Menu

Mode Gelap

Berita · 28 Nov 2025 19:24 WIB

Pertamina Gandeng Waste4Change Kelola 5,79 Ton Sampah Pasca Eco RunFest 2025


 Pertamina Gandeng Waste4Change Kelola 5,79 Ton Sampah Pasca Eco RunFest 2025 Perbesar

PROLOGMEDIA – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan dan energi bersih lewat gelaran Eco RunFest 2025. Setelah ribuan peserta berlari di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sampah-sampah yang dihasilkan berhasil dikelola dengan baik berkat kolaborasi dengan Waste4Change. Pada 23 November 2025 lalu, delapan titik pengumpulan telah disiapkan, agar para peserta dapat membuang sampah mereka secara tertib selama acara berlangsung.

 

Saat acara usai, total sampah yang terkumpul mencapai 5,79 ton — jauh lebih rendah dibanding prediksi awal sebanyak 11 ton, meskipun jumlah peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya.

 

Sampah tersebut segera dikirim ke fasilitas pengolahan milik Waste4Change — Rumah Pemulihan Material Vida Bekasi (RPM Bekasi) — dan langsung diproses pada hari yang sama, sesuai target agar pemilahan selesai dalam satu hari guna menghindari bau dan potensi polusi udara.

 

Di lokasi pemrosesan, tim Waste4Change menjalankan pemilahan secara teliti. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 70% dari material yang terkumpul masih bernilai manfaat, sementara sisanya — sekitar 30% — dikategorikan sebagai residu.

 

Mayoritas sampah bernilai tersebut berupa kemasan botol PET bekas minuman, yang volume totalnya mencapai sekitar 4 ton. Setelah dibersihkan, kemasan PET ini bahkan memiliki nilai ekonomis: rata-rata bisa dijual sekitar Rp 9.000 per kilogram.

 

Sementara itu, residu — seperti tisu bekas, sampah organik tercampur, dan kemasan multilayer — tidak dibuang begitu saja. Mereka diproses lebih lanjut menjadi biomassa, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk boiler industri. Dengan demikian, residu yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir tidak sia-sia.

 

Selama proses pemilahan dan pengolahan, Waste4Change juga memastikan tidak ada limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang tercampur. Jika ditemukan benda berbahaya — misalnya jarum suntik — mereka akan dipisahkan dan dikembalikan ke penyelenggara agar diolah menurut prosedur yang tepat.

Baca Juga:
Misteri Ledakan di SMAN 72: Siswa Jadi Korban, Polisi Buru Pelaku

 

Menurut perwakilan operasional RPM Bekasi, hal ini menunjukkan bahwa kualitas sampah dari Eco RunFest 2025 tergolong baik — sebagian besar bersih dan tidak terlalu terkontaminasi. Hal ini membuat “off-taker” atau pihak yang membeli barang daur ulang dari Waste4Change sangat menyukai material tersebut. Dengan kata lain, sampah yang dihasilkan tidak hanya berhasil dikelola dengan benar, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

 

Dari sisi penyelenggara, Pertamina menyatakan bahwa pelaksanaan Eco RunFest 2025 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga bentuk komitmen terhadap keberlanjutan dan lingkungan. Menurut perwakilan mereka, acara semacam ini mampu menggabungkan pengalaman peserta — berlari, bersosialisasi, dan berolahraga — dengan edukasi mengenai cara hidup ramah lingkungan: meminimalkan sampah sekali pakai, membawa tumbler sendiri, dan membuang sampah pada tempatnya.

 

Tercatat bahwa timbulan sampah tahun ini juga lebih baik ketimbang tahun 2024. Saat itu, acara menghasilkan sekitar 6,97 ton sampah dari estimasi 9 ton. Penurunan ke 5,79 ton pada 2025 menunjukkan bahwa upaya mitigasi — seperti penyediaan water station dan imbauan menggunakan tumbler — berhasil menekan timbulan sampah, meski acara diduga dihadiri lebih banyak peserta.

 

Menggali lebih jauh, Waste4Change berharap bahwa kolaborasi ini bisa menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah pasca-event bisa dilakukan secara profesional, efisien, dan berorientasi pada ekonomi sirkular. Bahwa pada dasarnya, sampah tidak selalu berarti beban lingkungan — apabila dikelola dengan benar, sampah bisa jadi bahan baku bernilai, sumber energi, atau paling tidak menghindarkan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dari beban tambahan.

 

Sementara itu, bagi masyarakat luas, gelaran seperti Eco RunFest 2025 diharapkan bisa memicu perubahan pola pikir: bahwa setiap orang bisa turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan — mulai dari hal sederhana seperti membawa tumbler dan membuang sampah pada tempatnya, hingga mendukung acara atau kegiatan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan.

 

Secara keseluruhan, pencapaian pada Eco RunFest 2025 menunjukkan bahwa kombinasi antara event olahraga, kesadaran lingkungan, dan pengelolaan sampah yang tepat bukanlah sekadar slogan — tetapi bisa diwujudkan secara nyata. Dari 5,79 ton sampah, mayoritas telah disortir dan diolah menjadi sesuatu yang berguna, baik sebagai bahan daur ulang maupun energi alternatif. Dengan demikian, acara ini bukan hanya menyajikan momen berlari bersama, namun juga momentum untuk menanam kebiasaan baik: menghargai lingkungan dan melihat sampah sebagai potensi — bukan beban.

 

Baca Juga:
Tragedi Penumpang Ojol: Maxim Beri Sanksi Tegas & Janjikan Santunan, Pelajaran Berharga untuk Industri

Kalau Anda mau, saya bisa bantu ubah narasi ini jadi versi lebih pendek untuk media sosial (sekitar 200–250 kata). Mau saya buatkan?

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita