Menu

Mode Gelap

Kuliner · 9 Nov 2025 13:56 WIB

Nasi Kulit Mak Igun: Karya Seni Kuliner Ivan Gunawan yang Bikin Nagih dan Viral


 Nasi Kulit Mak Igun: Karya Seni Kuliner Ivan Gunawan yang Bikin Nagih dan Viral Perbesar

JAKARTA – Siapa yang tak kenal Ivan Gunawan? Desainer kondang, presenter ternama, dan kini… pengusaha kuliner sukses! Pria yang akrab disapa Igun ini kembali menunjukkan kelihaiannya dalam membaca tren pasar dengan meluncurkan “Nasi Kulit Mak Igun,” sebuah warung makan yang tak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan pengalaman bersantap yang unik dan kekinian.

Berkolaborasi dengan Chef King Abdi, jebolan MasterChef Indonesia, Igun berhasil menciptakan sebuah konsep warung makan yang merakyat namun tetap berkelas. Nasi Kulit Mak Igun menawarkan menu utama berupa nasi rames atau nasi kulit dengan beragam pilihan lauk pendamping yang mencapai 20 jenis. Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 15.000 per porsi, menjadikannya daya tarik bagi berbagai kalangan.

Namun, di balik harga yang ekonomis, Igun tetap mengedepankan kualitas rasa dan tampilan gerai. Ia memastikan bahwa setiap detail, mulai dari desain interior hingga penyajian makanan, mencerminkan citra dirinya yang selalu mengutamakan estetika.

Kehadiran Nasi Kulit Mak Igun disambut antusias oleh masyarakat. Antrean panjang kerap terjadi sejak gerai pertamanya dibuka, membuktikan bahwa konsep yang ditawarkan Igun memang sesuai dengan selera pasar. Apalagi, Nasi Kulit Mak Igun juga aktif memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan dan memamerkan desain interior gerai yang instagenic.

Lantas, apa yang membuat Nasi Kulit Mak Igun begitu istimewa? Mari kita bedah lebih dalam konsep desain dan strategi bisnis yang diterapkan oleh Igun dan timnya.

Fasad yang Mencuri Perhatian

Dari kejauhan, gerai Nasi Kulit Mak Igun sudah mencuri perhatian. Warna oranye terang, yang menjadi warna signature dari brand ini, mendominasi fasad gerai. Warna putih digunakan untuk memberikan kontras yang jelas, sehingga logo dan nama warung terlihat semakin menonjol.

Papan nama warung didesain dengan font besar, berani, dan mudah dibaca. Kombinasi warna oranye dan putih pada papan nama tersebut menciptakan brand recall yang cepat di benak konsumen. Secara visual, gerai ini langsung diasosiasikan dengan menu nasi kulit dan sosok Ivan Gunawan sebagai pemiliknya.

Area parkir yang luas di depan gerai juga menjadi nilai tambah. Meskipun seringkali ramai pengunjung, lokasi gerai tetap mudah diakses, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Interior Minimalis yang Instagenic

Masuk ke dalam gerai, pengunjung akan disambut dengan interior minimalis yang didominasi warna putih. Dinding, meja, dan kursi semuanya berwarna putih, menciptakan kesan bersih, luas, dan terang benderang. Pencahayaan yang baik juga menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang instagenic.

Aksen dekoratif utama pada interior gerai adalah daily quotes berupa teks berukuran besar berwarna ungu yang dipasang di dinding. Quotes tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif yang unik, tetapi juga sebagai pesan marketing yang relevan dengan pengalaman bersantap. Misalnya, quotes seperti “#DAILYQUOTES MAKAN ENAK BUKAN HANYA SOAL RASA TAPI JUGA TENTANG KEBERSAMAAN YANG DICIPTAKAN DI MEJA” mengajak pengunjung untuk menikmati hidangan bersama orang-orang terdekat.

Penataan meja dan kursi yang rapat serta penggunaan track lighting berwarna hitam di langit-langit putih menunjukkan fokus pada kapasitas maksimum dan efisiensi ruang. Meskipun berkonsep warung, kenyamanan pengunjung tetap diperhatikan dengan adanya pendingin ruangan (AC). Namun, penekanan tetap diberikan pada perputaran cepat (fast-casual).

Area Pemesanan yang Efisien

Area pelayanan dan pemesanan dirancang untuk menampung antrean panjang pelanggan. Dinding di zona ini menggunakan warna oranye yang sama dengan fasad, membedakannya dari area makan yang dominan putih. Sistem pelayanan diatur melalui counter panjang yang memungkinkan pelanggan untuk langsung melihat dan memilih lauk pauk yang tersaji di etalase kaca.

