JAKARTA – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 November 2025. Kesiapan ini ditegaskan saat pimpinan MUI melakukan kunjungan ke Kantor Berita ANTARA, di mana kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek terkait pelaksanaan Munas yang sangat penting bagi umat Islam di Indonesia.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Irfan Junaidi, saat menerima kunjungan pimpinan MUI di Ruang Adam Malik Museum ANTARA, Jumat (14/11), menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk turut menyukseskan Munas MUI yang akan berlangsung pada 20-23 November 2025. ANTARA, sebagai kantor berita milik negara, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat dan komprehensif kepada masyarakat, termasuk mengenai kegiatan-kegiatan penting yang berkaitan dengan keagamaan dan kebangsaan.
“Kami akan menyiarkan pemberitaan secara lengkap, yaitu dalam platform teks, foto, televisi, dan media sosial. Kami yakin sebanyak 400 media pelanggan ANTARA di seluruh Indonesia akan menyiarkan berita Munas MUI ini,” kata Irfan.
Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ANTARA dalam mendukung Munas MUI, dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan informasi mengenai kegiatan ini dapat diakses oleh masyarakat luas.
Irfan juga menambahkan bahwa berita mengenai Munas MUI juga akan disiarkan oleh kantor-kantor berita asing yang selama ini menjalin kerja sama pertukaran berita dengan ANTARA. Kerja sama ini meliputi baik dalam kerangka multilateral, seperti dengan Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA), maupun bilateral, seperti dengan Kantor Berita Anadolu (Turki) dan Kantor Berita Malaysia (Bernama). Hal ini menunjukkan bahwa Munas MUI bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi di tingkat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyampaikan rasa terima kasih dan merasa terhormat atas kunjungan pimpinan MUI ke LKBN ANTARA dalam rangka persiapan Munas XI MUI. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh pimpinan MUI Pusat dan Daerah, pimpinan Ormas Islam, kalangan cendekiawan, serta utusan dari 30 pesantren dan 30 perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan betapa pentingnya Munas MUI sebagai forum untuk bertukar pikiran dan merumuskan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi umat Islam.
Sebelumnya, para pimpinan dan anggota Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Munas MUI 2025 telah mengadakan roadshow ke sejumlah media nasional. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya sosialisasi tema, agenda, dan isu-isu strategis yang akan diangkat pada Munas tersebut.
Baca Juga:
Bukit Cumbri: Pesona Negeri di Atas Awan di Perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur
Roadshow ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari media massa dalam menyebarluaskan informasi mengenai Munas MUI kepada masyarakat.
Adapun pimpinan MUI yang beraudiensi dengan Pemred ANTARA adalah KH Masduki Baidlowi (Ketua SC/Ketua MUI), KH Cholil Nafis (SC/Ketua MUI), Prof. Sudarnoto (SC/Ketua MUI), Dr. H. Yusnar Yusuf (Ketua OC/Ketua MUI), KH Abdul Manan (Sekretaris OC/Wasekjen MUI), Hj. Iroh (Koordinator Humas/Sekretaris Komisi Infokom MUI), dan Aat Surya Safaat (Wakil Sekretaris Komisi Infokom MUI). Kehadiran para tokoh penting MUI ini menunjukkan betapa seriusnya persiapan Munas MUI 2025.
Melalui silaturahmi tersebut, pimpinan Steering Committee (SC) Munas menyampaikan berbagai hal penting mengenai Munas XI MUI 2025 dan tantangan yang dihadapi MUI ke depan dalam menjaga relevansi dan perannya di tengah perkembangan zaman, termasuk adaptasi terhadap kemajuan teknologi digital.
MUI menyadari bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara umat Islam berinteraksi dengan agama mereka. Oleh karena itu, MUI perlu beradaptasi dengan perkembangan ini agar tetap relevan dan dapat memberikan bimbingan yang tepat kepada umat Islam.
Munas MUI itu sendiri menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama sebagai penjaga moral, pengarah kebijakan keumatan, dan mitra strategis dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan. Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga moralitas masyarakat, memberikan arahan dalam berbagai aspek kehidupan, dan bekerja sama dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya untuk membangun peradaban Islam yang maju dan modern.
Dalam konteks ini, Munas MUI diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada.
Munas MUI juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara MUI dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, dalam rangka mewujudkan visi Islam yang rahmatan lil alamin.
Baca Juga:
Mentan Pecat Staf yang Ngaku “Dirjen” dan Peras Petani untuk Alsintan Gratis
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk LKBN ANTARA, Munas MUI 2025 diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.









