PROLOGMEDIA – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera kembali mendapat akselerasi dengan tambahan ruas sepanjang 62,4 kilometer untuk seksi 1 dari Betung menuju Tempino dan Jambi. Pada Sabtu (22/11/2025), Hutama Karya menyatakan bahwa pengerjaan jalan tol ini sedang dikebut agar bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Ruas baru tersebut merupakan bagian dari tol Betung–Tempino–Jambi yang memiliki total panjang 170,73 km, dibagi ke dalam tiga seksi utama. Seksi 1 membentang dari Betung hingga Tungkal Jaya sepanjang 62,38 km, Seksi 2 dari Tungkal Jaya ke Bayung Lencir sepanjang 54,32 km, dan Seksi 3 dari Bayung Lencir hingga persimpangan (Sp.) Ness sepanjang 52,59 km.
Menurut Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, hingga saat ini progres konstruksi untuk Seksi 1 telah mencapai 30,83%, sementara progres pembebasan lahan sudah berada di kisaran 43,35%. Menariknya, meski sebagian besar masih dalam tahap pengerjaan, interchange Betung sudah tersedia, dan perkerasan akses dari Betung telah selesai sepenuhnya.
Sejalan dengan pembangunan jalan utama, Hutama Karya juga membangun fasilitas pendukung berupa Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Lokasi TIP direncanakan berada di sejumlah kilometer strategis: salah satunya di KM 24+600 untuk Seksi 1 baik jalur A maupun B, kemudian di KM 73+550 untuk Seksi 2, di KM 125+600 untuk Seksi 3 jalur A & B, serta di KM 158+000 pada jalur Seksi 3. Fasilitas tersebut saat ini tengah dalam tahap penyelesaian paralel dengan konstruksi jalan utama, dan ditargetkan rampung bersamaan di Triwulan I 2027.
Ruas tol ini juga akan dilengkapi dengan lima interchange (IC) untuk mengoptimalkan aksesibilitas. Kelima interchange tersebut adalah IC Betung sepanjang 2,2 km, IC Tungkal Jaya sepanjang 3,31 km, IC Bayung Lencir sepanjang 2,98 km, IC Tempino sepanjang 1,87 km, dan IC Ness sepanjang 2,07 km. Semua ini dirancang agar mobilitas antarkabupaten bisa berjalan lebih lancar dan efisien.
Secara geografis, Tol Betung–Tempino–Jambi menghubungkan Kecamatan Betung di Kabupaten Banyuasin dengan Kecamatan Sungai Lilin di Kabupaten Musi Banyuasin. Rencana jangka panjangnya, tol ini akan tersambung hingga Kota Jambi, dan menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera yang terintegrasi, termasuk rute menuju Pelabuhan Bakauheni di Provinsi Lampung.
Baca Juga:
Pickleball: Olahraga Kekinian yang Bikin Sehat Fisik & Mental! Apa Saja Manfaatnya?
Manfaat dari Tol Trans Sumatera ini pun tidak main-main. Diharapkan jalan tol ini akan memperkuat konektivitas dan mempercepat mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan. Misalnya, waktu tempuh dari Kota Jambi ke Betung yang saat ini bisa memakan waktu hingga enam jam, nantinya diprediksi bisa dipangkas menjadi hanya sekitar dua jam. Potongan waktu perjalanan seperti ini diyakini akan sangat membantu masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin hingga Kota Palembang dalam beraktivitas sehari-hari dan memperlancar arus barang.
Lebih jauh, kehadiran jalan tol ini bukan hanya soal mempercepat perjalanan. Hutama Karya menegaskan komitmen kuat untuk menjaga kualitas pembangunan, berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah. Mereka menekankan pentingnya menyelesaikan proyek sesuai standar keamanan dan mutu tertinggi agar manfaatnya bisa dirasakan segera oleh masyarakat.
Satu hal yang menjadi poin penting adalah dampak ekonomi dari tol ini. Dengan konektivitas yang lebih baik, diharapkan Tol Trans Sumatera mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan. Jalan tol bukan hanya menjadi jalur transportasi semata, tetapi juga penggerak ekonomi lokal: membuka peluang investasi, memperlancar distribusi logistik, dan memudahkan akses ke pusat-pusat pertumbuhan.
Hingga kini, Hutama Karya mencatat telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera sekitar 1.235 kilometer, yang mencakup ruas yang sudah beroperasi penuh maupun yang masih dalam tahap konstruksi. Beberapa ruas yang telah beroperasi antara lain: Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), serta Tol Indralaya–Prabumulih (64 km). Di sisi lain, Tol Betung–Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir–Tempino) sepanjang 52,1 km juga sedang dikerjakan.
Rangkaian tol lain di bawah naungan Hutama Karya meliputi Tol Bengkulu–Taba Penanjung (16,7 km), Tol Pekanbaru–Dumai (132 km), Tol Medan–Binjai (17 km), Tol Binjai–Pangkalan Brandan (58 km), Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar (55,4 km), Tol Padang–Sicincin (35,4 km), Tol Indrapura–Kisaran (48 km), Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak (91 km), dan sebagian Seksi 2–6 dari Tol Sigli–Banda Aceh (49 km).
Baca Juga:
Pesona Posong 2025: Surga Tersembunyi di Lereng Sindoro yang Wajib Dikunjungi!
Dengan semua pembangunan ini, gambaran masa depan Sumatera semakin jelas: sebuah pulau yang tidak hanya kaya potensi alam, tetapi juga dilengkapi infrastruktur modern yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan efisien. Transformasi ini diharapkan bisa memperkokoh peran Sumatera dalam peta ekonomi nasional, sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial di pulau ini bisa semakin merata, membuka jendela harapan baru bagi masyarakat lokal dan pelaku usaha.