Baca Juga:
Cara Membuat Bubur Kacang Hijau Empuk Tanpa Harus Merebus Lama

Tata letak ini sangat efisien, mempercepat proses pemilihan dan check-out. Desain yang terbuka dan alur yang jelas dari pintu masuk, antrean, hingga pembayaran, memastikan pergerakan pelanggan tetap teratur di tengah kepadatan.

Furnitur Komunal untuk Perputaran Cepat

Pilihan furnitur di Nasi Kulit Mak Igun, yaitu meja putih polos dan kursi besi/plastik putih sederhana, dirancang untuk mendukung konsep komunal dan perputaran pelanggan yang cepat. Kursi yang digunakan adalah jenis hard chair (bukan sofa atau kursi empuk) yang secara psikologis tidak mendorong pengunjung untuk berlama-lama setelah selesai makan. Pengaturan ini juga memfasilitasi suasana makan yang santai dan merakyat.

Secara keseluruhan, keputusan desain perabotan ini adalah refleksi dari visi bisnis untuk menyajikan hidangan lezat dan terjangkau dalam waktu singkat. Desain yang to-the-point dan fungsional ini memastikan bahwa turnover meja terjadi dengan cepat, meminimalisir waktu tunggu antrean.

Visual Display Lauk Pauk yang Menggugah Selera

Inti dari konsep nasi rames modern terletak pada visual display lauk pauk yang menggugah selera. Berbagai lauk disajikan dalam wadah stainless steel (chafing dishes) besar, yang biasanya berisi oseng-oseng ayam atau daging dengan bumbu yang kaya rempah dan berwarna mencolok.

Penataan yang rapi dan porsi yang melimpah di dalam display etalase berfungsi sebagai magnet visual, memamerkan kekayaan pilihan lauk pauk yang mencapai puluhan jenis. Pencahayaan yang baik di area ini memastikan setiap lauk terlihat segar dan menggiurkan.

Kehadiran piring vintage seng putih bergaris merah yang diletakkan di tengah display berfungsi sebagai aksen nostalgia dan penekanan pada nuansa makanan rumahan atau tradisional. Ini adalah sentuhan desain yang mempertemukan konsep modern dengan akar kuliner Indonesia yang otentik.

Strategi Branding dan Tagline Ivan Gunawan

Ivan Gunawan sendiri berperan sebagai brand ambassador utama dalam materi promosi visual. Latar belakang yang didominasi warna oranye, konsisten dengan warna fasad, menciptakan kesatuan visual branding yang mudah dikenali.

Gambar Ivan Gunawan yang sedang menikmati kulit ayam goreng memperkuat citra bahwa produk ini lezat dan merupakan menu andalan sang desainer. Penggunaan selebritas dengan persona yang kuat membantu meningkatkan awareness dan kepercayaan publik secara instan.

Tagline yang digunakan dalam speech bubble berwarna ungu (#GAK BIKIN GLOWING TAPI BIKIN KETAGIHAN!!) merupakan strategi marketing yang cerdas dan viral. Tagline ini bersifat self-deprecating (merendah untuk meroket) dan berani, menunjukkan fokus brand pada kenikmatan rasa yang otentik, serta meningkatkan shareability di media sosial. Tagline ini berhasil menciptakan buzz dan membuat orang penasaran untuk mencoba Nasi Kulit Mak Igun.

Tata Ruang Terbuka dan Terang Benderang

Tata ruang yang diterapkan adalah open plan (terbuka) dan komunal. Seluruh area makan didesain tanpa sekat permanen, memudahkan pengawasan dan pergerakan pelanggan. Pencahayaan yang sangat terang (terlihat dari pantulan di lantai dan langit-langit) merupakan fitur desain yang penting. Langit-langit yang polos dengan lampu downlight yang terfokus memastikan bahwa seluruh ruangan terekspos secara maksimal, mendukung aspek instagenic dari interior warung.

Unggahan Instagram resmi @nasikulitmakigun menegaskan peran media sosial dalam strategi pemasaran mereka. Desain interior yang terang dan ramai ini mendukung pesan brand tentang solusi lapar yang lezat dan suasana makan yang seru dan dinamis.

Baca Juga:
Banjir Rob Genangi Jalan RE Martadinata di Depan JIS, Warga dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Genangan

Keberhasilan Nasi Kulit Mak Igun membuktikan bahwa Ivan Gunawan tidak hanya piawai di dunia fashion dan hiburan, tetapi juga memiliki insting bisnis yang tajam di dunia kuliner. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi gerai Nasi Kulit Mak Igun terdekat dan rasakan sendiri sensasi makan nasi kulit yang kekinian!

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner