Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 13:31 WIB

Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau


 Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Perbesar

PROLOGMEDIA – Polda Banten kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Banten. Imbauan ini disampaikan menyusul pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (10/12) pukul 06.00 WIB, yang memprediksi kondisi cuaca di Banten masih bisa berubah dengan cepat.

 

Plt. Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi menjelaskan, masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait guna mengantisipasi risiko yang mungkin timbul. “BMKG memperkirakan cuaca di wilayah Provinsi Banten pada pagi hari didominasi cerah berawan hingga berawan, namun potensi hujan ringan tetap ada di beberapa wilayah seperti Anyer, Tanara, dan Pulomerak,” kata Meryadi.

 

Menurut Meryadi, memasuki siang hari kondisi cuaca cenderung berawan dengan potensi hujan sedang di beberapa kecamatan, termasuk Cibeber dan Lebakgedong. Sementara wilayah lain, seperti Panggarangan, Muncang, Bojongmanik, Cimarga, Sajira, Curug Bitung, Cirinten, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik, Panimbang, Munjul, Sindangresmi, Serang, Kramatwatu, Waringinkurung, Ciruas, Baros, Padarincang, Mancak, Tigaraksa, Curug, Cisauk, Tangerang, Batu Ceper, Serpong, dan Ciputat diprediksi mengalami hujan ringan. Malam hari cuaca kembali berawan dengan hujan ringan yang masih berpotensi terjadi di wilayah Curug, Cisauk, Ciledug, Serpong, dan Ciputat.

 

BMKG juga mencatat suhu udara berada pada kisaran 23–34°C dengan kelembapan 60–95 persen. Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 5–35 km/jam. Kondisi ini menjadi sinyal bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.

 

Selain waspada terhadap cuaca ekstrem, Polda Banten juga menyoroti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level II atau status “Waspada”. Hasil pemantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per 9 Desember 2025 menunjukkan adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi lima meter di atas puncak awan. Aktivitas kegempaan vulkanik tercatat satu kali dengan tremor menerus beramplitudo 1–8 mm.

 

“PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan agar tidak mendekati radius dua kilometer dari kawah aktif Anak Krakatau,” jelas Meryadi. Masyarakat diimbau untuk menghormati peringatan tersebut demi keselamatan diri sendiri dan orang lain, terutama bagi nelayan yang biasa beraktivitas di sekitar Selat Sunda.

 

Baca Juga:
Manfaat dan Risiko Minum Teh Sebelum Olahraga: Apa Benar Bisa Tingkatkan Performa?

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang sedang dengan tinggi 1,25–2,5 meter di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal wisata, perlu ekstra hati-hati saat berlayar dan selalu memperhatikan peringatan dini dari otoritas terkait.

 

Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana, Polda Banten menegaskan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat. Pertama, pada tahap persiapan, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Selain itu, siapkan tas darurat yang berisi obat-obatan, senter, dokumen penting, dan kebutuhan pokok lainnya. Pastikan rumah dalam kondisi aman, terutama atap, saluran air, dan instalasi listrik, agar risiko kerusakan akibat hujan deras atau angin kencang bisa diminimalkan.

 

Kedua, saat cuaca ekstrem terjadi, masyarakat disarankan untuk tetap berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Hindari berada di dekat jendela atau pintu yang rawan diterpa angin kencang. Matikan listrik dan gas apabila terjadi banjir atau kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan. Bagi pengendara motor, disarankan menunda perjalanan saat hujan lebat demi keselamatan. Selain itu, hindari berteduh di bawah pohon atau tiang tinggi ketika terjadi petir.

 

Ketiga, setelah cuaca ekstrem mereda, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar. Bantu warga lain yang membutuhkan pertolongan dan tetap ikuti instruksi petugas serta perkembangan informasi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

 

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Polda Banten telah menurunkan personel siaga di dua Posko Siaga Bencana lengkap dengan peralatan Search and Rescue (SAR). Personel ini siap merespons secara cepat apabila terjadi kondisi darurat, mulai dari banjir, angin kencang, hingga situasi darurat terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

AKBP Meryadi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Cuaca dapat berubah dengan cepat. Kami mengimbau masyarakat untuk menunda aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak saat cuaca buruk. Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terkini,” ujarnya menutup keterangannya.

 

Baca Juga:
Berapa Lama Hutan Gundul Bisa Pulih? Mengungkap Proses Panjang Pemulihan Deforestasi

Dengan langkah-langkah kesiapsiagaan yang diterapkan, Polda Banten berharap masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta mampu menjaga keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Peringatan dini ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana alam, agar kerugian materi maupun risiko keselamatan dapat diminimalkan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita