Menu

Mode Gelap

Berita · 9 Nov 2025 00:28 WIB

Pabrik Petrokimia Cilegon Beroperasi, RI Pangkas Impor Rp 23 Triliun!


 Pabrik Petrokimia Cilegon Beroperasi, RI Pangkas Impor Rp 23 Triliun! Perbesar

CILEGON – Kehadiran pabrik petrokimia New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, menjadi babak baru dalam upaya hilirisasi minyak dan gas bumi di Indonesia. Proyek strategis ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan potensi menekan impor hingga Rp 23 triliun per tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proyek hilirisasi ini diproyeksikan menghasilkan nilai hilirisasi hingga US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 33,4 triliun per tahun. Angka ini terdiri dari potensi penggantian impor produk petrokimia sebesar US$ 1,4 miliar atau Rp 23,3 triliun per tahun, serta potensi peningkatan nilai ekspor sebesar US$ 600 juta.

“Dari total kapasitas produksinya, 70% akan dipasarkan di dalam negeri, dan 30% di luar negeri. Jadi selama ini kita impor, dengan pabrik ini kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya,” ujar Bahlil, menggambarkan dampak positif dari beroperasinya pabrik petrokimia ini.

Fasilitas New Ethylene Project memiliki kemampuan mengolah naphtha sebesar 3.200 kiloton per tahun (kTA), dengan dukungan Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga 50% sebagai bahan tambahan. Proses pengolahan ini menghasilkan berbagai produk hulu yang menjadi bahan dasar bagi industri petrokimia, seperti ethylene (1.000 kTA), propylene (520 kTA), mixed C4 (320 kTA), pyrolysis gasoline (675 kTA), pyrolysis fuel oil (26 kTA), dan hidrogen (45 kTA).

Lebih lanjut, pabrik ini juga menghasilkan berbagai produk hilir dengan kapasitas yang signifikan, meliputi high density polyethylene (HDPE) sebanyak 250 kTA, linear low density polyethylene (LLDPE) sebanyak 200 kTA, polypropylene (PP) sebanyak 350 kTA, butadiene sebanyak 140 kTA, raffinate sebanyak 180 kTA, serta benzene, toluene, dan xylene (BTX) dengan total kapasitas 400 kTA.

Produk-produk petrokimia yang dihasilkan oleh pabrik Lotte Chemical Indonesia ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri manufaktur di dalam negeri. Mulai dari pembuatan botol plastik, kabel, bumper kendaraan, alat kesehatan, ban, karet sintetis, pembasmi serangga, hingga cat, semuanya akan mendapatkan pasokan bahan baku yang lebih terjamin dan berkualitas.

“Hari ini membuktikan bahwa hilirisasi Indonesia tidak hanya kita bangun hilirisasi mineral dan batubara, tapi juga sudah mulai beranjak ke hilirisasi minyak dan gas bumi,” tegas Bahlil, menandaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor industri.

Dengan berdirinya fasilitas pengolahan turunan migas berskala besar ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan baku berbasis petrokimia dalam negeri, mengurangi tekanan pada neraca perdagangan, serta memperkuat ekosistem industri nasional.

Baca Juga:
9 Tanda Tubuh Kekurangan Protein yang Sering Diabaikan

Hal ini akan menciptakan efek domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri Indonesia di kancah global.

Pabrik petrokimia New Ethylene Project di Cilegon bukan sekadar investasi industri, tetapi juga merupakan simbol kemajuan dan kemandirian industri petrokimia Indonesia.

Dengan mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, Indonesia semakin mantap dalam mewujudkan visi sebagai negara industri yang maju dan berdaya saing.

Keberhasilan proyek ini juga menjadi momentum penting untuk menarik investasi lebih banyak lagi di sektor petrokimia. Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan berbagai insentif dan kemudahan bagi investor.

Dengan demikian, diharapkan semakin banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan industri petrokimia di Indonesia, sehingga dapat memperkuat struktur industri nasional dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.

Selain itu, pengembangan industri petrokimia juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pemerintah terus mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab, sehingga industri petrokimia dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan demikian, generasi mendatang juga dapat menikmati manfaat dari kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Pembangunan pabrik petrokimia New Ethylene Project di Cilegon merupakan langkah strategis dalam mewujudkan hilirisasi industri minyak dan gas bumi di Indonesia. Dengan mengurangi impor, meningkatkan ekspor, dan memperkuat struktur industri nasional, proyek ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
Polres Langkat Bersinergi dengan BGN dan SPPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Semoga semakin banyak proyek hilirisasi serupa yang dapat direalisasikan di masa mendatang, sehingga Indonesia dapat menjadi negara industri yang mandiri dan berdaya saing global.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita