Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Nov 2025 11:53 WIB

NTT: Lumbung Energi Surya Indonesia yang Diakui Dunia


 NTT: Lumbung Energi Surya Indonesia yang Diakui Dunia Perbesar

JAKARTA – Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi salah satu pusat energi terbarukan (EBT) terbesar di dunia, khususnya dalam pemanfaatan energi surya. Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan wilayah seperti Pulau Sumba dan Pulau Timor, kini menjadi sorotan utama sebagai lokasi ideal untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar.

Kabar baik ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, dalam acara Road to CNBC Indonesia Awards 2025 ‘Best Energy Companies’. Sugeng mengungkapkan bahwa beberapa daerah di NTT bahkan telah diakui secara internasional sebagai lokasi yang sangat menjanjikan untuk investasi energi surya. Ibarat ‘hujan uang’, potensi NTT dalam sektor ini sangatlah besar.

Mengapa NTT Begitu Istimewa?

Keunggulan NTT terletak pada intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, terutama di pulau-pulau seperti Sumba dan Timor. Tingkat radiasi matahari yang optimal dan curah hujan yang rendah menciptakan kondisi yang sempurna untuk menghasilkan energi surya secara efisien.

“NTT itu adalah setiap hari ‘hujan uang’ sekarang. Karena apa? Sinar mataharinya demikian bagus, setidaknya di pulau-pulau tertentu, di mana tingkat radiasinya tinggi dan juga curah hujannya rendah. Seperti di Pulau Sumba dan Pulau Timor. Bahkan, itu sudah approval by World Bank. Di dua pulau itu bagus sekali,” ujar Sugeng.

Pengakuan dari Bank Dunia semakin memperkuat daya tarik NTT sebagai tujuan investasi energi surya. Hal ini menunjukkan bahwa potensi NTT tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga diakui oleh lembaga keuangan internasional yang memiliki standar ketat dalam penilaian proyek-proyek energi.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meskipun potensi NTT sangat besar, ada beberapa kendala utama yang perlu diatasi agar pengembangan PLTS di wilayah ini dapat berjalan optimal. Salah satu tantangan terbesar adalah belum tersedianya jaringan transmisi listrik yang memadai untuk menghubungkan daerah-daerah penghasil energi surya di NTT ke pusat-pusat konsumsi energi nasional, terutama di Jawa, Madura, Bali (Jamali), dan Sumatra.

Sugeng menjelaskan, “Tapi karena kita tidak punya grid, tidak punya transmisi, maka ya kalau di sana banyak konsumsi kan masih di Jawa, Sumatra. Kalau istilahnya listrik, Jamali (Jawa-Madura-Bali) dan Sumatra itu kan daerah konsumsi besar.”

Ketiadaan jaringan transmisi yang memadai membuat energi surya yang dihasilkan di NTT sulit untuk dimanfaatkan secara maksimal. Listrik yang dihasilkan tidak dapat disalurkan ke wilayah lain yang membutuhkan, sehingga potensi NTT sebagai lumbung energi bersih nasional belum dapat terwujud sepenuhnya.

Solusi: Percepatan Pembangunan Nusantara Grid

Baca Juga:
PB XIV Naikkan Gelar Pendukung: Langkah Strategis di Tengah Konflik Keraton Solo?

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sugeng menekankan pentingnya percepatan pembangunan jaringan transmisi antarpulau atau Nusantara Grid. Jaringan ini akan menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, termasuk NTT, ke pusat-pusat konsumsi energi utama.

Dengan adanya Nusantara Grid, energi surya yang dihasilkan di NTT dapat disalurkan ke Jawa, Sumatra, dan wilayah lain yang membutuhkan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Kalau grid-nya terbangun, NTT bisa jadi pusat energi bersih nasional. Energi dari matahari di Sumba dan Timor bisa menopang kebutuhan listrik di Jawa dan daerah industri lain. Ini langkah nyata menuju transisi energi,” katanya.

Pembangunan Nusantara Grid bukan hanya akan memecahkan masalah penyaluran energi, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil.

NTT: Lumbung Energi Hijau Masa Depan Indonesia

Dengan dukungan teknologi dan infrastruktur yang memadai, NTT berpotensi menjadi lumbung energi hijau Indonesia. Pengembangan PLTS di wilayah ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Masyarakat NTT dapat terlibat dalam berbagai aspek pengembangan PLTS, mulai dari pembangunan, operasional, hingga pemeliharaan. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan.

Selain itu, pengembangan PLTS juga akan mendorong pengembangan industri pendukung di NTT, seperti industri manufaktur panel surya, industri baterai, dan industri komponen listrik lainnya. Hal ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian NTT dan meningkatkan daya saing daerah.

Investasi Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pengembangan PLTS di NTT adalah investasi berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. Energi surya adalah sumber energi yang bersih, terbarukan, dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan energi surya secara maksimal, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, mengatasi perubahan iklim, dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Selain itu, pengembangan PLTS juga akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor energi fosil, seperti minyak dan gas bumi. Hal ini akan menghemat devisa negara, meningkatkan kemandirian energi, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga:
Nasi Kulit Mak Igun: Karya Seni Kuliner Ivan Gunawan yang Bikin Nagih dan Viral

NTT memiliki potensi besar untuk menjadi pusat energi surya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan pemerintah, investor, dan masyarakat, NTT dapat mewujudkan visinya sebagai lumbung energi hijau Indonesia dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita