca Juga:
Tol Getaci Rampung, Pangandaran Siap Diserbu Wisatawan Jakarta-Bandung!

Dalam arahannya kepada para camat dan lurah, ia menekankan bahwa ancaman bencana bukan hanya karena intensitas hujan — perilaku manusia dalam menjaga lingkungan pun memegang peran penting. Saluran yang tersumbat akibat sampah, drainase yang tidak terpelihara, hingga sedimentasi air akibat tumpukan limbah dapat memperparah potensi banjir. Untuk itu, ia mengajak warga dan seluruh elemen pemerintahan untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah mitigasi sederhana yang berdampak besar.

 

Apel siaga bencana kali ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor: pemerintah, aparat, dunia usaha, hingga relawan didorong untuk bersinergi tanpa sekat ego sektoral. “Bencana adalah urusan kita semua,” tegasnya, mengajak semua pihak bergerak dalam satu komando.

 

Peringatan status siaga darurat disertai sejumlah instruksi teknis: setiap kecamatan dan kelurahan diminta melakukan pemetaan titik rawan bencana, memastikan drainase berfungsi, serta mempersiapkan mobilisasi relawan jika dibutuhkan — termasuk kesiapan armada dan peralatan tanggap darurat. Usai apel, Wali Kota juga meninjau langsung kesiapan armada dan peralatan, serta menyaksikan simulasi penanganan bencana hidrometeorologi yang memeragakan penyelamatan korban dari genangan air tinggi.

 

Baca Juga:
Sido Luhur Jadi Percontohan Desa Bersinar: BNN dan Kemendes PDT Bersatu Lawan Narkoba dari Desa

Dengan langkah ini, Pemkot Tangerang berusaha mengambil sikap antisipatif terhadap prediksi BMKG. Warga diimbau untuk tetap waspada: menjaga kebersihan lingkungan, menghindari membuang sampah sembarangan, memperhatikan fungsi drainase, serta menyiapkan diri menghadapi kemungkinan banjir, genangan, atau bencana terkait cuaca ekstrem. Karena ketika semua elemen bekerja bersama—pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta—kesiapsiagaan bisa menjadi tameng paling efektif menghadapi ancaman alam.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita