PROLOGMEDIA – Kulit ubi, yang selama ini sering dianggap bagian yang tidak penting atau bahkan langsung dibuang begitu saja, ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang mengejutkan. Di balik warna kecokelatan dan teksturnya yang kasar, kulit ubi menyimpan banyak nutrisi yang sering terlewatkan oleh banyak orang ketika menikmati ubi. Tidak hanya sekadar menjadi “kulit pelindung” dari umbi, bagian ini menyimpan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk tubuh.
Ubi telah lama dikenal sebagai salah satu sumber pangan bergizi dan mudah diolah. Namun, fokus biasanya selalu tertuju pada daging umbinya yang manis, lembut, dan kaya energi. Sedangkan kulitnya justru dibuang karena alasan tekstur atau kebiasaan. Padahal, berdasarkan sejumlah penelitian, kulit ubi mengandung kandungan gizi yang tidak kalah penting dibanding bagian dagingnya. Selain itu, kandungan nutrisi di kulit ubi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh.
Salah satu manfaat paling menonjol dari kulit ubi adalah kemampuannya dalam meningkatkan kesehatan pencernaan. Kulit ubi kaya akan serat pangan, yang berfungsi sebagai bahan bakar bagi bakteri baik di usus. Serat ini membantu melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung keseimbangan mikrobiota usus agar tetap sehat. Ketika saluran cerna bekerja dengan baik, pencernaan menjadi lebih lancar, kembung berkurang, dan tubuh mampu menyerap nutrisi dengan lebih efektif.
Selain membantu proses pencernaan, serat dari kulit ubi juga berperan penting dalam kontrol gula darah. Konsumsi serat yang cukup dapat memperlambat penyerapan gula dari makanan ke dalam aliran darah. Ini membantu menjaga kadar gula tetap stabil setelah makan, sebuah manfaat yang sangat penting bagi penderita diabetes atau orang yang ingin mencegah lonjakan gula darah. Dengan demikian, memasukkan kulit ubi dalam menu harian bisa menjadi salah satu strategi alami untuk menjaga kestabilan gula darah.
Tidak hanya itu, kulit ubi juga kaya akan antioksidan kuat yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan ini termasuk beta‑karoten, vitamin C, dan senyawa fitokimia lain yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas merupakan salah satu faktor pemicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, serta penuaan dini. Dengan rutin mengonsumsi kulit ubi, tubuh mendapat dorongan pertahanan untuk melawan stres oksidatif dan menjaga kesehatan sel secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, kandungan vitamin dan mineral dalam kulit ubi juga memberikan dukungan untuk sistem imun dan regenerasi kulit. Vitamin C, misalnya, yang sering ditemukan dalam jumlah signifikan pada kulit ubi, berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, serta memperkuat sistem kekebalan untuk melawan berbagai infeksi. Begitu pula vitamin A yang berasal dari beta‑karoten membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung fungsi penglihatan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa nutrisi dalam kulit ubi bahkan bisa membantu menurunkan risiko penyakit kronis. Senyawa antioksidan yang kaya dalam kulit ubi dapat berkontribusi terhadap penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker dengan cara menekan peradangan dan menghambat pertumbuhan sel abnormal. Ini menjadikan kulit ubi sebagai bagian makanan fungsional yang layak mendapat perhatian lebih dalam pola makan sehat.
Baca Juga:
Jakarta-Bandung Primadona Turis Malaysia: Ini Alasan Mereka Ketagihan!
Namun, bagaimana cara terbaik untuk menikmati kulit ubi agar manfaat nutrisinya tidak hilang, dan justru meningkatkan kenikmatan makan? Ternyata ada banyak cara kreatif untuk memasukkan kulit ubi ke dalam menu sehari‑hari. Salah satu metode paling sederhana adalah dengan merebus atau mengukus ubi bersama kulitnya. Cara ini tidak hanya menjaga rasa alami ubi yang manis dan gurih, tetapi juga mempertahankan kandungan serat dan vitamin dalam kulitnya. Anda bisa menyajikannya begitu saja sebagai lauk atau camilan sehat.
Selain itu, kulit ubi bisa diolah menjadi camilan yang lebih menarik, seperti keripik kulit ubi. Dengan memotong kulit ubi tipis‑tipis, menambahkan sedikit bumbu atau rempah, lalu dipanggang atau diolah dengan sedikit minyak, Anda bisa menciptakan camilan renyah yang tidak hanya enak tapi juga kaya serat dan antioksidan. Keripik kulit ubi menjadi alternatif lebih sehat dibanding camilan instan yang sering tinggi garam dan pengawet.
Kulit ubi juga bisa dicincang halus dan dicampurkan ke dalam hidangan lain seperti sup, bubur, atau tumisan. Ini menambah tekstur dan nilai gizi pada hidangan tanpa mengubah rasa secara signifikan. Dengan demikian, keluarga, termasuk anak‑anak, bisa menikmati manfaat kulit ubi tanpa merasa “ada yang berbeda” pada makanan mereka.
Walaupun kulit ubi memiliki banyak manfaat, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena ubi tumbuh di dalam tanah, penting untuk mencuci kulitnya dengan bersih sebelum diolah untuk menghilangkan kotoran, tanah, atau sisa pestisida. Gunakan sikat sayuran dan air bersih untuk memastikan kulit ubi benar‑benar siap dikonsumsi. Ini terutama penting apabila Anda menggunakan ubi non‑organik.
Bagi sebagian orang dengan kondisi pencernaan sensitif atau yang memiliki alergi tertentu, konsumsi kulit ubi juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Serat tinggi yang hadir dalam kulit ubi dapat menyebabkan respons usus yang kuat jika dikonsumsi dalam jumlah besar bagi mereka yang tidak terbiasa. Namun secara umum, bagi kebanyakan orang, kulit ubi aman dan sangat bermanfaat bila dimasukkan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Dalam era di mana pemborosan makanan menjadi isu penting, memanfaatkan kulit ubi juga berarti mengurangi limbah makanan dan memaksimalkan gizi dari setiap bahan yang kita gunakan. Daripada membuang bagian yang kaya nutrisi ini, mengolahnya menjadi hidangan lezat merupakan langkah kecil namun berarti untuk gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Ekbispar Banten 5K 2025: Sinergi Olahraga, Ekonomi, dan Pariwisata untuk Banten Maju
Kesimpulannya, kulit ubi bukan sekadar bagian yang dilupakan. Ia adalah sumber nutrisi yang beragam — serat, antioksidan, vitamin, dan mineral — yang berkontribusi dalam kesehatan pencernaan, kontrol gula darah, sistem imun, serta potensi penurunan risiko penyakit kronis. Dengan berbagai cara olahan yang kreatif, kulit ubi bisa menjadi tambahan nikmat dalam diet sehari‑hari. Jadi, lain kali ketika Anda menyiapkan ubi, pertimbangkan untuk tidak membuang kulitnya. Sebaliknya, jadikan kulit ubi bagian dari menu sehat Anda dan rasakan manfaatnya bagi tubuh.









