Menu

Mode Gelap

Blog · 14 Nov 2025 09:45 WIB

Lampung Jadi Kawasan Industri Bioetanol: Pemerintah Gandeng Toyota & Pertamina


 Lampung Jadi Kawasan Industri Bioetanol: Pemerintah Gandeng Toyota & Pertamina Perbesar

JAKARTA – Kabar baik datang dari sektor energi terbarukan. Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Provinsi Lampung untuk menjadi kawasan industri bioetanol yang strategis. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari rencana implementasi mandatori penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 10% (E10) yang ditargetkan mulai berlaku pada tahun 2027.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengungkapkan ambisi besar ini setelah melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan Masahiko Maeda, CEO of Asia Region Toyota Motor Corporation.

Pertemuan ini membahas rencana investasi Toyota dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mendorong swasembada energi, ekonomi hijau, serta hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Pertemuan dengan Toyota di Jepang sangat produktif. Mereka menunjukkan minat yang besar untuk berinvestasi dalam pengembangan industri bioetanol di Indonesia, khususnya di Lampung,” ujar Todotua Pasaribu dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).

Dalam kolaborasi risetnya di Jepang melalui RABIT (Research Association of Biomass Innovation), Toyota tengah mengembangkan teknologi bioetanol generasi kedua yang bersumber dari biomassa non-pangan, seperti limbah pertanian dan tanaman sorgum. Teknologi ini dinilai sangat relevan dengan potensi agrikultur Indonesia yang melimpah dan kondisi agroklimat yang cocok untuk budidaya secara berkelanjutan.

“Kemarin saat kunjungan kami juga telah berdiskusi dengan RABIT, bahwa teknologi pabrik bioetanol generasi kedua ini dapat memanfaatkan berbagai macam limbah pertanian (multi feedstock), sehingga teknologinya cocok dengan Indonesia yang tidak hanya memiliki potensi tanaman sorgum, tetapi bisa juga dari tebu, padi, singkong, kelapa sawit, aren dan lain-lain,” jelas Todotua.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen bioetanol yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis yang dimiliki Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sejumlah wilayah seperti Lampung telah disiapkan untuk menjadi sentra pengembangan industri bioetanol, dengan dukungan bahan baku dari tebu, singkong, dan sorgum.

Pemerintah juga akan memberikan insentif dan kemudahan investasi bagi para investor yang berminat mengembangkan industri bioetanol di Lampung.

Investasi di sektor ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong kesejahteraan petani lokal di daerah. Pemerintah berkomitmen untuk melibatkan petani dan koperasi tani setempat dalam pengembangan industri bioetanol di Lampung, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Baca Juga:
Kasus Pembunuhan Dosen di Jambi: Bripda Waldi Berupaya Hilangkan Jejak, Masyarakat Geram!

“Sebagai pioneer project, tadi sudah didiskusikan akan bekerjasama dengan Pertamina NRE (New Renewable Energy) di Lampung, untuk bahan bakunya juga tidak hanya dari perusahaan tapi juga melibatkan petani dan koperasi tani setempat sehingga juga dapat menggerakan perekonomian di daerah, nantinya untuk suplai energi juga diintegrasikan dengan plant geothermal dan hidrogen milik Pertamina,” jelas Todotua.

Integrasi dengan energi geothermal dan hidrogen akan semakin memperkuat posisi Lampung sebagai kawasan industri energi hijau yang terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Toyota, melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyampaikan minat untuk berinvestasi dalam pengembangan industri bioetanol di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Toyota untuk mengamankan pasokan bahan bakar bagi kendaraan flex-fuel berbasis bioetanol, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor.

“Kolaborasi ini dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan biofuel generasi berikutnya. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam dan lahan pertanian yang luas, sementara Jepang memiliki keunggulan teknologi. Kombinasi keduanya akan menghasilkan dampak nyata bagi ketahanan energi dan ekonomi hijau,” kata Todotua.

Kemitraan antara Indonesia dan Jepang diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan teknologi baru dalam pengembangan bioetanol yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menurut Todotua sepulangnya dari Tokyo, baik Toyota maupun Pertamina akan langsung melakukan joint study dan site visit ke lokasi di Lampung, targetnya pada awal tahun 2026 perusahaan patungan (JV) sudah terbentuk. Hal ini menunjukkan keseriusan Toyota dan Pertamina dalam mewujudkan investasi di sektor bioetanol di Lampung.

Sementara itu, dalam rangka mendukung kebijakan E10, saat ini juga tengah dikaji rencana pengembangan fasilitas dengan kapasitas produksi sebesar 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.

“Investasi ini menjadi langkah awal yang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara lain,” tutup Todotua.

Dengan kapasitas produksi yang besar, Lampung diharapkan dapat menjadi pemasok bioetanol tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk pasar internasional.

Baca Juga:
Mayat Pria di Kontrakan Cikande Ditemukan Membusuk Setelah Beberapa Hari Tak Terlihat

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, investasi dari Toyota dan Pertamina, serta potensi sumber daya alam yang melimpah, Lampung memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri bioetanol nasional dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada energi hijau di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog