PROLOGMEDIA – Minum secangkir air jahe hangat sebelum terlelap bisa jadi lebih dari sekadar ritual penutup hari — kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan sejumlah manfaat kesehatan yang membuat tubuh lebih nyaman dan siap beristirahat. Jahe, dengan nama ilmiahnya Zingiber officinale, dikenal luas karena aroma dan rasa pedas khasnya, serta telah dipakai dalam tradisi herbal di banyak budaya — termasuk Indonesia. Ketika dikonsumsi hangat menjelang tidur, air jahe memanfaatkan senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang menghadirkan berbagai efek menguntungkan.
Salah satu manfaat paling dikenal adalah kemampuannya dalam meredakan masalah pencernaan. Bagi mereka yang kerap mengalami perut kembung, rasa mual, atau gas setelah makan malam, air jahe dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan ini. Jahe memiliki efek karminatif — sebuah sifat yang membantu tubuh mengeluarkan gas dari saluran cerna sehingga rasa kembung pun berkurang. Dengan begitu, tubuh bisa lebih rileks dan tidur berjalan lebih nyaman tanpa gangguan pencernaan.
Tak hanya itu, jahe juga dikenal memiliki sifat anti‑inflamasi dan pereda nyeri. Aktivitas sepanjang hari sering membuat otot dan persendian terasa lelah atau kaku; efek anti‑peradangan dari gingerol membantu meredakan rasa nyeri ringan pada otot atau sendi. Secangkir air jahe sebelum tidur bisa menjadi cara alami bagi tubuh untuk menenangkan diri setelah aktivitas berat — memberi kesempatan bagi otot dan persendian untuk pulih dengan lebih baik selama istirahat malam.
Lebih jauh, konsumsi jahe hangat di malam hari juga dianggap dapat mendukung kualitas tidur. Meskipun bukan obat tidur, efek menghangatkan tubuh ditambah sensasi relaksasi dari aroma dan rasa jahe bisa membuat tubuh lebih nyaman dan pikiran lebih tenang. Beberapa penelitian, meskipun masih terbatas pada hewan, menunjukkan potensi jahe sebagai agen dengan aktivitas sedatif — yang artinya dapat membantu sistem saraf menjadi lebih rileks sebelum tidur.
Baca Juga:
Banten Prioritaskan Pekerja Informal: Andra Soni Genjot Perluasan Jaminan Sosial!
Bagi mereka yang kerap terganggu oleh rasa mual atau sensasi heartburn di malam hari, air jahe juga bisa jadi solusi alami. Jahe memiliki reputasi sebagai antiemetik alami; senyawa‑senyawa dalam jahe bisa membantu menekan reseptor tertentu di usus dan otak yang memicu rasa mual, sehingga rasa tidak nyaman dapat mereda. Dengan demikian, tidur pun bisa jauh lebih tenang tanpa gangguan rasa mual atau mulas.
Tak kalah penting, jahe sering dipuji karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas — molekul tak stabil yang bisa merusak sel dan memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Dengan mengonsumsi jahe sebelum tidur, tubuh bisa mendapatkan “asupan perlindungan” tambahan saat sel‑sel memperbaiki diri semalaman.
Namun, seperti halnya banyak hal baik lainnya — kuncinya adalah moderasi. Konsumsi jahe dalam jumlah wajar, misalnya satu cangkir kecil saja, dianggap ideal untuk meraih manfaat tanpa memicu efek samping. Bagi sebagian orang yang sensitif terhadap rempah atau memiliki masalah pencernaan tertentu, konsumsi berlebihan bisa jadi kurang nyaman.
Dengan demikian, menjelang tidur — saat tubuh mempersiapkan diri untuk beristirahat dan regenerasi — secangkir air jahe hangat bisa dianggap sebagai sahabat malam. Ia membantu menenangkan perut, merilekskan tubuh, menjaga sistem pencernaan, bahkan mendukung kualitas tidur. Bagi siapa saja yang ingin menutup hari dengan cara sederhana namun menyehatkan, jahe layak dipertimbangkan sebagai pilihan alami.
Baca Juga:
Honda Siapkan Bom Waktu: Mobil Hybrid Murah Gempur Pasar Asia!
Tentu saja, seperti semua hal yang berkaitan dengan kesehatan, efeknya bisa berbeda bagi tiap orang. Jika Anda punya kondisi khusus — misalnya masalah lambung atau sensitivitas terhadap rempah — ada baiknya memperhatikan reaksi tubuh dan, bila perlu, berkonsultasi dengan profesional. Namun bagi kebanyakan orang, menjadikan air jahe hangat sebagai rutinitas malam bisa jadi langkah kecil yang berharga untuk menjaga tubuh tetap nyaman dan sehat.









