Menu

Mode Gelap

Wisata · 2 Nov 2025 22:11 WIB

Lampion & Kembang Api Loy Krathong Ancam Penerbangan, Bandara Thailand Bertindak!


 Lampion & Kembang Api Loy Krathong Ancam Penerbangan, Bandara Thailand Bertindak! Perbesar

BANGKOK – Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti Thailand atas kepergian Ratu Sirikit, negeri Gajah Putih ini tetap berkomitmen untuk melestarikan warisan budayanya. Salah satu perayaan yang tetap digelar adalah Festival Loy Krathong, sebuah parade tradisional yang mempesona dan dinanti-nantikan setiap tahunnya. Namun, semarak festival ini rupanya membuat pihak bandara di Thailand harus ekstra waspada. Apa yang sebenarnya terjadi?

Festival Loy Krathong, yang dirayakan setiap tahun pada malam bulan purnama ke-12 dalam kalender lunar (biasanya jatuh di bulan November), merupakan perayaan yang sarat makna bagi masyarakat Thailand. Dalam bahasa Thai, “Loy” berarti mengapung, sedangkan “Krathong” adalah perahu kecil berbentuk teratai yang dihias dengan indah.

Pada tanggal 5-6 November, masyarakat Thailand akan berbondong-bondong melepaskan perahu-perahu kecil ini ke danau atau sungai sebagai bentuk penghormatan kepada dewi air, Phra Mae Khongkha, serta sebagai simbol untuk melepaskan nasib buruk dan menyambut keberuntungan di masa depan.

Festival ini biasanya diramaikan dengan berbagai kegiatan yang meriah, mulai dari pertunjukan kembang api yang spektakuler, pelepasan lampion yang menghiasi langit malam, hingga pertunjukan sinar laser yang memukau. Perayaan ini digelar di seluruh penjuru negeri, menciptakan suasana yang penuh dengan kegembiraan dan kebersamaan.

Namun, di balik kemeriahan Festival Loy Krathong, terdapat kekhawatiran yang cukup serius dari pihak Asosiasi Bandara Thailand (AOT). Dilansir dari The Thaiger, AOT mengimbau seluruh instansi pemerintah, pelaku bisnis, dan warga yang berada di wilayah sekitar bandara untuk tidak melakukan kegiatan perayaan yang dapat membahayakan operasional pesawat pada tanggal 5 November. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.

Lampion, Kembang Api, dan Laser: Ancaman Tersembunyi Bagi Penerbangan

Kekhawatiran AOT bukan tanpa alasan. Lampion, balon, dan kembang api yang sering dilepaskan dalam perayaan Loy Krathong dapat melayang ke zona penerbangan pesawat dan menyebabkan bahaya yang serius, terutama saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat. Benda-benda ini dapat tersangkut di mesin pesawat, mengganggu sistem navigasi, atau bahkan menyebabkan kerusakan yang fatal.

Selain itu, sinar laser yang diarahkan ke langit juga merupakan risiko yang signifikan. Sinar laser dapat mengganggu atau bahkan melumpuhkan pilot, sehingga membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.

“Meskipun kami sangat menghormati tradisi Thailand, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Benda-benda yang dilepaskan ke langit di dekat jalur penerbangan dapat menyebabkan bahaya serius bagi penerbangan,” tegas AOT.

Baca Juga:
Kebun Sawit di Sumatera Bisa Dikembalikan Menjadi Hutan, Pakar IPB Jelaskan Proses dan Manfaatnya

Untuk memastikan keselamatan penerbangan selama Festival Loy Krathong, AOT telah mengeluarkan sejumlah aturan dan imbauan yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Siapa pun yang ingin melepaskan lampion atau melakukan kegiatan serupa harus terlebih dahulu mendapatkan izin resmi dari direktur distrik atau kepala distrik setempat.

Selain itu, AOT juga telah memulai sosialisasi publik di area sekitar Bandara Suvarnabhumi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko kecelakaan yang dapat disebabkan oleh kegiatan perayaan yang tidak bertanggung jawab.

Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Aturan Keselamatan Penerbangan

Pihak AOT juga mengingatkan warga tentang potensi sanksi hukum yang akan dikenakan jika melanggar peraturan keselamatan penerbangan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan hukuman pidana dan denda yang cukup besar.

Sebagai tindakan pencegahan ekstra, bandara utama di Bangkok, yaitu Bandara Suvarnabhumi, akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap landasan pacu dan jalur taksi untuk memastikan area penerbangan bebas dari benda asing. Perhatian khusus juga akan diberikan pada area di sepanjang jalur lepas landas dan pendaratan, di mana serpihan kecil sekalipun dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.

Untuk lebih meningkatkan keselamatan, bandara akan berkoordinasi erat dengan Aeronautical Radio of Thailand Co., Ltd. untuk mengatur lalu lintas udara selama festival. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada pesawat yang terbang di dekat area di mana lampion atau kembang api sedang dilepaskan.

Menyeimbangkan Tradisi dan Keselamatan: Upaya AOT dalam Menjaga Langit Thailand Tetap Aman

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya AOT yang lebih luas untuk menyeimbangkan perayaan budaya dengan keselamatan publik dan penerbangan. AOT menyadari pentingnya melestarikan tradisi Loy Krathong sebagai bagian dari warisan budaya Thailand, namun AOT juga berkomitmen untuk memastikan bahwa perayaan ini tidak membahayakan keselamatan masyarakat dan penerbangan.

Dengan adanya aturan dan imbauan yang jelas, serta tindakan pencegahan yang ketat, diharapkan Festival Loy Krathong tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Masyarakat Thailand dapat merayakan tradisi dengan penuh kegembiraan, sementara pihak bandara dapat memastikan bahwa langit Thailand tetap aman bagi penerbangan.

Baca Juga:
Kopi Susu Butterscotch ala Kafe yang Bisa Disimpan Tiga Hari, Begini Cara Membuatnya

Semoga upaya AOT ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang memiliki tradisi serupa. Menjaga keselamatan publik dan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan pentingnya melestarikan warisan budaya. Dengan keseimbangan yang tepat, kita dapat merayakan tradisi dengan aman dan bertanggung jawab.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata