PROLOGMEDIA – Di tengah hamparan lahan hijau yang membentang di Kampung Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Rabu (19 November 2025), sebuah peristiwa penting tersaji. Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, memimpin panen raya jagung, menandai keberhasilan Program Ketahanan Pangan Kuartal IV yang digagas oleh Polres Serang. Acara ini bukan sekadar seremonial panen, melainkan sebuah simbol sinergi antara kepolisian dan masyarakat petani dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan.
Panen raya ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Serang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Lahan seluas 3 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Budi Makmur, binaan Kapolres Serang, menjadi saksi bisu kerja keras dan dedikasi para petani dalam menghasilkan jagung berkualitas tinggi. Hasilnya pun tak mengecewakan, dengan total panen mencapai 37,5 ton jagung bonggol, sebuah pencapaian yang membanggakan dan menjadi salah satu hasil panen tertinggi dalam program ketahanan pangan tahun ini.
AKBP Condro Sasongko, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para petani atas kerja keras dan semangat pantang menyerah mereka.
“Hasil panen yang kita saksikan hari ini sungguh luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat, khususnya para petani, memiliki peran sentral dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya dengan nada bangga.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan komitmen Polres Serang untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program pemberdayaan dan pendampingan pertanian.
“Kami siap membantu dan bersinergi agar sektor pertanian semakin maju dan produktif. Semoga panen ini menjadi inspirasi bagi para petani lainnya di Kabupaten Serang,” tambahnya.
Keberhasilan panen raya ini bukan hanya diukur dari jumlah jagung yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat petani. Dengan hasil panen yang melimpah, para petani dapat meningkatkan pendapatan mereka, memenuhi kebutuhan keluarga, dan bahkan mengembangkan usaha pertanian mereka. Selain itu, keberhasilan ini juga memberikan motivasi dan semangat baru bagi para petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Perhitungan yang lebih rinci menunjukkan bahwa dari 37,5 ton jagung bonggol tersebut, diperkirakan akan menghasilkan tidak kurang dari 21 ton jagung pipil kering. Angka ini mencerminkan efektivitas manajemen lahan dan teknik budidaya yang diterapkan oleh para petani Budi Makmur. Dengan menggunakan bibit unggul, pupuk organik, dan sistem irigasi yang baik, para petani mampu menghasilkan jagung dengan kualitas terbaik dan hasil panen yang optimal.
Abidin Nasyar, Ketua Kelompok Tani Budi Makmur, tak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya atas hasil panen yang melimpah ini. Ia mengakui bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan yang diberikan oleh Kapolres Serang.
“Alhamdulillah, panen kali ini sangat memuaskan. Pendampingan dari Kapolres Serang membuat kami semakin yakin untuk mengembangkan pertanian jagung di desa kami,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.
Baca Juga:
Manfaat Daun Jati Belanda: Khasiat Lengkap dan Cara Aman Mengonsumsinya
Dalam kesempatan yang sama, Abidin juga menyampaikan rencana kelompoknya untuk memperluas lahan produksi jagung pada musim tanam berikutnya. Dengan semangat yang membara, Kelompok Tani Budi Makmur berencana menambah lahan seluas 7 hektare, sehingga total lahan yang akan mereka kelola menjadi 10 hektare. Ini adalah bukti nyata bahwa para petani memiliki keyakinan yang tinggi terhadap potensi pertanian jagung di daerah mereka, dan mereka siap untuk bekerja lebih keras lagi demi meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka.
Panen raya jagung kuartal IV ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kasatintelkam Iptu Saeful Sani, Kasi Propam Ipda Jhoni Yuhanto, Kapolsek Kopo Iptu Aripin Simbolon, Camat Kopo, Kades Rancasumur, perwakilan Bulog, serta para penyuluh pertanian. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap program ketahanan pangan yang digagas oleh Polres Serang.
Keberhasilan Program Ketahanan Pangan Polres Serang ini menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat petani, swasembada pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah tujuan yang dapat dicapai dengan kerja keras dan komitmen bersama.
Lebih dari sekadar program pertanian, inisiatif ini juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah-tengah petani bukan hanya sebagai pembina, tetapi juga sebagai sahabat yang siap membantu dan mendukung mereka dalam setiap langkah. Hal ini menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis, sehingga para petani merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka.
Program Ketahanan Pangan Polres Serang juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Dengan meningkatnya produksi jagung, pasokan jagung di pasar lokal semakin terjamin, sehingga harga jagung tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Selain itu, surplus jagung juga dapat dijual ke luar daerah, sehingga meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Namun, tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan tidaklah mudah. Perubahan iklim, serangan hama dan penyakit tanaman, serta fluktuasi harga pasar menjadi beberapa faktor yang dapat menghambat upaya peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.
Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan yang lebih besar kepada sektor pertanian, antara lain dengan menyediakan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan sarana irigasi yang memadai. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kualitas penyuluhan pertanian, sehingga para petani dapat memperoleh informasi dan teknologi terbaru dalam bidang pertanian.
Para petani juga perlu terus berinovasi dan meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang pertanian. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan pertanian, para petani dapat mempelajari teknik-teknik budidaya yang lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian mereka.
Selain itu, peran serta masyarakat juga sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Masyarakat dapat mendukung program ketahanan pangan dengan membeli produk-produk pertanian lokal, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta mengurangi pemborosan makanan.
Baca Juga:
Ironi Indonesia: Negara Kaya Air, Rakyat Kekurangan Air Bersih. Kok Bisa?
Dengan kerja sama dan sinergi dari semua pihak, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Program Ketahanan Pangan Polres Serang adalah contoh nyata bahwa dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kita dapat mencapai tujuan yang mulia ini. Semoga kisah sukses ini dapat menginspirasi kita semua untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.









