Menu

Mode Gelap

Berita · 1 Des 2025 14:35 WIB

Pangkalan Laut Terapung dan Kapal Siluman Iran Kembali Beroperasi, Kapasitas Tempur Meningkat Tajam


 Pangkalan Laut Terapung dan Kapal Siluman Iran Kembali Beroperasi, Kapasitas Tempur Meningkat Tajam Perbesar

PROLOGMEDIA – Angkatan Laut Iran (Iranian Navy) secara resmi kembali mengaktifkan dua aset pentingnya dalam sebuah upacara militer di kota pelabuhan selatan, Bandar Abbas. Yang pertama adalah kapal perusak siluman Sahand — kapal perang yang sempat tenggelam saat menjalani perbaikan tahun lalu — dan yang kedua adalah pangkalan terapung baru bernama Kordestan Floating Base. Langkah ini menandai peningkatan kapasitas laut Iran secara signifikan, dan memicu kekhawatiran dari Amerika Serikat serta Israel.

 

Kapal Sahand — bagian dari kelas kapal Mowj — pertama kali diluncurkan pada Desember 2018. Kapal ini dirancang sebagai kapal perusak dengan kemampuan siluman, dilengkapi dek helikopter, peluncur torpedo, senjata antipesawat dan antikapal, rudal permukaan-ke-permukaan serta permukaan-ke-udara, dan sistem peperangan elektronik. Sayangnya, pada tahun 2024 kapal ini sempat tenggelam di perairan dangkal setelah mengalami kecelakaan selama perbaikan di pelabuhan Bandar Abbas. Namun, tim penyelamat berhasil melakukan operasi selama 14 hari untuk mengangkat kembali kapal tersebut ke permukaan, lalu melakukan perbaikan dan pemulihan secara menyeluruh.

 

Dengan pengaktifan ulang Sahand, Angkatan Laut Iran menyatakan bahwa kapal ini kini kembali dalam kondisi siap tempur dan siap menjalankan misi — termasuk potensi penugasan anti-pembajakan, patroli di perairan strategis seperti Laut Merah, Teluk Aden, atau Samudra Hindia.

 

Sementara itu, Kordestan Floating Base memegang peranan yang tidak kalah strategis. Pangkalan terapung ini dirancang sebagai platform laut yang sangat fleksibel: mampu memberikan layanan penyelamatan dan pertolongan, mendukung operasi helikopter berat, dan mendampingi hingga tiga kapal perusak dalam misi panjang ke seluruh dunia — dengan durasi hingga tiga tahun — tanpa perlu berlabuh untuk mengisi bahan bakar atau logistik. Dengan demikian, Iran kini memiliki fasilitas laut yang memungkinkan armadanya untuk beroperasi jauh dari garis pantai dalam jangka waktu panjang, meningkatkan jangkauan strategis ke perairan internasional.

 

Menurut pejabat militer Iran, penambahan dua aset — Sahand dan Kordestan — serta berbagai perangkat tempur dan alat bantu intelijen lainnya — termasuk kapal rudal cepat, kendaraan laut tak berawak, pesawat tanpa awak, sistem peperangan elektronik, rudal, dan sistem intelijen pantai dan laut — menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan tempur laut negara itu, menampilkan kemampuan teknis domestik, dan memperluas jangkauan strategis Iran di perairan global.

 

Semua perubahan ini jelas membuat kekhawatiran dari luar negeri, terutama oleh AS dan Israel. Karena kemampuan baru tersebut memungkinkan Iran mengirimkan kekuatannya ke perairan internasional, memperluas pengaruh, sekaligus mendeteksi dan merespon lebih cepat potensi konflik di laut. Kemampuan berlayar jauh tanpa bergantung pada pelabuhan memberi fleksibilitas militer yang meningkat — hal yang memengaruhi keseimbangan keamanan di kawasan yang sudah sarat ketegangan.

 

Baca Juga:
Banten Prioritaskan Pendidikan! Program Sekolah Gratis Jadi Sorotan di OMI 2025

Di satu sisi, pemulihan Sahand yang tenggelam dan dibawa kembali ke armada bisa dilihat sebagai bukti ketangguhan dan kemampuan regeneratif industri pertahanan domestik Iran — sebuah pesan bahwa meski menghadapi embargo dan sanksi internasional, negara ini tetap mampu memperbaiki kelemahan dan membangkitkan kembali aset strategisnya. Di sisi lain, pangkalan terapung Kordestan menandakan bahwa Iran berencana memainkan peran yang lebih aktif dan jangka panjang di laut lepas, tidak hanya terbatas pada wilayah perairan regional tetapi juga samudra global.

 

Langkah ini barangkali dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah — di mana persaingan pengaruh di laut, patroli maritim, serta kebebasan navigasi menjadi kunci. Dengan armada yang diperbarui dan dukungan logistik lewat pangkalan terapung, Angkatan Laut Iran bisa lebih leluasa mengirim kapal ke wilayah yang jauh dari rumah, memperkuat posisi tawar, dan menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar kekuatan lokal, tetapi juga pemain maritim serius.

 

Pihak militer Iran menyatakan bahwa semua penambahan ini bertujuan untuk “memperkuat kemampuan tempur, memperluas jangkauan strategis, dan meningkatkan akses ke perairan internasional.”

 

Bagi pengamat geopolitik dan stabilitas regional, paket peningkatan kapal-kapal, pangkalan terapung, dan sistem tempur laut ini tentu menjadi sinyal perubahan — bahwa Iran siap memperluas proyeksi kekuatan kelautannya. Hal ini bisa mempengaruhi dinamika keamanan di Selat Hormuz, Teluk Persia, Laut Oman, dan jalur laut pedagang global sebagai kawasan rawan pengawasan militer dan kontrol rute laut.

 

Dengan demikian, reaktivasi Sahand dan operasionalnya bersama Kordestan floating base bukan hanya sekadar milestone bagi Angkatan Laut Iran, melainkan sebuah deklarasi strategis: bahwa Iran ingin memperkuat kedaulatan maritimnya, sekaligus memastikan ia mampu mempertahankan dan menampilkan kekuatan di panggung internasional — meskipun menghadapi tekanan dan sanksi dari kekuatan besar dunia.

 

Ke depan, banyak pihak akan mengamati bagaimana Iran akan memanfaatkan aset ini: apakah untuk patroli anti-pembajakan, pengawasan jalur laut, penegasan klaim wilayah, atau sebagai elemen kekuatan dalam konflik — langsung maupun asimetris — di kawasan. Dalam konteks geopolitik saat ini, dengan ketegangan yang terus membara antara Iran, AS, dan Israel, penambahan kapasitas ini bisa membuka peluang baru — sekaligus risiko eskalasi.

 

Baca Juga:
Kisah Keluarga Penghuni Gua di Jombang: Perpindahan Misterius dari Pedalaman Hutan Anggas Wesi

Di tengah perairan yang penuh ketidakpastian, Sahand dan Kordestan berdiri sebagai simbol ambisi Iran untuk hadir bukan sekadar sebagai kekuatan regional, tapi juga sebagai kekuatan laut global yang siap memainkan peranan besar di panggung internasional.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita