Menu

Mode Gelap

Berita · 25 Nov 2025 16:01 WIB

Polda Jatim dan Polres Lumajang Evakuasi Barang Berharga Warga Terdampak Erupsi Semeru


 Polda Jatim dan Polres Lumajang Evakuasi Barang Berharga Warga Terdampak Erupsi Semeru Perbesar

PROLOGMEDIA – Situasi pascaerupsi Gunung Semeru kembali menyisakan kekhawatiran mendalam bagi warga yang tinggal di kawasan terdampak. Meskipun sebagian besar dari mereka telah mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih aman, pikiran mereka tak henti memikirkan barang-barang berharga yang tertinggal di rumah masing-masing. Suara gemuruh gunung, semburan material vulkanik, serta abu pekat yang menyelimuti desa membuat warga tidak sempat membawa banyak barang ketika mereka dipaksa menyelamatkan diri. Namun kini, perasaan cemas itu perlahan mereda setelah Polda Jawa Timur bersama Polres Lumajang bergerak cepat membantu mengevakuasi berbagai barang penting milik masyarakat.

 

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel ke beberapa titik terdampak, terutama di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo—salah satu wilayah yang paling dekat dengan puncak Semeru dan kerap terdampak langsung setiap kali terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Sejak Minggu, 23 November 2025, tim gabungan Polri mulai menembus wilayah yang sebagian akses jalannya tertutup material vulkanik untuk membantu warga mengambil barang-barang berharga yang masih dapat diselamatkan.

 

Menurut Abast, langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Ia menegaskan bahwa selain aspek keselamatan, pihaknya juga memahami adanya ikatan emosional warga terhadap barang-barang tertentu, seperti dokumen kependudukan, sertifikat tanah, ijazah, hingga surat-surat penting lainnya yang tidak hanya bernilai materi tetapi juga memiliki nilai administrasi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka ke depan.

 

Dalam proses evakuasi, personel kepolisian bekerja secara terstruktur dan penuh kewaspadaan. Mereka memasuki pemukiman warga dengan mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap karena kondisi di lapangan masih cukup labil akibat aktivitas Semeru yang belum sepenuhnya menurun. Setiap barang yang berhasil ditemukan di dalam rumah warga dicatat, diamankan, dan diangkut menggunakan kendaraan taktis milik Polda Jatim maupun armada perangkat Polres Lumajang. Mulai dari perhiasan, barang elektronik, tabung gas, televisi, laptop, hingga sepeda motor diselamatkan dan dipindahkan ke titik kumpul yang sudah ditentukan.

 

Bagi sebagian warga, proses pengambilan barang ini memberikan kelegaan luar biasa. Banyak dari mereka yang sejak awal tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke rumah karena situasi gunung yang terus berubah. Dengan didampingi personel Polri, mereka dapat kembali mengakses rumah selama beberapa menit untuk memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal. Pendampingan ini diberikan secara penuh, terutama kepada warga yang masih mengalami trauma akibat suara dentuman Semeru dan letusan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

 

Abast mengatakan bahwa pendampingan psikologis adalah salah satu fokus utama Polri. Sebagian pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, memperlihatkan tanda-tanda kepanikan dan kecemasan yang berulang. Oleh karena itu, selain evakuasi barang, tim kepolisian turut memberikan layanan trauma healing untuk meringankan beban mental warga. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan tenaga kesehatan serta relawan yang berada di posko pengungsian.

 

Baca Juga:
Di Balik Layar Popnas XVII: Dukungan Gubernur Andra Soni Kobarkan Asa Atlet Muda Banten

Selain layanan psikologis, Polri juga membangun dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi. Dapur lapangan ini beroperasi selama 24 jam dan menyediakan makanan siap saji yang higienis bagi ratusan warga yang mengungsi di berbagai titik. Kehadiran dapur lapangan sangat membantu warga yang kehilangan akses memasak karena rumah mereka masih tertutup abu vulkanik atau masih berada dalam zona bahaya.

 

Tak hanya itu, layanan kesehatan juga disediakan oleh tim medis Polda Jatim untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat paparan abu vulkanik, seperti iritasi mata, gangguan pernapasan, hingga infeksi kulit. Beberapa tenaga medis bahkan mendatangi tenda-tenda pengungsian untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap warga yang tidak mampu menuju pos kesehatan.

 

Abast juga menegaskan bahwa Polri tetap mengutamakan keselamatan warga dalam proses apa pun yang dilakukan. Setiap warga yang ingin kembali ke rumah untuk mengambil barang harus mendapat izin dan pendampingan penuh dari petugas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya seperti runtuhan bangunan, aliran lahar dingin, atau semburan abu dadakan. Wilayah terdampak erupsi selalu berubah seiring aktivitas vulkanik, sehingga penting bagi warga untuk tidak pergi seorang diri tanpa pendampingan.

 

Lebih jauh, Abast menyebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan Polda Jatim dan Polres Lumajang ini merupakan bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Polri. Ia menegaskan bahwa personel akan terus berada di lapangan hingga situasi kembali stabil dan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman. “Kami akan terus memberikan dukungan penuh bagi warga terdampak. Mulai dari evakuasi, layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga pemenuhan kebutuhan logistik akan tetap berjalan selama diperlukan,” ujarnya.

 

Masyarakat pun memberikan apresiasi besar kepada Polri. Banyak warga yang merasa terbantu karena barang-barang penting mereka berhasil diselamatkan. Ada yang menangis haru saat menemukan kembali surat tanah yang mereka khawatirkan hilang. Ada pula yang merasa lega karena motor satu-satunya yang mereka miliki berhasil dievakuasi dari dalam rumah yang tertutup abu tebal. Barang-barang tersebut menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang harus memulai lagi kehidupan mereka setelah bencana mereda.

 

Upaya Polri ini menggambarkan bagaimana sinergi kemanusiaan bekerja di tengah bencana. Di satu sisi, warga menghadapi ketidakpastian akibat aktivitas Semeru. Di sisi lain, aparat kepolisian hadir untuk mengalihkan sebagian beban itu dengan memberikan bantuan nyata dan memastikan keamanan selama proses evakuasi berlangsung. Dengan langkah terstruktur, dukungan penuh, dan kehadiran personel di lapangan, Polri berharap masyarakat dapat melewati masa-masa sulit ini dengan lebih kuat.

 

Baca Juga:
Liburan Singkat ke Alam: Eksplorasi Taman Budaya Sentul City

Hingga kini, Polri terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk BPBD dan relawan, guna memastikan setiap proses penanganan bencana berjalan dengan aman dan efektif. Harapannya, situasi dapat segera kondusif sehingga warga dapat kembali ke rumah dan memulai kembali aktivitas sehari-hari mereka dengan tenang.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rombongan Pengusaha China Tinjau Proyek IKN, Beri Respons Mengejutkan

9 Desember 2025 - 02:11 WIB

Erupsi Spektakuler Gunung Kīlauea, Lava Menyembur hingga 30 Meter ke Langit

8 Desember 2025 - 19:58 WIB

Kayu Gelondongan Bersertifikat Kemenhut Terdampar di Pantai Lampung, Aparat Selidiki Legalitasnya

8 Desember 2025 - 19:49 WIB

Sejarah Desa Bedulan Cirebon: Legenda Nyi Mas Baduran dan Persinggahan Pasukan Demak

8 Desember 2025 - 19:39 WIB

Lebih dari 6.000 Lulusan S2 dan S3 di Indonesia Putus Asa Mencari Kerja

8 Desember 2025 - 19:29 WIB

5 Ruas Tol Dibuka Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026

8 Desember 2025 - 19:20 WIB

Trending di Berita