Menu

Mode Gelap

Wisata · 4 Des 2025 13:53 WIB

Kualitas Udara Thailand Memburuk, Traveler Diimbau Waspada dan Wajib Sedia Masker


 Kualitas Udara Thailand Memburuk, Traveler Diimbau Waspada dan Wajib Sedia Masker Perbesar

PROLOGMEDIA – Traveler yang berencana menjelajahi Thailand dalam beberapa hari ke depan kini disarankan untuk menyiapkan masker ekstra — kondisi kualitas udara di negara tersebut dilaporkan sedang memburuk drastis. Badan antariksa Thailand, GISTDA (Thai Geo-Informatics and Space Technology Development Agency), telah mengirimkan peringatan bahwa tingkat partikel halus PM2,5 menunjukkan lonjakan signifikan. Catatan dari aplikasi pemantau udara menunjukkan bahwa pada hari Senin (1/12/2025), kadar PM2,5 melonjak — sebuah sinyal kuat bahwa udara sudah berada dalam level berbahaya bagi kesehatan.

 

Partikel PM2,5 — dengan ukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil — umumnya berasal dari asap kendaraan, emisi industri, kebakaran hutan, hingga debu perkotaan. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini bisa terhirup hingga ke paru-paru, bahkan memasuki aliran darah. Jika terpapar dalam konsentrasi tinggi, risiko kesehatan yang mungkin muncul meliputi batuk, sesak napas, iritasi pada saluran pernapasan, bahkan hingga potensi gangguan jantung.

 

Laporan awal menunjukkan bahwa setidaknya lima provinsi telah masuk ke kategori “zona merah” — yaitu kualitas udara yang sangat berbahaya. Sementara itu, 41 provinsi lain digolongkan ke “zona oranye”, artinya udara kemungkinan besar sudah mulai berdampak, terutama bagi mereka yang rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan kondisi pernapasan.

 

Di ibu kota, Bangkok, situasinya tidak kalah mengkhawatirkan. Di 48 distrik yang tersebar luas — termasuk daerah seperti Nong Khaem, Bang Bon, Bang Khae, Thawi Watthana, Taling Chan, Phasi Charoen, Bang Khun Thian, Chom Thong, Bangkok Noi, dan Bangkok Yai — konsentrasi PM2,5 tercatat melewati batas aman. Bahkan, pada pukul 07.00 waktu setempat, rata-rata konsentrasi PM2,5 di seluruh kota telah mencapai 45 mikrogram per meter kubik (µg/m³), lebih tinggi dibanding ambang batas nasional Thailand 37,5 µg/m³.

 

Beberapa distrik menunjukkan angka yang mengejutkan:

 

Lat Krabang — 54,6 µg/m³

 

Nong Khaem — 53 µg/m³

 

Ratchathewi — 52,4 µg/m³

 

Pathumwan — 51,9 µg/m³

 

Taling Chan — 51,4 µg/m³

 

Khlong Sam Wa, Thawi Watthana — 50,3 µg/m³

 

Baca Juga:
Indonesia Punya Pesona, Negara Tetangga Punya Strategi: Tantangan Pariwisata RI di Tengah Gencarnya Promosi ASEAN

Bang Kho Laem — 50 µg/m³

 

 

Angka-angka tersebut menunjukkan kualitas udara telah melampaui ambang aman dan masuk ke kategori yang membahayakan kesehatan publik. Otoritas memperingatkan bahwa konsentrasi debu halus ini berpotensi terus meningkat, tergantung arah angin dan kondisi cuaca, sehingga situasi bisa semakin kritis jika tidak ada perubahan.

 

Dalam menghadapi situasi ini, otoritas kesehatan serta pemerintah lokal memberikan sejumlah arahan bagi masyarakat — termasuk wisatawan — agar tetap menjaga kesehatan:

 

Wajib mengenakan masker jenis PM2,5 setiap kali berada di luar ruangan. Masker biasa dinilai kurang efektif, sehingga penggunaan masker dengan spesifikasi yang mampu menyaring partikel halus sangat dianjurkan.

 

Batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Ini termasuk olahraga, jalan jauh, atau kegiatan intens lainnya. Jika memungkinkan, tunda aktivitas tersebut sampai kualitas udara membaik.

 

Perhatikan gejala awal seperti batuk, sesak napas, iritasi mata atau tenggorokan — terutama jika berada di luar untuk waktu lama. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, atau orang dengan penyakit pernapasan sebaiknya lebih berhati-hati dan sebisa mungkin mengurangi mobilitas ke luar ruangan.

 

 

Situasi ini bukan kali pertama terjadi di Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar provinsi — termasuk ibu kota — sering mengalami lonjakan konsentrasi PM2,5. Faktor pemicunya biasanya kombinasi asap dari pembakaran lahan pertanian, asap kendaraan, polusi industri, serta debu perkotaan. Di masa seperti ini, baik warga lokal maupun turis diimbau sangat memperhatikan kualitas udara sebelum merencanakan aktivitas luar ruangan.

 

Bagi traveler yang tengah merencanakan kunjungan ke Thailand — baik untuk liburan maupun keperluan lain — ada baiknya mempertimbangkan ulang jadwal, terutama jika rute liburan mengharuskan banyak berjalan di luar ruangan atau mengeksplorasi kota. Pastikan membawa masker dengan filter PM2,5 atau bahkan masker jenis N95/KN95, dan siapkan rencana alternatif jika cuaca buruk — misalnya memilih aktivitas di dalam ruangan, restoran dengan ventilasi baik, atau tempat tertutup lain.

 

Meski udara bersih penting, bukan berarti pengalaman liburan akan hilang. Banyak wisata di Thailand yang bisa dinikmati dari dalam ruangan atau area indoor — museum, pusat perbelanjaan, galeri seni, restoran, atau kafe. Atau, jika ingin tetap terpapar udara luar, pilih waktu di pagi atau malam hari saat kualitas udara biasanya sedikit membaik, dan hindari aktivitas berat.

 

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa polusi udara — yang selama ini sering diabaikan — dapat menjadi faktor serius yang mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Terutama bagi mereka yang tinggal lama di Thailand atau sering melakukan perjalanan ke sana. Dengan persiapan dan kehati-hatian, risiko bisa diminimalkan.

 

Baca Juga:
Mahasiswa Bersatu, Banten Maju! Gubernur Andra Soni Dukung Penuh Rakernas BEM SI: Bukti Demokrasi Berjalan!

Bagi Anda yang tertarik, ada baiknya memantau terus update kualitas udara melalui aplikasi atau layanan pemantau udara internasional — agar bisa tahu kapan waktu terbaik untuk keluar, dan kapan sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Semoga perjalanan tetap aman dan nyaman — meski dalam situasi udara yang menantang.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata